Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Grab dan OVO Finansial Angkat Kapasitas Finansial Merchant lewat Teras Perwira

Grab dan OVO Finansial Angkat Kapasitas Finansial Merchant lewat Teras Perwira
Minat|Asia Tenggara

Teras Perwira: Literasi Keuangan UMKM yang Langsung Menyentuh Dapur Usaha

Program Teras Perwira adalah rangkaian temu ramah, diskusi, dan program pelatihan bisnis yang dirancang Grab dan OVO Finansial untuk membekali mitra UMKM dengan literasi keuangan UMKM, kemampuan digital, serta strategi pengelolaan usaha agar mereka lebih siap menghadapi persaingan, perubahan perilaku konsumen, dan perkembangan teknologi yang mengubah cara berjualan dan mengelola bisnis sehari-hari. Alih-alih sekadar kampanye edukasi, Teras Perwira mendorong pelaku usaha memahami angka, data, dan peluang pembiayaan, lalu menerjemahkannya menjadi keputusan usaha yang lebih sehat. Inilah model literasi keuangan yang dibutuhkan UMKM: praktis, dekat dengan tantangan harian, sekaligus terhubung dengan ekosistem digital payment yang sudah mereka gunakan. Tanpa pola seperti ini, jargon naik kelas UMKM akan berhenti di spanduk, bukan di laporan keuangan.

Rangkaian Teras Perwira Spesial Ulang Tahun 2026 digelar sepanjang Agustus hingga awal September dan menjangkau 1.400 Mitra GrabMerchant di 10 kota. Kota-kota tersebut mencakup Medan, Bandung, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Balikpapan, dan Jakarta. Skala ini penting: literasi keuangan UMKM tidak lagi berbentuk seminar sesaat, tetapi menjadi program berseri yang menyasar merchant yang memang aktif di ekosistem OVO Finansial Grab. Pemilihan peserta yang dikurasi berdasarkan semangat belajar dan berbagi juga menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak dimaknai sebagai acara seremonial, melainkan investasi kapasitas jangka panjang. Melihat jumlah UMKM yang jauh lebih besar, langkah ini belum cukup, tetapi menjadi contoh konkret bagaimana platform digital bisa ikut memikul tanggung jawab penguatan keuangan pelaku usaha.

Grab dan OVO Finansial Angkat Kapasitas Finansial Merchant lewat Teras Perwira

Kolaborasi Grab–OVO Finansial: Dari Strategi Bisnis Digital ke Pengelolaan Angka

Kekuatan utama Teras Perwira terletak pada kombinasi konten: strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan keuangan disatukan dalam satu sesi workshop bisnis. Para merchant tidak hanya diajak memahami cara menjual lebih banyak, tetapi juga cara memastikan setiap penjualan meninggalkan margin yang sehat. Materi mencakup strategi pemasaran digital melalui GrabAds, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam operasional sehari-hari. Ini bukan hal kecil. Banyak UMKM yang rajin promosi di kanal digital, namun tidak menguasai struktur biaya. Hasilnya, omzet naik tetapi laba tipis. Ketika platform menghadirkan alat bantu hitung HPP dan sesi diskusi soal komisi promosi, mereka sedang mengisi celah pengetahuan paling krusial di sektor ini.

Salah satu elemen menarik adalah diperkenalkannya BisaMatika sebagai alat bantu perhitungan HPP, biaya layanan, dan komisi promosi untuk membantu menentukan harga jual produk secara online dengan lebih akurat. Di sisi lain, Asisten AI GrabMerchant berperan sebagai konsultan bisnis virtual yang dapat diajak berdiskusi soal performa toko, inspirasi menu, strategi promosi, dan tren konsumen. Ini menunjukkan bahwa OVO Finansial Grab tidak hanya mendorong penggunaan digital payment, tetapi juga mengembangkan infrastruktur pengetahuan di belakang setiap transaksi. Kolaborasi seperti ini menantang asumsi lama bahwa UMKM cukup diberi akses pasar. Nyatanya, akses tanpa kemampuan membaca data, menghitung margin, dan merencanakan promosi hanya akan menambah beban, bukan keuntungan. Teras Perwira menggeser fokus dari sekadar bertahan ke bertumbuh dengan data.

Momentum Bulan Literasi Keuangan dan Peran OJK dalam Mendorong UMKM Naik Kelas

Diselaraskan dengan peringatan Hari UMKM Nasional dan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digagas OJK, Teras Perwira jelas memanfaatkan momentum regulasi dan kebijakan publik untuk mendorong praktik nyata di lapangan. Menghadirkan OVO Finansial bersama OJK di Palembang menegaskan bahwa literasi keuangan UMKM bukan isu pinggiran, melainkan agenda resmi penguatan ekonomi daerah. Kota ini sendiri memiliki lebih dari 188.000 pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi, angka yang menunjukkan betapa strategisnya segmen ini. Ketika regulator, pelaku jasa keuangan, dan platform digital duduk bersama di forum yang sama, pesan yang disampaikan kepada UMKM jauh lebih kuat: gunakan layanan keuangan formal, pahami risikonya, dan kelola usaha dengan standar yang lebih rapi.

Di Palembang, pembekalan Teras Perwira memadukan pengembangan bisnis, pemanfaatan teknologi, pengelolaan keuangan, dan akses layanan pendanaan resmi. Di sinilah transformasi "UMKM naik kelas" memperoleh makna yang lebih konkret. Literasi keuangan tidak berhenti di penjelasan produk, tetapi sampai ke kemampuan menimbang manfaat dan risiko, lalu mengambil keputusan pendanaan yang sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha. Mengutip penjelasan Mekhdi Ibrahim Johan, pelaku UMKM kini "tidak hanya perlu memahami cara meningkatkan penjualan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan dan menentukan kebutuhan pendanaan secara cermat". Pernyataan ini tepat sasaran: di era merchant digital payment, kedisiplinan mengelola arus kas dan cicilan modal usaha tak kalah penting dibandingkan kecepatan menerima pesanan.

Menguatkan Kemampuan Mengelola Transaksi Digital dan Pembiayaan Resmi

Program ini jelas dirancang untuk memberdayakan merchant agar lebih mandiri dalam mengelola transaksi digital sekaligus memahami jalur menuju pembiayaan formal. Dengan akses ke alat bantu seperti BisaMatika dan Asisten AI, pelaku usaha dapat membaca performa bisnis mereka lebih tajam dan menghubungkannya dengan kebutuhan modal serta strategi promosi. Dalam konteks literasi keuangan UMKM, kemampuan menghitung HPP dan komisi promosi adalah langkah dasar yang membuka jalan ke pembukuan lebih rapi, lalu ke laporan keuangan yang memudahkan mereka mengajukan pembiayaan ke lembaga resmi. Teras Perwira membuat jembatan itu lebih pendek: dari aplikasi merchant ke pemahaman produklayanan keuangan, bukan lagi proses terputus yang membuat UMKM ragu mendekati sektor formal.

Dampak praktis bagi merchant cukup jelas: efektivitas promosi meningkat dan operasional usaha lebih terstruktur. Program pelatihan bisnis semacam ini juga mendorong budaya berbagi pengalaman antarpelaku usaha, yang sering kali lebih meyakinkan daripada materi teori. Ketika satu merchant bercerita bagaimana ia memakai data dari Asisten AI untuk menyesuaikan jam promosi, merchant lain bisa langsung meniru dan mengadaptasinya. Jika dikaitkan dengan ekosistem OVO Finansial Grab, setiap peningkatan kapasitas ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada keputusan naluriah dan menggantinya dengan keputusan berbasis angka. Pada akhirnya, inilah cara paling masuk akal untuk memastikan merchant digital payment bukan sekadar penjual online musiman, melainkan pelaku usaha yang siap bertahan dan berkembang.

Kesimpulan: Literasi Keuangan dan Digital sebagai Syarat Wajib UMKM Era Platform

Teras Perwira menunjukkan bahwa literasi keuangan UMKM dan kapasitas digital tidak lagi bisa dipisahkan dari strategi pembangunan ekosistem usaha. Dengan menjangkau 1.400 merchant di 10 kota, Grab dan OVO Finansial mengirim sinyal bahwa tanggung jawab platform tidak berhenti pada penyediaan kanal jualan, tetapi juga penguatan kemampuan mengelola bisnis dan pembiayaan. Kolaborasi dengan OJK dan kesesuaian dengan Bulan Literasi Keuangan menambah legitimasi program, tetapi nilai sesungguhnya ada pada materi yang menyentuh langsung praktik harian pelaku usaha. Ke depan, tantangannya adalah memperluas cakupan dan memastikan kedalaman materi terus meningkat. Namun sebagai model, Teras Perwira sudah menggambarkan satu hal penting: tanpa penguasaan angka, teknologi, dan akses layanan keuangan formal, UMKM di era platform akan sulit benar-benar naik kelas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!