Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Drone Thermal Bongkar Strategi Baru Deteksi Api Tersembunyi di Lahan Gambut

Drone Thermal Bongkar Strategi Baru Deteksi Api Tersembunyi di Lahan Gambut
Minat|Fotografi Udara Drone

Drone thermal karhutla: dari api permukaan ke bara bawah tanah

Drone thermal karhutla adalah pesawat tanpa awak yang dilengkapi teknologi thermal imaging untuk membaca perbedaan suhu di permukaan dan bawah tanah, sehingga mampu melakukan deteksi api tersembunyi, terutama pada kebakaran lahan gambut yang sering menyimpan bara di kedalaman dan sulit terlihat dengan mata telanjang dalam operasi pemadaman konvensional. Dalam konteks karhutla, alat ini bukan sekadar gawai canggih, tetapi penentu apakah kebakaran benar-benar selesai atau hanya tampak padam di permukaan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana secara terang menyatakan sudah menggunakan drone thermal untuk mendeteksi sumber api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah. Keputusan ini adalah pengakuan bahwa pola kebakaran telah berubah: ancaman utama kini berada di bawah kaki petugas, bukan lagi di depan mata mereka.

BNPB: memerangi titik api tak kasat mata dengan thermal imaging dan surfaktan

Tantangan baru penanganan kebakaran hutan dan lahan muncul ketika api bertahan sebagai titik panas di bawah tanah, jauh setelah kobaran di permukaan tampak padam. Di sinilah teknologi thermal imaging menjadi pembeda antara pemadaman tuntas dan pemadaman semu. Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa drone thermal digunakan untuk menemukan titik-titik api di bawah permukaan yang tidak terlihat. Tanpa deteksi api tersembunyi ini, bara bisa kembali muncul dan menyalakan kebakaran baru. Lebih penting lagi, BNPB tidak berhenti pada identifikasi. Setelah titik api di bawah tanah ditemukan, mereka menginjeksikan surfaktan ke area tersebut agar air mampu meresap dan terkumpul di dalam tanah, meningkatkan kelembapan di sekitar sumber api dan membuat pemadaman lebih efektif. Pendekatan ini menunjukkan perubahan paradigma: dari memadamkan api yang tampak, menjadi mengelola kelembapan tanah yang menyimpan ancaman.

Polda Kalteng dan bara gambut: drone thermal bertindak, Hartindo AF31 menuntaskan

Kebakaran lahan gambut adalah musuh yang licik: api permukaan bisa padam, tetapi bara di bawah tanah terus menyuapkan asap dan siap menyala kembali ketika angin dan kondisi mengizinkan. Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan secara lugas mengakui bahwa lahan gambut yang terbakar sering menyimpan bara setelah pemadaman, memicu asap tebal dan potensi kebakaran ulang. Menjawab karakteristik ini, Polda Kalteng bersama Korps Brimob mulai menggabungkan drone thermal dengan bahan Hartindo AF31 yang dicampur air untuk penanganan bara gambut. Drone thermal digunakan memburu titik panas yang masih berada di dalam maupun di bawah permukaan lahan gambut; setelah itu, tim menginjeksi campuran Hartindo AF31 dan air ke titik yang teridentifikasi. Uji coba lapangan menunjukkan pendekatan ini efektif mempercepat pemadaman bara sekaligus mengurangi asap dari kebakaran lahan gambut. Selain mempercepat kerja petugas, strategi ini membuat penggunaan air lebih efisien di tengah musim kemarau ketika pasokan air terbatas.

Pendekatan terintegrasi: dari deteksi api tersembunyi ke pemadaman presisi

Jika dulu operasi karhutla mengandalkan mata telanjang dan penyiraman massal, kini drone thermal menggeser fokus ke pemadaman presisi. Teknologi thermal imaging memungkinkan tim lapangan memetakan titik panas dengan detail, lalu mengarahkan injeksi surfaktan atau campuran Hartindo AF31 dan air tepat ke akar masalah di bawah tanah. Strategi ini tidak hanya mengurangi risiko api muncul kembali, tetapi juga menghemat tenaga, waktu, dan air. Pada praktiknya, drone thermal menjadi "mata" di udara, sementara injeksi surfaktan dan aplikasi Hartindo AF31 adalah "tangan" yang menjangkau kedalaman tanah. Pendekatan terintegrasi ini menjawab sifat lahan gambut yang menyimpan api sebagai bara jangka panjang, bukan kobaran sesaat. Untuk masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan kabut asap dan ancaman karhutla berulang, teknologi ini berarti peluang nyata untuk musim kemarau yang lebih bersih dan aman.

Kesimpulan: karhutla tak bisa lagi ditangani dengan cara lama

Kesimpulannya tegas: kebakaran lahan gambut memaksa perubahan cara pandang, dan drone thermal menjadi simbol era baru penanggulangan kebakaran. BNPB membuktikan bahwa deteksi api tersembunyi di bawah permukaan melalui teknologi thermal imaging adalah kunci mencegah kebakaran bangkit kembali dari titik panas yang tak terlihat. Di sisi lain, Polda Kalteng menunjukkan bagaimana kombinasi drone thermal dengan injeksi bahan seperti Hartindo AF31 mampu mempercepat pemadaman bara gambut, mengurangi asap, dan membuat operasi lebih efisien dalam situasi kekurangan air. Pendekatan terintegrasi ini jauh dari sekadar tambahan peralatan; ini adalah strategi baru yang mengakui bahwa api terbesar kadang adalah api yang sudah tidak tampak. Jika pemerintah daerah, perusahaan, dan komunitas tetap bertahan pada pola lama, mereka bukan hanya ketinggalan teknologi, tetapi juga mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan warganya di musim kemarau berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!