Orang Tua Wajib Tahu! Ini Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Gendongan Bayi

Foto: AnnaStills/istockphoto
Gendongan bayi menjadi pilihan banyak orang tua karena praktis dan mempererat bonding dengan si kecil. Namun, penggunaan yang kurang tepat justru bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, baik untuk bayi maupun orang tua.
Beberapa kesalahan sering dilakukan tanpa disadari, terutama oleh orang tua baru. Padahal, posisi dan teknik menggendong yang salah bisa memengaruhi kenyamanan dan keamanan bayi. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui kesalahan umum ini agar bisa menghindarinya sejak awal.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Gendongan Bayi
Menggunakan gendongan bayi sebenarnya mudah, tapi tetap ada aturan dasar yang perlu diperhatikan. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada kenyamanan dan keamanan. Berikut kesalahan yang sering terjadi dan bisa kamu hindari:
1. Posisi Kepala Bayi Tidak Tertopang dengan Baik
Bayi, terutama newborn, belum memiliki kekuatan leher yang baik. Banyak orang tua lupa memastikan kepala bayi tertopang saat menggunakan gendongan. Akibatnya, kepala bayi bisa terkulai ke depan atau ke samping yang berisiko mengganggu pernapasan.
Pastikan bagian sandaran kepala di gendongan benar-benar menopang dengan lembut dan stabil. Posisi ini sangat penting untuk menjaga jalan napas bayi tetap aman.
Foto: Halfpoint istockphoto
2. Posisi Kaki Bayi Terlalu Lurus ke Bawah
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah posisi kaki bayi menggantung lurus ke bawah. Posisi ini membuat pinggul bayi tidak berada di posisi alami dan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman.
Idealnya, posisi kaki bayi membentuk huruf “M” dengan lutut lebih tinggi dari pantat. Posisi ini membantu perkembangan tulang pinggul dan membuat bayi lebih nyaman saat digendong.
3. Mengikat atau Memasang Gendongan Terlalu Longgar
Gendongan yang terlalu longgar bisa membuat tubuh bayi tidak stabil. Bayi bisa turun terlalu rendah sehingga beban terasa lebih berat di tubuh kamu.
Selain itu, posisi yang terlalu longgar meningkatkan risiko bayi terguncang saat kamu bergerak. Pastikan gendongan terpasang pas, tidak terlalu ketat, dan tetap memberikan ruang gerak yang aman untuk bayi.
4. Mengabaikan Kenyamanan Tubuh Orang Tua
Fokus berlebihan pada posisi bayi kadang membuat orang tua lupa memperhatikan kenyamanan tubuh sendiri. Tali gendongan yang tidak disesuaikan dengan postur tubuh bisa menyebabkan nyeri bahu dan punggung.
Posisi tubuh yang salah juga bisa mempercepat kelelahan saat menggendong dalam waktu lama. Menjaga kenyamanan kamu sangat penting agar aktivitas menggendong tetap aman dan menyenangkan.
5. Menggunakan Gendongan yang Tidak Sesuai Usia dan Berat Bayi
Banyak orang tua menggunakan satu jenis gendongan untuk semua tahap usia bayi. Padahal, newborn membutuhkan dukungan ekstra untuk kepala dan punggung, sedangkan bayi yang lebih besar membutuhkan penopang yang lebih kuat.
Menggunakan gendongan yang tidak sesuai bisa membuat bayi tidak nyaman bahkan berisiko cedera. Selalu periksa spesifikasi usia dan berat yang sesuai sebelum digunakan.
Rekomendasi Produk Gendongan Bayi yang Nyaman
Agar terhindar dari kesalahan-kesalahan di atas, kamu bisa memilih gendongan bayi dengan desain ergonomis yang mendukung posisi alami bayi dan kenyamanan orang tua. Gendongan dengan bantalan empuk, sandaran kepala yang stabil, dan tali yang bisa disesuaikan sangat membantu aktivitas menggendong sehari-hari.






