Antusiasme jemaah memenuhi Seluma
Tabligh akbar adalah pertemuan keagamaan terbuka yang menghimpun jemaah untuk mendengarkan ceramah, memperkuat iman, dan merawat kepedulian bersama. Di Seluma, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar acara besar: ribuan warga datang untuk menyimak Ustaz Abdul Somad dan menunjukkan semangat kebersamaan. Tabligh akbar Seluma berlangsung di halaman Masjid Baitul Falihin pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Warga dari berbagai wilayah mulai berdatangan sejak acara dimulai pukul 09.00 WIB, sementara UAS tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Tenda yang disiapkan panitia berkapasitas sekitar 1.000 orang dan dipenuhi jemaah. Pemandangan itu menegaskan besarnya perhatian masyarakat terhadap kunjungan sang dai. Kehadiran UAS di Seluma terasa istimewa bukan hanya karena jumlah jemaah, melainkan juga karena pesan yang dibawanya mengajak warga mengarahkan antusiasme menjadi kepedulian nyata.

Tausiyah Palestina mengajak bertindak
Inti acara terletak pada tausiyah Palestina bertema “Solidaritas Seluma untuk Palestina”. UAS mengajak jemaah mendoakan rakyat Palestina dan menyisihkan sebagian rezeki sesuai kemampuan untuk membantu mereka. Pesannya terasa kuat karena solidaritas tidak dibatasi pada kehadiran fisik di wilayah konflik: doa dan bantuan yang disalurkan melalui lembaga resmi juga dapat menjadi bentuk dukungan. UAS secara khusus mengarahkan jemaah menyalurkan bantuan melalui Baznas agar dapat diteruskan kepada pihak yang membutuhkan. Di luar isu Palestina, ia mengingatkan pentingnya menjaga iman, ketakwaan, dan silaturahmi serta menjadikan ajaran Rasulullah sebagai pedoman hidup. Rangkaian pesan ini memberi bobot lebih pada acara yang dipadati warga: antusiasme tidak berhenti sebagai sambutan meriah, tetapi diarahkan pada kepedulian dan hubungan baik antarsesama.
Sterilisasi jalan mendukung kelancaran acara
Keramaian sebesar ini memerlukan pengaturan yang matang, dan pengaturan lalu lintas Tais menjadi bagian penting dari persiapan. Menjelang kegiatan pada Sabtu pagi, 31 Oktober 2026, kendaraan besar seperti truk angkutan barang dan truk ekspedisi dilarang melintasi jalan dua jalur Kota Tais. Kebijakan tersebut memang membatasi akses kendaraan berat, tetapi memberi ruang bagi pergerakan jemaah dan membantu mengurangi risiko kemacetan. Kasat Lantas Polres Seluma, Iptu Wiwit Sutrisno, menyebut sterilisasi jalur sebagai langkah agar arus kedatangan warga tidak tersendat. Bagi pengendara dan masyarakat yang hendak hadir, konsekuensinya jelas: ikuti arahan petugas dan bersiap menghadapi pengaturan jalan. Pembatasan sementara ini lebih masuk akal daripada membiarkan jalur utama dipadati kendaraan besar saat ribuan jemaah menuju lokasi.
Selain penataan arus kendaraan, personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu kelancaran dan menjaga keamanan. Pengamanan dipusatkan di halaman Masjid Agung Baitul Falihin, area parkir, serta kawasan tamu VIP. Langkah ini menunjukkan bahwa kelancaran acara tidak hanya bergantung pada kapasitas lokasi, tetapi juga koordinasi di jalan dan titik-titik berkumpul. Penyelenggaraan yang tertib membantu jemaah mengikuti tausiyah dengan lebih nyaman, sementara pengendara di sekitar Kota Tais perlu mematuhi instruksi petugas. Pada akhirnya, tabligh akbar ini memadukan sambutan hangat bagi UAS dengan pesan solidaritas yang melampaui acara itu sendiri. Antusiasme warga menjadi kekuatan, tetapi kepedulian kepada Palestina dan disiplin bersama di jalanlah yang membuat keramaian tersebut bermakna.






