MCK bukan sekadar bangunan, melainkan layanan dasar
Fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) adalah sarana dasar yang memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan kebersihan sehari-hari dengan lebih aman dan layak, sekaligus membantu menjaga kesehatan serta kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Karena itu, pembangunan MCK dalam program TMMD patut dinilai dari manfaatnya bagi warga, bukan hanya dari bangunan yang berdiri. Di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel dan warga bergotong royong mempercepat pembangunan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Fasilitas MCK TMMD ini telah mencapai sekitar 85 persen dan memasuki tahap penyelesaian. Capaian tersebut berarti warga kian dekat dengan sarana yang diharapkan mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat. Namun, manfaat jangka panjangnya juga bergantung pada mutu pengerjaan dan perawatan setelah fasilitas digunakan.

Finishing Yamboi perlu mengutamakan mutu
Progres yang mendekati rampung bukan alasan untuk mengendurkan perhatian pada kualitas. Pada Minggu, 1 November 2026, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel meninjau langsung pembangunan MCK Yamboi, memeriksa kondisi bangunan, dan mengevaluasi pekerjaan yang masih berlangsung. Personel kemudian mengoptimalkan tahap finishing agar penyelesaian sesuai target. Prioritas ini tepat: fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari perlu aman, layak, dan nyaman, bukan sekadar selesai secara fisik. Pembangunan MCK Yamboi diarahkan untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Sasaran itu membuat pemeriksaan akhir sama pentingnya dengan percepatan pekerjaan. Setelah selesai, warga diharapkan memanfaatkan dan merawat MCK secara bersama agar tetap bersih serta berguna dalam jangka panjang. Tanpa pengelolaan bersama, investasi sosial berupa sarana sanitasi berisiko kehilangan manfaatnya.

Pembangunan serupa menjangkau Sumba Barat dan Nias
Yamboi bukan satu-satunya lokasi yang menerima dukungan sanitasi melalui TMMD. Di Desa Lingo Lango, Kecamatan Tanarighu, Sumba Barat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1613/Sumba Barat bersama masyarakat mengerjakan fasilitas MCK pada 1 November 2026. Pekerjaan mencakup penggalian dan pembuatan bak sementara, dengan kondisi tanah keras dan cuaca panas sebagai tantangan. Sementara itu, di Desa I’odano, Kecamatan Somolo Molo, Nias, fasilitas MCK mencapai progres fisik 95 persen pada 4 November 2026; salah satu pekerjaan akhirnya adalah memasang penutup bak penampungan air limbah. Rincian di I’odano menegaskan bahwa sanitasi layak desa menuntut perhatian pada bagian yang tak selalu terlihat, termasuk pengelolaan limbah. Ketiga lokasi menunjukkan bahwa sasaran MCK menjawab kebutuhan dasar secara konkret, meski tiap proyek berada pada tahap pengerjaan yang berbeda.
Akses sanitasi harus diikuti pemanfaatan dan perawatan
Pembangunan fasilitas sanitasi memberi peluang bagi warga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus membuat lingkungan lebih nyaman. Di Lingo Lango, MCK diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap sarana sanitasi yang lebih layak; di Yamboi, fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan. Namun, keberhasilan program tidak berhenti pada persentase progres atau seremoni penyelesaian. Fasilitas perlu diserahkan dalam kondisi layak, digunakan dengan baik, dan dirawat bersama. Satgas TMMD terus mengejar target penyelesaian pekerjaan di Yamboi, sementara pengerjaan di Lingo Lango juga dikebut agar MCK dapat segera dimanfaatkan warga.
Kesimpulannya, pembangunan MCK di Yamboi, Sumba Barat, dan Nias merupakan dukungan nyata bagi akses sanitasi yang lebih layak. Progres Yamboi sebesar 85 persen menunjukkan pekerjaan telah mendekati akhir, tetapi mutu finishing dan komitmen perawatan warga akan menentukan manfaat sesungguhnya. Infrastruktur ini bernilai ketika dapat digunakan secara aman, bersih, dan berkelanjutan.






