Dua kerumunan, satu daya tarik
Tabligh akbar UAS adalah pertemuan dakwah terbuka yang menghadirkan tausiyah Ustadz Abdul Somad bagi jemaah, sekaligus menjadi ruang berkumpul untuk menyimak pesan keagamaan dan kemanusiaan. Dalam dua hari berturut-turut, ribuan warga memadati acara di Seluma dan Kampus UNIB, memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat Bengkulu terhadap ceramahnya. Pola itu terasa lebih kuat daripada sekadar ramainya sebuah agenda: tema yang dekat dengan kepedulian bersama dan suasana peringatan publik membuat kedua pertemuan punya daya tarik tersendiri. Tabligh akbar di Masjid Agung Baitul Falihin berlangsung Sabtu, 31 Oktober 2026, sedangkan tausiyah di UNIB digelar Minggu, 1 November. Kedekatan jadwal itu menjadikan dua acara tersebut rangkaian yang menonjol, meski masing-masing membawa konteks berbeda.
Seluma mengangkat solidaritas untuk Palestina
Pada Sabtu siang, pelataran Masjid Agung Baitul Falihin di Kelurahan Pasar Tais, Kabupaten Seluma, dipadati ribuan jemaah dari berbagai wilayah Seluma dan daerah tetangga. Banyak warga telah datang sejak pagi untuk mendapatkan tempat di depan. Kehadiran UAS di Seluma merupakan bagian dari tabligh akbar bertema “Solidaritas Seluma untuk Palestina”. UAS mengajak masyarakat terus mendoakan warga Palestina dan menekankan bahwa kepedulian terhadap mereka melampaui batas agama. Ia menyatakan, “Membela Palestina tidak mesti menjadi muslim, cukup menjadi manusia.” Respons jemaah dengan pekik takbir menunjukkan kuatnya sambutan terhadap pesan kemanusiaan tersebut. Nilai acara ini bukan hanya pada jumlah yang hadir, melainkan juga pada tema yang menyatukan dakwah dan solidaritas. Bupati Seluma, Teddy Rahman, turut menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari penguatan iman, akhlak, persatuan, dan nilai religius.
Tausiyah di UNIB menutup Gebyar Semarak Merah Putih
Sehari setelah acara di Seluma, ribuan warga Bengkulu memadati halaman Rektorat Universitas Bengkulu untuk mengikuti tausiyah UAS. Jemaah UAS Bengkulu yang hadir didominasi kaum ibu, dan antusiasme mereka mengiringi penutupan Gebyar Semarak Merah Putih Provinsi Bengkulu 2026 pada Minggu siang, 1 November. Tausiyah UAS UNIB menjadi penutup rangkaian kegiatan, bukan acara yang berdiri sendiri: program tersebut sebelumnya digelar di 12 titik yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, hadir menutup rangkaian acara dan mengapresiasi dukungan Rektor serta civitas akademika UNIB. Rektor UNIB, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, juga menyampaikan bahwa kegiatan itu mencerminkan kolaborasi pemerintah provinsi dan kampus. Kehadiran ribuan warga memberi penutup yang kuat bagi agenda yang menggabungkan semangat kebersamaan dan tausiyah.

Antusiasme yang membawa pesan lebih luas
Dari Masjid Agung Baitul Falihin hingga halaman Rektorat UNIB, besarnya kehadiran jemaah menegaskan bahwa tabligh akbar UAS mampu menarik warga dari beragam wilayah. Namun, keramaian itu paling bermakna ketika dibaca bersama isi dan tujuan acaranya: di Seluma, seruan untuk mendoakan Palestina mengaitkan dakwah dengan kemanusiaan; di UNIB, tausiyah menjadi bagian dari penutupan kegiatan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Dua acara tersebut menawarkan konteks yang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan bagaimana pertemuan keagamaan dapat menjadi ruang kebersamaan. Bagi warga yang hadir, tausiyah bukan sekadar agenda di panggung; ia menjadi kesempatan berkumpul dan menyimak pesan yang melampaui acara itu sendiri. Kesimpulannya, antusiasme di Seluma dan UNIB menunjukkan daya jangkau dakwah UAS sekaligus pentingnya tema yang memberi makna pada kerumunan.






