Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bea Cukai Perluas Edukasi Kepabeanan ke Sekolah dan Masyarakat

Bea Cukai Perluas Edukasi Kepabeanan ke Sekolah dan Masyarakat
Minat|Asia Tenggara

Edukasi Kepabeanan: Dari Ruang Kelas ke Lapangan

Edukasi kepabeanan adalah serangkaian kegiatan sistematis yang dilakukan otoritas bea dan cukai untuk menjelaskan tugas, fungsi, serta aturan impor, ekspor, dan barang kena cukai kepada pelajar, pelaku usaha, dan masyarakat umum, agar tercipta kepatuhan, kepercayaan, dan pemahaman yang lebih baik terhadap pengawasan bea cukai dan peran institusi dalam ekonomi nasional. Program Customs Goes to School dan berbagai kunjungan studi yang digelar Bea Cukai dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan perubahan sikap: dari lembaga yang sering dipersepsikan hanya sebagai aparat penegak, menjadi mitra edukatif bagi generasi muda dan pelaku usaha. Langkah ini patut dibaca bukan sebagai agenda seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk menurunkan pelanggaran, mengurangi friksi layanan, dan membuka jalur ekspor bagi daerah.

Customs Goes to School: Menanam Pemahaman Sejak SMA

Program Customs Goes to School yang dijalankan unit Bea Cukai Tembilahan, Bandar Lampung, dan Banyuwangi menyasar siswa SMA di berbagai wilayah kerja mereka. Lewat sesi tatap muka, siswa tidak hanya mengenal tugas Bea Cukai, tetapi juga konsep impor-ekspor, pengawasan lalu lintas barang antarnegara, dan barang kena cukai. Ini penting: ketika generasi muda memahami sejak awal bahwa kepabeanan berkaitan langsung dengan penerimaan negara, perlindungan masyarakat, dan fasilitasi perdagangan, potensi resistensi terhadap aturan di masa depan menjadi lebih kecil. Menariknya, sosialisasi tentang peluang kuliah di PKN STAN juga disisipkan, membuka jalur karier di lingkungan keuangan negara. Di Surabaya, format Tax Goes to School bersama mahasiswa D3 Perpajakan menambah dimensi edukasi fiskal, menghubungkan peran pajak dan cukai dengan pertumbuhan ekonomi. Semakin pengetahuan ini menyebar ke keluarga dan komunitas, semakin kuat basis kepercayaan publik terhadap Bea Cukai.

Kunjungan Lapangan: Kapal Patroli dan Anjing Pelacak sebagai Media Sosialisasi

Jika kelas memberi teori, kunjungan lapangan memberi legitimasi visual. Di Tanjung Balai Karimun, kegiatan School Goes to Customs mengajak siswa SMA melihat langsung lingkungan kerja Bea Cukai, termasuk kapal patroli dan fungsinya dalam pengawasan di lapangan. Di Lampung, siswa diajak ke pelabuhan untuk menyaksikan proses ekspor-impor dan pemeriksaan barang di UTPK Pelabuhan Panjang, sehingga konsep pengawasan bea cukai tidak lagi abstrak, melainkan menyatu dengan aktivitas pelabuhan yang mereka lihat sehari-hari. Di Cirebon, peragaan seragam dan pengenalan anjing pelacak K9 menegaskan dimensi penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, sekaligus menjadi medium komunikasi yang lebih mudah dicerna oleh pelajar dan mahasiswa hukum. Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menekankan bahwa edukasi seperti ini adalah cara mendekatkan institusi kepada masyarakat dan memudahkan pemahaman ketentuan yang berlaku.

Bea Cukai Perluas Edukasi Kepabeanan ke Sekolah dan Masyarakat

Forum Konsultasi Publik: Mengaitkan Edukasi dengan Pelayanan

Edukasi ke pelajar hanya satu sisi; sisi lainnya adalah mendengar suara pengguna jasa. Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Bea Cukai Tembilahan pada awal Oktober menjadi contoh bagaimana edukasi dilengkapi dengan dialog formal dengan perusahaan, pelaku UMKM, dan instansi terkait. Kepala Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menyebut FKP sebagai syarat penting penetapan standar pelayanan dan sarana menerima masukan yang konkret dari lapangan. Langkah ini menunjukkan pengakuan bahwa kualitas layanan tidak bisa ditentukan sepihak oleh birokrasi; ia harus dirumuskan bersama pengguna. Lebih jauh, komitmen untuk memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan di wilayah Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi diarahkan pada pengembangan UMKM agar naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor. Di titik ini, edukasi kepabeanan terhubung langsung dengan agenda pertumbuhan ekonomi daerah dan perluasan akses pasar.

Mengapa Strategi Edukasi dan Sosialisasi Bea Cukai Perlu Dijaga Konsistensinya

Rangkaian Customs Goes to School, kunjungan lapangan, dan forum konsultasi publik menunjukkan arah baru Bea Cukai: membangun kepatuhan bukan melalui ketakutan, melainkan pemahaman dan partisipasi. Di tingkat pelajar, interaksi dengan kapal patroli dan anjing pelacak K9 menghapus jarak antara aparat dan warga muda, menjadikan pengawasan bea cukai sebagai bagian wajar dari kehidupan ekonomi modern. Di tingkat pelaku usaha, FKP membuka ruang koreksi terhadap layanan dan menyatukan visi mendorong UMKM ke pasar internasional. Ke depan, konsistensi menjadi kata kunci. Tanpa kesinambungan, edukasi akan kembali dianggap sebagai kegiatan musiman yang tidak memengaruhi perilaku. Dengan kesinambungan, ia bisa menurunkan pelanggaran, mempercepat proses ekspor, dan memperkuat citra Bea Cukai sebagai institusi yang melindungi sekaligus memfasilitasi. Inilah fondasi yang layak dibangun jika pelayanan publik dan ekonomi daerah ingin tumbuh beriringan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!