Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Customs Goes to School: Edukasi Bea Cukai dan Beasiswa Perkebunan

Customs Goes to School: Edukasi Bea Cukai dan Beasiswa Perkebunan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Bekal publik yang seharusnya hadir di sekolah

Customs Goes to School adalah kegiatan edukasi tatap muka yang mengenalkan tugas Bea Cukai dan peluang pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan kepada pelajar. Pada 14–15 Oktober 2026, Bea Cukai dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar program ini di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Langkah ini patut dinilai lebih dari sekadar sosialisasi: siswa perlu memahami lembaga yang ikut mengatur arus barang sekaligus mengetahui pilihan pendidikan yang dapat membuka jalan karier. Edukasi Bea Cukai disampaikan bersama informasi tentang peran kelapa sawit, kakao, dan kelapa bagi perekonomian serta tata kelola dana perkebunan berkelanjutan. Dengan menyatukan dua tema tersebut, kegiatan memberi konteks tentang bagaimana aturan publik dan sektor ekonomi berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan dan SMA Negeri 1 Manggar, dengan pelajar SMA, SMK, dan SLB turut mengikuti sosialisasi. Pendekatan di lingkungan sekolah penting karena literasi pelajar tak cukup dibangun lewat hafalan istilah; siswa perlu melihat bagaimana kebijakan, perdagangan, dan peluang studi bertaut. Kehadiran pelajar dari beragam jenis sekolah juga membuat informasi ini menjangkau calon mahasiswa dengan latar belakang yang lebih luas.

Customs Goes to School: Edukasi Bea Cukai dan Beasiswa Perkebunan

Memahami tugas Bea Cukai dalam kehidupan nyata

Materi kepabeanan dan cukai mencakup impor, ekspor, fasilitas kepabeanan, serta produk yang dikenai cukai. Narasumber Bea Cukai, Hermoko, menjelaskan empat fungsi lembaga itu: pemungut penerimaan negara, pelindung masyarakat, fasilitator perdagangan, dan pendukung industri. Keempat peran tersebut membantu siswa memahami bahwa Bea Cukai bukan hanya berurusan dengan barang di perbatasan. Tugasnya juga berkaitan dengan penerimaan negara, perlindungan dari barang terlarang atau dibatasi, kelancaran perdagangan, dan perkembangan industri dalam negeri.

Pengetahuan ini menjadi bekal praktis: pelajar dapat lebih kritis saat mendengar isu impor, ekspor, atau cukai, serta memahami mengapa aturan atas barang berdampak pada masyarakat dan usaha. Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpandan, Endang Puspawati, juga memperkenalkan PKN STAN sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Keuangan. Bagi siswa yang sedang memikirkan studi lanjutan, pengenalan lembaga dan jalur pendidikan seperti ini membuat pilihan masa depan terasa lebih konkret.

Kuota beasiswa bertambah, pilihan bidang pun luas

Kolaborasi dengan BPDP memberi nilai tambah karena sosialisasi tidak berhenti pada penjelasan kebijakan: pelajar juga mendapat informasi beasiswa SDM perkebunan. Pada 2026, kuota penerima secara nasional meningkat dari 4.000 menjadi 5.000 mahasiswa, sementara 127 mahasiswa asal Kepulauan Bangka Belitung telah memperoleh beasiswa tersebut pada periode 2023–2025. Perluasan kuota membuka peluang bagi lebih banyak lulusan SMA, SMK, dan SLB untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Program BPDP mencakup pendidikan vokasi D1–D4 dan sarjana S1. Komponen pendanaannya meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, uang buku, transportasi, dan sertifikasi. Pilihan bidang juga tidak terbatas pada pertanian: teknik mesin, teknik kimia, teknologi informasi, akuntansi, manajemen logistik, agribisnis, agroteknologi, serta teknologi pengolahan hasil pertanian termasuk bidang yang disebutkan. Seperti disampaikan narasumber BPDP, Taufiqurrokhman, “Kuliah perkebunan tidak cuma jadi petani, banyak jurusan dan profesi yang bisa masuk.” Pesan ini penting untuk meluruskan anggapan bahwa sektor perkebunan hanya menawarkan satu jenis pekerjaan.

Literasi sebagai langkah awal, bukan garis akhir

Nilai kegiatan ini terletak pada bekal yang bisa dibawa pulang siswa: pemahaman dasar tentang peran Bea Cukai, gambaran sektor perkebunan, dan petunjuk untuk menelusuri peluang studi. Informasi beasiswa saja tidak menjamin akses, tetapi membuat siswa tahu bahwa jalur vokasi maupun sarjana tersedia dan bidang yang relevan beragam. Sekolah dan keluarga dapat membantu menindaklanjuti pengenalan itu dengan mencari informasi persyaratan dan proses pendaftaran dari kanal resmi, agar peluang yang disampaikan berujung pada keputusan pendidikan yang terencana.

Penyelenggara berharap generasi muda menjadi agen perubahan yang tanggap terhadap isu kepabeanan dan potensi ekonomi nasional, serta memandang perkebunan sebagai ruang inovasi, usaha, dan karier berkelanjutan. Harapan tersebut akan lebih berarti jika literasi pelajar dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya melalui satu kunjungan. Kesimpulannya, Customs Goes to School memberi kombinasi yang berguna: pengetahuan kewargaan tentang tata kelola perdagangan dan wawasan tentang jalan menuju pendidikan serta pekerjaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan siswa dapat mengubah informasi itu menjadi pilihan yang nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!