Apa Itu Jetour T2 i-DM dan Mengapa Ramai Dibicarakan
Jetour T2 i-DM PHEV adalah SUV hybrid terbaru bertema adventure dengan desain boxy, teknologi plug-in hybrid i-DM, serta jarak tempuh panjang yang ditujukan bagi pengguna urban yang menginginkan fleksibilitas berkendara harian sekaligus kemampuan menjelajah jarak jauh tanpa kecemasan daya. Mobil Adventure PHEV SUV terbaru dari Jetour Indonesia ini langsung mendapat antusias tinggi dari para pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, memperlihatkan bahwa publik mulai berpindah dari mesin bensin konvensional ke solusi elektrifikasi yang lebih hemat dan praktis. Respon panas ini bukan kebetulan, melainkan buah dari kombinasi desain Boxy Adventure Design, teknologi Intelligent Dual Mode, dan klaim jarak tempuh lebih dari 1.200 km dalam satu kali pengisian penuh baterai dan tangki bahan bakar.

Strategi SUV: Empat Model untuk Empat Kebutuhan
Peluncuran Jetour T2 i-DM tidak berdiri sendiri; merek ini membangun narasi bahwa mereka adalah spesialis SUV dengan portofolio lengkap. Saat ini ada empat model yang dipasarkan: Jetour Dashing, Jetour X70 Plus, Jetour T1, dan Jetour T2. Dashing menyasar mereka yang mencari SUV modern dan sporty, X70 Plus mengedepankan kabin luas hingga tujuh penumpang, sementara T2 dirancang sebagai SUV berkarakter kuat untuk kebutuhan petualangan dan tersedia dalam varian plug-in hybrid T2 i-DM. T1 menjadi produk terbaru, juga hadir dengan teknologi i-DM, menandai langkah agresif memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi. Dengan lineup seperti ini, Jetour tidak sekadar menjual satu model hero, tetapi mencoba mengunci berbagai segmen pasar SUV dari keluarga hingga penggemar adventure yang ingin teknologi hybrid.
Mengapa T2 i-DM Jadi Bintang di GIIAS
Di GIIAS 2026, T2 i-DM muncul sebagai SUV hybrid terbaru yang berhasil mencuri perhatian. Jetour menyebut total Jetour T-Series sudah mendekati 800 ribu unit secara global dan T2 menjadi model paling dominan. Di ajang ini, antusias terhadap T2 i-DM disebut mencapai sekitar 60–70 persen dari kontribusi penjualan T-Series, angka yang sejalan dengan tren T1 di mana 60 persen penjualan datang dari varian i-DM. Ini mengirim pesan jelas: konsumen di pameran ini condong ke teknologi plug-in hybrid ketimbang murni ICE. Secara teknis, T2 i-DM menggabungkan Hybrid Dedicated Engine generasi kelima ACTECO 1.5 TGDI, baterai CATL LFP 18,4 kWh, dan transmisi hybrid 3-tingkat dengan dual electric motor dalam satu sistem cerdas untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi.
Ekosistem Purna Jual: Kartu As untuk Meyakinkan Pasar
SUV hybrid tanpa ekosistem purna jual mobil yang kuat akan sulit dipercaya, apalagi dari merek yang relatif baru. Jetour sadar hal ini dan mulai memperkuat layanan purnajual sembari memperluas pasar dengan empat model SUV. Mereka membangun jaringan dealer Jetour Indonesia di berbagai daerah, yang bukan hanya menjadi ruang penjualan, tetapi juga pusat servis dan purnajual. Untuk menjamin ketersediaan perawatan, Jetour mengoperasikan pusat distribusi suku cadang seluas lebih dari 2.000 meter persegi yang menyimpan lebih dari 31.000 item parts. Jetour juga menyediakan Customer Care 24 jam dan Roadside Assistance bagi konsumen yang mengalami kendala di perjalanan. Dari sisi garansi, perlindungan kendaraan diberikan dengan periode panjang hingga enam tahun tanpa batasan kilometer untuk sejumlah model, serta garansi khusus baterai dan sistem penggerak elektrifikasi untuk model i-DM.
T2 i-DM untuk Pengguna Urban: Fleksibilitas tanpa Cemas
Kekuatan utama Jetour T2 i-DM PHEV berada pada kombinasi jarak tempuh dan dukungan purna jual yang semakin diperkuat. Kemampuan menempuh lebih dari 1.200 kilometer dalam satu kali pengisian penuh baterai dan tangki bahan bakar memberi keleluasaan bagi konsumen untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa sering berhenti mengisi daya atau bahan bakar. Di sisi lain, kehadiran pusat suku cadang besar, jaringan dealer yang terus bertambah, layanan Customer Care 24 jam, Roadside Assistance, dan garansi panjang memberi rasa aman dalam kepemilikan jangka panjang. Dalam konteks pasar urban yang mulai menerima elektrifikasi namun masih sensitif terhadap soal kepraktisan dan layanan, langkah Jetour memadukan teknologi i-DM dengan ekosistem layanan purna jual mobil yang diperkuat adalah strategi realistis. T2 i-DM diposisikan bukan sekadar SUV adventure, tetapi sebagai kendaraan harian yang siap diajak keluar kota tanpa drama layanan dan daya.






