Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gubernur NTB dan Lampung: Kerja Sama Antardaerah yang Menggerakkan Ekonomi Desa

Gubernur NTB dan Lampung: Kerja Sama Antardaerah yang Menggerakkan Ekonomi Desa
Minat|Asia Tenggara

Dari Kompetisi ke Kolaborasi: Mengapa Kerja Sama Antardaerah Penting

Kerja sama antardaerah adalah bentuk kolaborasi lintas provinsi untuk saling berbagi program, pengetahuan, dan sumber daya, sehingga transformasi ekonomi daerah tidak lagi bergantung pada upaya masing-masing wilayah secara terpisah, tetapi pada keterhubungan regional yang menyatukan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis keunggulan spesifik setiap daerah. Dalam konteks ini, kunjungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Lampung menjadi contoh konkret bagaimana konektivitas regional digunakan sebagai strategi untuk mempercepat perubahan struktural di level desa dan memperluas dampak pembangunan di luar batas administratif semata.

Langkah Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengirim tim pemprov untuk memperkuat komunikasi dengan Lampung jelas bukan sekadar agenda seremonial. Ia membaca bahwa keterhubungan lintas provinsi adalah modal politik dan ekonomi baru: daerah tidak lagi saling menyaingi dalam rebutan proyek, tetapi saling melengkapi melalui pertukaran praktik baik. Tindak lanjut dari pertemuan dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperlihatkan orientasi baru pembangunan yang menempatkan dialog lintas sektor sebagai pintu masuk investasi pemikiran, teknologi, dan kebijakan. Dengan kata lain, konektivitas regional menjadi strategi sadar untuk keluar dari pola pembangunan yang terfragmentasi.

Desaku Maju sebagai Model Ekosistem Ekonomi Desa

Kunjungan sekitar 20 orang dari delegasi Pemprov NTB ke Lampung berangkat dari satu kesadaran: program Desaku Maju bukan sekadar proyek unggulan, tetapi ekosistem ekonomi desa yang layak dijadikan rujukan transformasi ekonomi daerah. Menurut Sekretaris Daerah Lampung Marindo Kurniawan, tujuan utama kunjungan itu adalah melihat bagaimana Desaku Maju dibangun sebagai kesatuan program yang saling terkait, bukan kumpulan kegiatan parsial di banyak dinas. Desain seperti ini penting karena ekonomi desa tidak akan kuat jika hanya disentuh lewat satu intervensi, entah pertanian, pelatihan, atau infrastruktur saja. Ekosistem menuntut adanya rantai dari hulu ke hilir yang terintegrasi secara fungsional.

Dalam ekosistem Desaku Maju, Dinas Pertanian mengembangkan pupuk hayati cair, sementara hilirisasi komoditas ditangani oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Program vokasi melalui Dinas Tenaga Kerja, pembangunan jalan desa, pembinaan BUMDes dan koperasi desa melengkapi rantai nilai yang dibangun. Pada tahap awal, program ini dipiloting di 25 desa, menandai pendekatan gradual yang realistis dibanding ambisi serba instan. Menurut Marindo, rangkaian program itu diharapkan menciptakan nilai tambah di desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Cara berpikir ekosistem seperti ini seharusnya menjadi standar baru bagi daerah lain: bukan menyalin persis, tetapi mengadopsi logika integrasi program sebagai fondasi desain kebijakan.

Gubernur NTB dan Lampung: Kerja Sama Antardaerah yang Menggerakkan Ekonomi Desa

Pertukaran Program: Desa Berdaya NTB Bertemu Desaku Maju Lampung

Titik temu paling menarik dari kerja sama NTB–Lampung ada pada cara kedua provinsi memposisikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. NTB datang dengan Program Desa Berdaya—melalui pendekatan Desa Berdaya Transformatif dan Tematik—yang fokus pada penguatan masyarakat, potensi lokal, dan ekonomi desa. Lampung menyajikan Desaku Maju yang berorientasi pada pembangunan ekosistem ekonomi desa melalui produktivitas pertanian, hilirisasi, kelembagaan ekonomi, pelatihan, dan dukungan sarana-prasarana. Kesamaan orientasi ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah yang menunggu bantuan, melainkan sebagai ruang tumbuhnya produktivitas, kemandirian ekonomi, dan inovasi. Di sinilah pertukaran program menjadi lebih substansial daripada sekadar berbagi dokumen.

Kunjungan tim NTB ke Desa Wonomarto di Lampung Utara menjadi laboratorium lapangan bagi gagasan tersebut. Di sana, mereka menyaksikan pengembangan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang dibagikan gratis kepada petani sebagai dukungan langsung pada produktivitas pertanian masyarakat. Desa juga tengah mengembangkan pakan untuk ayam petelur, memperlihatkan bagaimana ekonomi desa bertumpu pada pengolahan potensi lokal, bukan sekadar jual bahan mentah. Bed dryer sebagai sarana pengering hasil pertanian menjadi bagian lain dari ekosistem Desaku Maju, menghubungkan produksi, pascapanen, kelembagaan ekonomi, dan akses pasar. Pertukaran pengalaman ini penting bukan untuk menyeragamkan model, melainkan memperkaya pilihan pendekatan yang bisa disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing.

Gubernur NTB dan Lampung: Kerja Sama Antardaerah yang Menggerakkan Ekonomi Desa

Konektivitas Regional dan Dampaknya bagi Warga Desa

Konektivitas regional sering terdengar abstrak, padahal dampaknya sangat konkret bagi warga desa. Ketika NTB belajar dari Lampung, yang diuntungkan bukan hanya birokrat, tetapi petani yang mendapat pupuk hayati cair gratis, pelaku usaha kecil yang merasakan bed dryer sebagai penolong pascapanen, dan masyarakat desa yang melihat BUMDes, koperasi, serta jalan desa menjadi bagian dari satu kesatuan strategi ekonomi. Desa tidak lagi sekadar lokasi pelaksanaan program pemerintah, tetapi ruang tempat produktivitas dan kemandirian ekonomi tumbuh secara bertahap. Di sisi lain, target Lampung agar setiap desa memiliki titik produksi pupuk hayati cair memperlihatkan orientasi jelas pada pemerataan manfaat ekosistem ekonomi.

Pembangunan dryer yang sudah mendekati tahap akhir dengan sisa pekerjaan sekitar 30 persen, dan ditargetkan selesai pada 2027, menunjukkan bahwa konektivitas antardaerah juga membutuhkan kepastian timeline dan komitmen realisasi, bukan hanya slogan kerja sama. Ketika NTB menyusun penguatan Desa Berdaya, pengalaman Lampung membantu memastikan bahwa desain ekosistem tidak putus di tengah jalan karena kurang perencanaan. Hubungan antardaerah yang diterjemahkan menjadi komunikasi produktif, pertukaran pengetahuan, dan peluang kolaborasi memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menggeser paradigma pembangunan dari pendekatan sektoral sempit menuju kolaborasi lintas provinsi dalam penguatan infrastruktur dan sumber daya manusia.

Kesimpulan: Kolaborasi Lintas Provinsi sebagai Jalan Cepat Transformasi Ekonomi Daerah

Pelajaran utama dari kerja sama NTB–Lampung adalah sederhana tetapi kuat: transformasi ekonomi daerah membutuhkan keberanian untuk membuka diri terhadap pengalaman daerah lain. Dengan menjadikan program Desaku Maju sebagai model pembelajaran, NTB mengakui bahwa ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi lintas OPD lebih efektif daripada pendekatan yang terkotak-kotak. Sebaliknya, Lampung menunjukkan bahwa program daerah bisa naik kelas menjadi rujukan nasional jika sanggup membuktikan manfaat nyata bagi warga desa. Menurut Marindo Kurniawan, kuncinya adalah melihat bagaimana seluruh program menjadi satu ekosistem, bukan partisipasi parsial semata.

Ke depan, kerja sama antardaerah seharusnya tidak berhenti pada kunjungan dan sesi foto, tetapi berujung pada penyesuaian kebijakan, replikasi elemen yang relevan, dan pembukaan ruang kolaborasi baru. Gubernur NTB memanfaatkan konektivitas regional sebagai ikhtiar memperluas ruang kolaborasi pembangunan, sementara Lampung menunjukkan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi ekonomi jika didukung ekosistem yang utuh. Jika pola ini terus diperkuat lintas provinsi lain, kita akan melihat pergeseran nyata dari kompetisi menuju kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia, dengan desa sebagai panggung utama pertumbuhan ekonomi lokal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!