Ekonomi Lampung: Pertumbuhan Bukan Sekadar Angka
Ekonomi Lampung adalah struktur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi di provinsi ini yang bertumpu pada sektor pertanian, usaha mikro kecil menengah, dan jasa, lalu diarahkan pemerintah daerah melalui kebijakan hilirisasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, serta penguatan basis data agar pertumbuhan tidak hanya tinggi di atas kertas, tetapi terasa nyata bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Garis besar kebijakan Rahmat Mirzani Djausal jelas: ekonomi Lampung harus tumbuh sambil berubah. Pertumbuhan 5,29 persen secara tahunan pada triwulan kedua, yang menempatkan Lampung di posisi kedua tertinggi di Sumatra, menjadi bukti bahwa mesin ekonomi mulai menghangat. Namun, strategi Mirza tidak berhenti di perayaan angka. Ia mengarahkan fokus pada tiga poros: pemberdayaan perempuan pengusaha, produktivitas dan hilirisasi hasil pertanian, serta penggunaan sensus ekonomi 2026 sebagai fondasi kebijakan yang terukur. Tanpa kombinasi tiga poros ini, ekonomi Lampung akan terjebak pada pertumbuhan kuantitatif tanpa transformasi struktural.
IWAPI dan Perempuan Pengusaha: Hilirisasi dari Dapur ke Pasar Digital
Pemberdayaan perempuan pengusaha bukan aksesori narasi kesetaraan; di Lampung ia sedang dijadikan mesin ekonomi. Saat membuka Rakerda IV DPD IWAPI Lampung bertema “Inovasi Pangan Lokal Go Digital”, Gubernur Mirza mendorong organisasi ini memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui hilirisasi komoditas pangan dan usaha berbasis teknologi digital. Sikapnya tegas: perempuan tidak diberi ruang karena jenis kelamin, melainkan karena kompetensi, kerja keras, dan kapasitas memimpin.
Di sini letak logika ekonominya. Lampung kaya singkong, jagung, dan padi, tetapi terlalu banyak yang keluar sebagai bahan mentah tanpa nilai tambah lokal. Ketika IWAPI didorong mengolah komoditas itu menjadi produk olahan, lapangan kerja baru muncul, rantai pasok lokal menguat, dan ekonomi Lampung bergerak dari ekonomi bahan mentah menuju ekonomi bernilai tambah. Hilirisasi hasil pertanian lewat tangan perempuan UMKM adalah strategi ekonomi, bukan sekadar program sosial. Apalagi, organisasi ini menaungi puluhan ribu pengusaha perempuan di berbagai daerah, sehingga skala dampaknya potensial sangat luas.

HKTI, Produktivitas Pertanian, dan Jalan Keluar dari Perangkap Komoditas Mentah
Jika perempuan UMKM diperkuat di hilir, petani menjadi fokus di hulu. Saat melantik PAC HKTI Lampung Selatan di Desa Gandri, Penengahan, Mirza dengan lugas menyatakan tugas hari ini adalah meningkatkan pendapatan petani melalui produktivitas dan nilai tambah. Ia mengingatkan, ketika petani makmur, masyarakat makmur, dan pada gilirannya negara menjadi kuat. Ini bukan slogan; ia menautkan kesejahteraan petani dengan ketahanan ekonomi Lampung.
Contoh konkret diberi pada jagung: produktivitas lahan di Lampung Selatan saat ini sekitar enam hingga delapan ton per hektare dan ditargetkan naik di atas sepuluh ton per hektare. Pemerintah provinsi mendorong penggunaan pupuk hayati cair bagi petani, yang bahkan dijanjikan dapat diperoleh secara gratis, untuk mendongkrak hasil panen. Di sisi hilir, Mirza menegaskan petani tidak boleh terus-menerus menjual dalam bentuk bahan mentah; hilirisasi hasil pertanian harus menjadi kebiasaan baru. Strategi ini menyasar dua titik sekaligus: memperbesar kue ekonomi lewat produktivitas, dan memastikan bagian terbesar kue itu dinikmati petani lewat hilirisasi. Tanpa dua hal ini, Lampung akan terus bergantung pada ekspor komoditas mentah dan rentan terhadap fluktuasi harga.

Sensus Ekonomi 2026: Data sebagai Tulang Punggung Kebijakan
Kebijakan ekonomi Lampung di era Mirza memiliki satu ciri yang sering diabaikan di banyak daerah: kesadaran bahwa tanpa data, semua program mudah tersesat. Kunjungan kerja Gubernur bersama Sekdaprov ke kantor statistik untuk meninjau progres Sensus Ekonomi 2026 menunjukkan bahwa data tidak ditempatkan sebagai formalitas, melainkan pondasi. Hingga saat ini, pencacahan sensus mencapai sekitar 78 persen dan berjalan tertib.
Pemerintah provinsi menegaskan sensus ekonomi 2026 harus menjadi basis data tunggal perekonomian daerah yang akurat, presisi, dan strategis untuk mengarahkan kebijakan ke depan. Fokusnya tidak hanya pada usaha besar yang sudah tertib administrasi, tetapi juga usaha menengah, kecil, mikro, hingga unit usaha rumah tangga yang sering luput dari radar. Dalam satu hingga dua pekan, tim sensus direncanakan melakukan penyisiran ulang ke responden yang belum terdata untuk menguatkan kualitas data. Jika proses ini berhasil, Lampung berpeluang memiliki peta ekonomi yang jelas: di mana UMKM perempuan berada, bagaimana produktivitas pertanian tersebar, dan sektor mana yang layak didorong lewat investasi. Tanpa peta data ini, strategi besar Mirza mudah berubah menjadi serangkaian program terputus-putus.
Dua Tahun Mirza–Jihan: Antara Capaian Angka dan PR Struktural
Dalam dua tahun, duet Mirza–Jihan membawa ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen dan menempatkannya di papan atas pertumbuhan kawasan. Sektor pertanian menjadi motor utama, dengan kontribusi pertumbuhan hampir 6 persen dan penurunan kemiskinan yang mengeluarkan sekitar 55 ribu jiwa dari garis miskin. Nilai Tukar Petani juga naik hingga 132,64 pada Juli, menunjukkan posisi tawar petani perlahan membaik. Ini menunjukkan bahwa orientasi pada petani dan UMKM bukan sekadar wacana.
Namun, analisis pengamat menunjukkan Lampung masih berada di fase pertumbuhan kuantitatif, belum masuk transformasi struktural. Lapangan kerja formal masih sempit, pekerja paruh waktu dan setengah penganggur mendominasi, dan struktur ekonomi tetap bergantung pada ekspor komoditas mentah. Di titik ini, strategi Mirza—pemberdayaan perempuan pengusaha, produktivitas pertanian, hilirisasi hasil pertanian, dan sensus ekonomi 2026—perlu konsistensi jangka panjang. Tanpa industrialisasi berbasis komoditas lokal, investasi besar serentak, dan penyerapan tenaga kerja formal, ekonomi Lampung bisa mandek di level “tumbuh tapi rapuh”. Kebijakan hari ini sudah berada di arah yang lebih tepat, tetapi jalan menuju ekonomi Lampung yang inklusif dan tahan guncangan masih panjang.






