Jangan Asal Pilih Ukuran Dot, Ini Cara Menyesuaikan dengan Usia Bayi

Foto: Photodjo/istockphoto
Memilih dot botol susu sering dianggap sepele, padahal ukurannya sangat berpengaruh pada kenyamanan dan kesehatan bayi. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak, gumoh, atau justru malas minum susu. Setiap fase usia bayi punya kebutuhan aliran susu yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikannya dengan tepat.
Selain itu, dot yang pas juga membantu proses menyusu jadi lebih alami dan mendukung tumbuh kembang oral bayi. Supaya tidak salah pilih, yuk pahami cara menyesuaikan ukuran dot botol susu dengan usia bayi berikut ini.
Cara Menyesuaikan dengan Usia Bayi
Menyesuaikan ukuran dot dengan usia bayi bukan hanya soal angka di kemasan, tapi juga memahami kebutuhan dan kemampuan mengisap si kecil. Bayi yang masih kecil membutuhkan aliran susu yang lebih lambat, sementara bayi yang lebih besar memerlukan aliran yang lebih deras.
Dengan memilih ukuran dot yang tepat, proses menyusu bisa berjalan lebih nyaman dan minim drama. Berikut beberapa poin penting yang bisa kamu jadikan panduan.
1. Kenali Tahapan Usia Bayi dan Aliran Susunya
Pada usia newborn hingga 3 bulan, bayi masih belajar mengoordinasikan isap, telan, dan napas. Di fase ini, dot dengan aliran lambat sangat dianjurkan agar bayi tidak tersedak. Memasuki usia 3–6 bulan, kemampuan mengisap bayi mulai lebih kuat sehingga bisa menggunakan dot dengan aliran sedang.
Sementara itu, bayi di atas 6 bulan biasanya sudah siap dengan aliran yang lebih cepat karena kebutuhan nutrisinya meningkat. Dengan memahami tahapan ini, kamu bisa lebih mudah menyesuaikan ukuran dot tanpa trial and error berlebihan.
2. Perhatikan Tanda Dot Tidak Sesuai
Bayi sering gumoh, tersedak, atau batuk saat minum susu bisa menjadi tanda aliran dot terlalu cepat. Sebaliknya, kalau bayi terlihat cepat lelah, rewel, atau butuh waktu lama menghabiskan susu, bisa jadi aliran dot terlalu lambat.
Tanda-tanda ini sering kali diabaikan karena dianggap hal biasa. Padahal, mengganti ukuran dot sesuai kebutuhan bisa langsung membuat bayi lebih nyaman. Jadi, penting untuk peka terhadap reaksi bayi setiap kali menyusu.
3. Sesuaikan dengan Pola Minum Bayi
Setiap bayi punya gaya menyusu yang berbeda, meski usianya sama. Ada bayi yang minumnya cepat dan lahap, ada juga yang santai dan perlahan. Kalau bayi terlihat frustrasi saat menyusu, kamu bisa mempertimbangkan menaikkan ukuran dot sesuai rekomendasi usia.
Sebaliknya, kalau bayi terlihat kewalahan, menurunkan ukuran dot bisa jadi solusi. Penyesuaian ini membantu menjaga pengalaman menyusu tetap positif bagi bayi.
4. Pilih Dot yang Aman dan Fleksibel
Selain ukuran, bahan dot juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Pastikan dot terbuat dari bahan yang aman dan bebas BPA agar tidak membahayakan kesehatan bayi.
Dot yang lentur dan menyerupai bentuk payudara juga bisa membantu bayi beradaptasi dengan lebih baik, terutama untuk bayi yang kombinasi ASI dan susu botol.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Dr.isla Dot Bayi PP15, yang dirancang untuk bayi newborn dengan material aman dan nyaman digunakan.
5. Gunakan Botol Susu yang Mendukung Perubahan Ukuran Dot
Botol susu yang kompatibel dengan berbagai ukuran dot akan memudahkan kamu mengikuti perkembangan usia bayi. Dengan begitu, kamu tidak perlu sering mengganti botol setiap kali ukuran dot berubah.
Pilihan botol yang praktis juga membantu menghemat waktu dan biaya. Salah satu rekomendasi yang fleksibel adalah Momosee 3in1 Botol Susu Bayi, yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan menyusu bayi di tahap usia berbeda.



