Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Aturan Bahasa dan Batas Waktu Grammy yang Menjegal BLACKPINK

Aturan Bahasa dan Batas Waktu Grammy yang Menjegal BLACKPINK
Minat|Penyanyi/Band Pop

Inti Masalah: Kategori Asian Pop yang Malah Mengunci BLACKPINK

Kategori Asian Pop di Grammy Awards 2027 adalah kategori baru yang dirancang untuk mengapresiasi musik pop Asia, tetapi aturan bahasa dan batas waktu rilis yang ketat justru membuat beberapa artis terbesar, termasuk BLACKPINK, tidak dapat bersaing meski mereka menjadi motor utama gelombang musik Asia global.

Alih-alih membuka pintu, dua aturan eligibilitas Grammy—syarat bahasa Asia yang “bermakna” dan periode kelayakan yang sempit—menjadi pagar tinggi di depan gerbang pengakuan internasional. BLACKPINK dan para anggotanya adalah contoh paling mencolok: karya mereka yang mendominasi percakapan global di era pop berbahasa Inggris mendadak dianggap berada di luar pagar kategori Asian Pop. Ini bukan sekadar insiden teknis; ini cermin bagaimana Grammy masih gamang mendefinisikan musik Asia di panggung dunia.

Aturan Bahasa: Ketika Pop Asia Diukur dari Jumlah Kata

Aturan pertama yang menjegal BLACKPINK adalah ketentuan bahasa. Recording Academy mensyaratkan penggunaan bahasa Asia secara “bermakna” dalam rekaman yang diajukan ke kategori Asian Pop. Beberapa kata, ad-lib, atau frasa pendek dalam bahasa Asia dinyatakan tidak cukup, sementara lagu yang sepenuhnya berbahasa Inggris otomatis gugur. Dengan kata lain, identitas Asia diukur melalui proporsi lirik, bukan melalui penulis, produser, atau estetika musikal.

Dampaknya terasa jelas pada mini album ketiga BLACKPINK, “DEADLINE”, yang berisi lima lagu: empat di antaranya sepenuhnya berbahasa Inggris, sehingga tak memenuhi ketentuan kategori Asian Pop. Lagu “JUMP” memang memasukkan lirik Korea, tetapi statusnya sebagai single yang telah dirilis sebelumnya dan pernah diajukan ke Grammy Awards ke-68 membuatnya tidak bisa diajukan lagi. Ironisnya, ketika pop Asia sedang gencar menembus pasar global dengan lirik Inggris, Grammy menutup pintu kategori Asian Pop bagi karya yang memakai strategi bahasa tersebut.

Batas Waktu Rilis: Periode Kelayakan yang Memotong Diskografi BLACKPINK

Aturan kedua yang tak kalah menentukan adalah periode kelayakan rekaman. Grammy Awards ke-69 menetapkan masa kelayakan dari 31 Agustus tahun lalu hingga 28 Agustus tahun ini. Di atas kertas, ini hanya kalender. Dalam praktik, garis waktu ini memotong diskografi para anggota BLACKPINK, membuat banyak rilisan mereka berada di luar jangkauan kategori Asian Pop.

Solo Jennie menjadi contoh jelas. Ia merilis Less than a Lover pada 24 Juli dan EP digital Fallen Angel pada 28 Agustus, tetapi seluruh lagu di proyek tersebut menggunakan bahasa Inggris sehingga terbentur aturan bahasa. Jisoo membawa EP AMORTAGE dengan dua lagu Korea, namun rilis 14 Februari tahun lalu—sebelum masa kelayakan—membuatnya gugur lebih dulu. Kolaborasinya dengan Zayn Malik, EYES CLOSED, memang masuk periode, tetapi lagi-lagi sepenuhnya berbahasa Inggris. Lisa dan Rosé menghadapi kombinasi masalah serupa: Bad Angel dan berbagai single lain dominan bahasa Inggris, sementara “SaWaDiKa” dan “New Trick” dirilis setelah batas 28 Agustus. Hasilnya, hampir seluruh lini solo BLACKPINK tersapu keluar oleh jam dan kamus.

BTS, Stray Kids, dan Pertanyaan Identitas Musik Asia di Grammy

Ketegangan ini tidak berhenti pada BLACKPINK. BTS dan Stray Kids juga dilaporkan tidak mengajukan karya untuk Grammy Awards ke-69. BTS secara eksplisit menyatakan harapan agar musik dinilai dari karyanya, bukan berdasarkan wilayah atau bahasa, sebuah sikap yang dibaca banyak orang sebagai kritik terhadap kategori khusus Asia. Stray Kids tidak mengaitkan keputusan mereka secara langsung dengan kategori Asian Pop, tetapi efeknya sama: nama-nama utama K-pop menghilang dari tahun perdana kategori ini.

Menurut pernyataan resmi, kategori Asian Pop dibuat untuk mengakui perkembangan musik pop Asia—dari K-pop, J-pop, hingga pop berbahasa Mandarin—yang telah menjadi kekuatan besar dalam industri global. Namun absennya BLACKPINK, BTS, dan Stray Kids memunculkan pertanyaan tajam: apakah kategori ini lebih menilai bahasa, kewarganegaraan, atau karakter musik? Jika bahasa non-Asia menjadi penghalang, maka artis Asia yang menargetkan audiens global lewat lirik Inggris akan terpinggirkan dari penghargaan yang seharusnya mewakili mereka. Di sisi lain, Recording Academy menyatakan tetap melanjutkan kategori Asian Pop dan telah menerima banyak karya untuk tahun perdana ini. Daftar nominasi pertamanya dipastikan akan menjadi barometer bagaimana musik Asia ingin didefinisikan di panggung Grammy.

Implikasi Lebih Luas: Saat Pengakuan dan Pembatasan Berjalan Bersamaan

Kontroversi seputar BLACKPINK nominasi Grammy menunjukkan kesenjangan serius dalam aturan eligibilitas Grammy untuk musik Asia. Di satu sisi, Grammy Awards 2027 menambahkan kategori Asian Pop sebagai bentuk pengakuan. Di sisi lain, kombinasi aturan bahasa dan periode kelayakan membuat kategori ini terasa eksklusif bagi karya yang tetap “tinggal” di bahasa Asia, bukan bagi artis yang sedang menguji batas global pop.

Ini menempatkan artis Asia pada dilema: tetap menggunakan bahasa Asia demi peluang di kategori khusus, atau beralih ke bahasa Inggris untuk menjangkau pasar global namun berisiko tersisih dari musik Asia Grammy. Pertanyaan yang tersisa untuk Recording Academy sederhana tetapi penting: apakah tujuan kategori Asian Pop adalah melindungi bahasa, merayakan identitas, atau mengakui dampak global artis Asia—tak peduli bahasa apa yang mereka pilih? Sampai jawaban itu jelas, kategori ini akan terus terasa seperti hadiah setengah hati: pengakuan yang datang bersama batasan yang ketat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!