Features mengubah arah video Instagram
Instagram Features adalah format video horizontal berdurasi panjang yang memungkinkan kreator mengunggah tayangan hingga 90 menit untuk podcast, vlog, wawancara, komedi, serta konten episodik. Pada 26 Oktober, kepala Instagram Adam Mosseri dan Wakil Presiden Produk Tessa Lyons mengumumkan uji coba format tersebut. Pilihan layar horizontal menandakan Instagram tidak sekadar memperpanjang Reels, tetapi sedang membangun pengalaman menonton yang lebih dekat dengan video panjang di YouTube. Langkah ini hadir setelah batas teknis Reels diperluas hingga 20 menit, tetapi Features menawarkan ruang bercerita yang jauh lebih luas. Bagi Instagram, ini strategi yang masuk akal: platform itu sudah kuat dalam menemukan konten singkat, tetapi belum menjadi tujuan utama untuk menonton tayangan panjang. Features berpotensi menjembatani dua kebiasaan tersebut, asalkan pengalaman menontonnya cukup nyaman untuk membuat pengguna bertahan.

Reels menjadi pintu masuk ke tayangan penuh
Fitur ini belum tersedia luas. Pengujian terbatas berlangsung bagi sejumlah kreator di Amerika Serikat dan Brasil, dan Instagram menyebut akses akan diperluas kepada lebih banyak pengguna dalam beberapa bulan ke depan. Belum ada jadwal resmi untuk peluncuran global. Karena itu, cara upload video Instagram melalui Features belum menjadi pilihan umum bagi pengguna. Satu hal yang sudah terlihat dari konsepnya adalah hubungan antara konten pendek dan panjang: Instagram menguji Clips as Reels, yang memungkinkan kreator memotong video utama menjadi hingga delapan Reels lalu menghubungkannya kembali ke tayangan penuh. Dengan alur itu, Reels dapat berfungsi sebagai cuplikan untuk menarik penonton, bukan hanya sebagai konten yang berdiri sendiri. Video Features juga direncanakan dapat ditemukan melalui Explore dan bagian lain Instagram, sehingga peluang jangkauannya tidak terbatas pada pengikut kreator.
Peluang kreator besar, pemasukan belum pasti
Bagi kreator konten Instagram, daya tarik terbesarnya adalah kesempatan membawa audiens yang sudah ada ke materi lebih mendalam tanpa mengarahkan mereka ke platform lain. Podcaster, kreator edukasi, pewawancara, dan pembuat vlog bisa menguji format panjang sambil memakai Reels untuk menarik perhatian awal. Namun, fitur ini belum otomatis menjadi pengganti YouTube. Instagram belum menawarkan skema pembagian pendapatan iklan yang setara, sehingga video 90 menit saat ini lebih menjanjikan sebagai sarana membangun audiens daripada sumber penghasilan utama. Inilah batas penting strategi Instagram: durasi panjang saja tidak cukup untuk merebut kebiasaan menonton yang sudah terbentuk di YouTube. Kreator juga membutuhkan alasan untuk terus memproduksi tayangan panjang dan penonton perlu alasan untuk kembali. Features membuka peluang baru, tetapi keberhasilannya akan bergantung pada distribusi, pengalaman menonton, dan model monetisasi yang belum diumumkan.






