Keterampilan praktis, jalan menuju kemandirian
Pelatihan membuat kue adalah kegiatan pembelajaran praktis yang membekali peserta dengan kemampuan mengolah kue agar dapat digunakan untuk menambah penghasilan atau merintis usaha dari rumah. Bekal semacam ini penting karena kemandirian ekonomi perempuan tidak cukup didorong lewat ajakan; perempuan juga memerlukan keterampilan yang bisa langsung diterapkan dan dikembangkan. Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Riau mengadakan pelatihan pembuatan kue di Perumahan Botania Garden, Batam, pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi perempuan. Ketua BKOW Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang, menekankan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat. Karena itu, keterampilan baking perempuan patut dipandang bukan sekadar kegiatan pengisi waktu, melainkan bekal produktif untuk memperkuat pilihan dan peran ekonomi mereka.
Dari dapur rumah tangga ke pasar
Nilai pelatihan ini terletak pada peluang untuk mengubah kemampuan memasak menjadi produk yang bisa ditawarkan kepada pelanggan. Peserta dapat memakai keterampilan baru sebagai modal awal untuk merintis usaha dari rumah atau mengembangkan usaha yang sudah berjalan; pelatihan tersebut juga diharapkan menambah penghasilan keluarga. Usaha kue rumahan menarik karena dapat berangkat dari dapur yang sudah tersedia, tetapi potensi itu tidak tumbuh otomatis. Ketekunan, kreativitas, dan kesungguhan menentukan apakah hasil belajar berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Pasar Kepri memberi alasan untuk mencoba: kue tradisional maupun modern dinilai memiliki peluang seiring potensi perdagangan, pariwisata, dan UMKM di wilayah tersebut. Maka, pelatihan paling bermanfaat ketika peserta melanjutkan latihan dengan mengenali kebutuhan pembeli dan menjaga mutu produk.
Dukungan perlu berlanjut setelah pelatihan
Satu kegiatan dapat membuka pintu, tetapi pendampingan dan ruang untuk terus belajar membantu peserta melangkah lebih jauh. Nenny mengajak organisasi perempuan di Kepri bersinergi menghadirkan program yang meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha. Arah ini tepat: akses pada pelatihan perlu berjalan beriringan dengan dukungan agar peserta mampu mengembangkan ide, memperbaiki produk, dan membangun kepercayaan diri sebagai pelaku usaha. Nenny juga menyebut kemandirian ekonomi dapat memperkuat daya tawar perempuan dan mengurangi kerentanan terhadap berbagai bentuk kekerasan. Dengan demikian, dampak pelatihan tidak semestinya diukur hanya dari keterampilan membuat kue yang diperoleh, tetapi juga dari kesempatan nyata untuk mengubah keterampilan itu menjadi sumber penghasilan dan posisi yang lebih kuat dalam keluarga maupun masyarakat.
Keterampilan perlu diikuti keberanian mencoba
Pelatihan BKOW Kepri di Botania Garden memberi pesan yang jelas: peluang usaha bisa berawal dari keterampilan sederhana, tetapi keberlanjutannya membutuhkan ketekunan dan dukungan yang konsisten. Bagi peserta, kemampuan membuat kue dapat menjadi langkah pertama untuk menguji produk, melayani kebutuhan pelanggan, lalu mengembangkan usaha sesuai kemampuan. Bagi organisasi perempuan, tantangannya adalah menjaga agar pelatihan tidak berhenti sebagai acara satu kali, melainkan menjadi bagian dari upaya peningkatan keterampilan yang berkesinambungan. Harapan Nenny agar kegiatan ini membantu membentuk perempuan yang mandiri, kreatif, produktif, dan berdaya saing akan lebih mungkin tercapai jika peserta mendapat kesempatan untuk terus belajar. Kesimpulannya, pelatihan membuat kue bernilai bukan hanya karena mengajarkan teknik baking, tetapi karena membuka jalan bagi perempuan untuk mengubah kemampuan menjadi kemandirian ekonomi.






