Verdik Akhir: SUV Hybrid Adventure yang Serius, Tapi Bukan untuk Semua Orang
Jetour T2 i-DM adalah SUV plug-in hybrid (PHEV) berkarakter adventure yang menggabungkan mesin bensin turbo 1,5 liter, dua motor listrik, dan baterai LFP 18,4 kWh untuk menghadirkan performa tangguh, efisiensi bahan bakar hybrid, serta jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.200 km dalam satu kali pengisian bensin dan baterai. Ini bukan sekadar SUV bergaya gagah: ia jelas ditujukan untuk pengemudi yang sering melakukan perjalanan jarak jauh, menginginkan rasa aman soal jangkauan, dan membutuhkan kabin nyaman penuh fitur. Dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta, Jetour T2 i-DM menawarkan paket teknologi dan kenyamanan yang menarik di kelasnya, terutama bagi mereka yang ingin mencoba PHEV SUV adventure dari pabrikan China yang sedang agresif memasuki segmen ini. Namun, penggerak roda depan dan kompleksitas teknologi hybrid membuatnya kurang ideal bagi pecinta offroad berat yang mengutamakan kepraktisan mekanis sederhana.
Kelebihan
- Jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.200 km, sangat menenangkan untuk touring panjang.
- Kabin mewah dengan layar 15,6 inci, audio Sony 12 speaker, dan konektivitas lengkap.
- Struktur bodi Hardtop Cage Monocoque dengan 80% high-strength steel memberi rasa aman di perjalanan.
- Fitur outdoor seperti V2L 3.300 Watt dan roof rack heavy duty mendukung gaya hidup petualang.
Kekurangan
- Sistem penggerak hanya FWD, kurang meyakinkan bagi pengguna yang butuh kapabilitas offroad berat.
- Kompleksitas sistem PHEV dan banyak fitur elektronik berpotensi membuat pemilik cemas soal perawatan jangka panjang (belum ada data panjang umur di pasar lokal).
- Dimensi lebar dan posisi duduk sangat tinggi bisa membuat manuver di jalan sempit dan parkir kota terasa melelahkan bagi sebagian pengemudi.
- Harga Rp688 juta menempatkannya di zona kompetisi ketat dengan merek yang sudah lebih mapan di segmen SUV menengah ke atas.
Desain, Kualitas Bodi, dan Kenyamanan Kabin: Serius untuk Petualangan Jarak Jauh
Sebagai PHEV SUV adventure, Jetour T2 i-DM tampil dengan proporsi gagah: panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.875 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Ground clearance 210 mm, sudut approach dan departure 28°/28°, serta dukungan Wading Radar hingga kedalaman 700 mm menunjukkan niat serius untuk diajak menyusuri jalan rusak dan genangan cukup dalam. Struktur Hardtop Cage Monocoque dengan 80% baja bertekanan tinggi dan penggunaan hot formed steel 1.500 MPa memberi kekakuan torsional hingga 32.000 Nm/deg, yang membantu stabilitas saat melintas di medan bergelombang. Menurut Jetour, rangka ini dirancang untuk memberikan perlindungan dan stabilitas optimal di berbagai kondisi jalan. Di atap, roof rack heavy duty dengan kapasitas 150 kg saat berjalan dan 300 kg statis memperjelas fokus pada aktivitas outdoor seperti camping dengan tenda atap atau membawa perlengkapan berat.
Masuk ke kabin, cita rasa mewah langsung terasa. Posisi duduk commanding khas SUV, bahkan ketika jok elektrik diatur paling rendah, tetap tinggi sehingga pandangan ke luar sangat luas dan meminimalkan blind spot di depan. Kaca depan yang lebar dan agak tegak membantu visibilitas saat menilai kondisi jalan tak rata atau tikungan menutup. Di dasbor, head unit sentuh 15,6 inci menjadi pusat kendali hiburan, navigasi, dan pengaturan kendaraan, didukung chipset Qualcomm Snapdragon 8155 yang membuat antarmuka terasa halus tanpa jeda. Panel instrumen digital 10,25 inci menyajikan data krusial seperti kecepatan, sisa baterai, dan estimasi jarak tempuh. Sistem suara Sony 12 speaker menghadirkan kualitas audio setara ruang konser kecil, cocok untuk menemani perjalanan panjang. Tambahan fitur seperti Wireless Apple CarPlay, Android Auto, 4-zone voice control, dan 64" Panoramic Skyroof makin menguatkan kesan SUV modern berorientasi kenyamanan.
Performa Hybrid i-DM dan Efisiensi: Tenang Menempuh 1.200 Km
Jantung utama Jetour T2 i-DM adalah mesin bensin ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima yang menghasilkan 136 hp dan torsi 220 Nm. Mesin ini dipasangkan dengan dua motor listrik (P1 75 kW dan P3 125 kW), sehingga tenaga gabungan mencapai 224 hp (165 kW) dan torsi 390 Nm, disalurkan ke roda depan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission 3DHT. Kombinasi ini dirancang untuk memadukan performa dan efisiensi bahan bakar hybrid dalam satu paket yang fleksibel untuk pemakaian harian maupun perjalanan jauh. Mode berkendara Sport, Eco, Normal, dan Snow membantu pengemudi menyesuaikan karakter respons mobil dengan kondisi jalan dan preferensi berkendara. Klaim paling menggoda adalah jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.200 km hanya dengan satu kali pengisian penuh bensin dan baterai, yang sangat menenangkan bagi mereka yang sering melakukan road trip mengitari beberapa kota sekaligus.
Baterai LFP CATL berkapasitas 18,4 kWh menjadi pusat sistem listriknya. Sertifikasi IP68 (tahan terendam 1 meter selama 48 jam) dan kemampuan menahan tekanan hingga 10 ton memberi rasa aman lebih saat melintas genangan dan jalur berbatu. Baterai ini mendukung DC Fast Charging; pengisian dari 30% ke 80% disebut hanya memakan waktu sekitar 27 menit, angka yang membuat pengisian di perjalanan tidak terasa mengganggu ritme touring. Untuk keseharian, pemilik juga bisa mengisi lewat listrik rumah biasa, sehingga fleksibel bagi yang belum punya akses ke jaringan pengisian publik luas. Fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan output sampai 3.300 Watt memungkinkan pemilik mengoperasikan peralatan elektronik outdoor — mulai dari kompor listrik hingga proyektor — saat camping atau kegiatan komunitas. Di sisi suspensi, konfigurasi MacPherson independent di depan dan multi-link independent di belakang, dipadukan ban 255/55 R20, menjanjikan kenyamanan dan kontrol yang cukup baik di jalan aspal maupun jalur tanah ringan.
Fitur Keselamatan, Teknologi Pintar, dan Nilai Beli di Kelasnya
Untuk sebuah PHEV SUV adventure, Jetour T2 i-DM terbilang lengkap di fitur keselamatan dan bantuan pengemudi. Di depan terdapat Radar Generasi ke-5 dari BOSCH yang mampu mendeteksi objek hingga 210 meter dengan sudut deteksi 60 derajat, serta Kamera Generasi ke-3 BOSCH beresolusi QHD+ yang mampu mendeteksi kendaraan hingga 150 meter dan pejalan kaki sampai 70 meter. Data dari dua sensor ini menjadi dasar 15 fitur ADAS Level 2, membantu pengemudi mengantisipasi berbagai situasi di jalan. Sistem kamera 540° Surround Vision dan radar parkir depan-belakang memudahkan manuver di area sempit, penting mengingat dimensi mobil yang lebar. Enam airbag yang mencakup depan, samping depan, dan curtain di sisi kabin menambah ketenangan seluruh penumpang. Di sisi kenyamanan klima, fitur 24-Hour Parking Air Conditioning menjaga suhu kabin tetap sejuk meski mobil diparkir di bawah terik matahari, sementara kaca ganda (double layer glass) meningkatkan kekedapan kabin dari kebisingan luar.
Dengan harga Rp688.000.000 OTR Jakarta






