Tiggo V 3-in-1: Jawaban atas Dilema SUV, MPV, dan Double Cabin
Chery Tiggo V 3-in-1 adalah mobil multifungsi hybrid yang menggabungkan karakter SUV, kelapangan MPV tiga baris, dan utilitas double cabin dalam satu kendaraan, dirancang lewat riset mobilitas lokal untuk memenuhi kebutuhan harian, perjalanan keluarga, dan aktivitas produktif sekaligus. Konsep ini bukan sekadar permainan istilah, tetapi sikap berani mengkritik pola lama pasar otomotif yang memaksa konsumen memilih satu fungsi utama dan mengorbankan fungsi lain. Dengan Tiggo V, Chery menyodorkan gagasan bahwa satu mobil seharusnya bisa berperan sebagai kendaraan keluarga, penjelajah medan sulit, dan alat kerja. Kehadiran perdana di GIIAS 2026 menandai ambisi menjadikannya ikon SUV fleksibel Indonesia, bukan hanya produk tambahan di lini Tiggo.

Dibangun dari Riset Konsumen: "Specially Built for Indonesia" Bukan Slogan Kosong
Yang membuat Tiggo V menarik bukan hanya bentuk kotaknya, melainkan proses di baliknya. Pengembangan dimulai pada Februari 2024 lewat proyek T1TP, saat tim R&D global turun langsung mempelajari kondisi jalan, pola mobilitas, dan kebutuhan keluarga lokal, lalu dilanjutkan ratusan sesi diskusi dengan tim dan konsumen. Menurut Zheng Shuo, dua tahun pengembangan dilakukan melalui kerja sama tim China dan lokal serta Focus Group Discussion untuk membuat produk sesuai dengan masyarakat setempat. Filosofi "Specially Built for Indonesia" hadir dari kesimpulan sederhana: konsumen butuh kendaraan serbaguna yang bisa menanjak, memiliki ground clearance tinggi, kabin tiga baris lapang, efisien, dan sanggup mengangkut keluarga sekaligus perlengkapan kerja atau hobi. Fakta bahwa debut global dilakukan di GIIAS 2026 menunjukkan bahwa pasar lokal bukan sekadar tester, melainkan panggung utama.

Satu Mobil, Tiga Peran: SUV, MPV Tujuh Penumpang, dan Double Cabin
Konsep 3-in-1 Tiggo V secara praktis memecah dilema klasik: pilih kenyamanan MPV atau ketangguhan SUV, plus kebutuhan utilitas pikap. Dalam format SUV, dimensi 4.910 mm x 1.921 mm x 1.790 mm dengan ground clearance 220 mm memberi karakter tangguh untuk mobilitas harian dan jalan tidak rata. Sebagai MPV, kabin tiga baris dengan opsi konfigurasi 2+3+2, 2+3+3, dan 2+2+3 (captain seat) membuatnya relevan bagi keluarga besar dan pengguna yang mengutamakan kenyamanan penumpang. Ketika dibutuhkan fungsi double cab, area belakang bisa dimanfaatkan membawa perlengkapan kerja, barang keluarga, atau peralatan hobi dan aktivitas luar ruang. Chery jelas mengincar pengguna yang lelah memiliki lebih dari satu mobil hanya untuk memisahkan kendaraan keluarga, kendaraan kerja, dan kendaraan rekreasi.

Teknologi Hybrid Super Hemat dan Kapabilitas Medan Sulit
Dari sisi teknis, Tiggo V tidak berhenti di konsep. Mobil multifungsi hybrid ini ditawarkan dengan dua pilihan powertrain: mesin bensin konvensional (ICE) dan Chery Super Hybrid, yang untuk varian hybrid mengklaim jarak tempuh hingga 1.030 km. Angka daya jelajah ini secara langsung mengkritik kecemasan jarak tempuh yang selama ini melekat pada kendaraan elektrifikasi. Chery berharap bisa mengakomodasi pengguna yang masih nyaman dengan mesin konvensional dan mereka yang mulai melirik teknologi elektrifikasi. Secara kapabilitas medan, ground clearance 220 mm, kemampuan melintasi genangan air hingga 700 mm, dan fitur Easy Turn untuk manuver optimal memperkuat citra SUV fleksibel yang siap menghadapi tanjakan, jalan tidak rata, dan kondisi cuaca ekstrem. Kombinasi efisiensi dan kemampuan medan berat menempatkan Tiggo V sebagai kandidat kuat untuk menggantikan dua atau tiga kendaraan sekaligus di garasi pengguna.
Debut di GIIAS dan Implikasi bagi Pasar SUV Kompak ke Depan
Debut Tiggo V di GIIAS 2026 sebagai versi produksi dari konsep Chery X yang pernah tampil di IIMS 2025 menandai akhir fase eksperimen dan awal fase komersialisasi. Setelah pengembangan dua tahun dan penyempurnaan dari studi Chery X, model ini hadir sebagai produk siap dipasarkan, walau peluncuran resmi baru dijadwalkan kuartal keempat 2026 dan spesifikasi lengkap akan diumumkan pada periode yang sama. Keputusan memperkenalkan mobil kerja sama tim lintas negara sebagai "total produk baru" menegaskan ambisi mengganggu pakem segmen SUV kompak yang selama ini terkotak-kotak. Jika Tiggo V berhasil membuktikan konsep 3-in-1 di dunia nyata—bukan hanya di brosur—dampaknya bisa memaksa merek lain merombak cara mereka mendefinisikan SUV keluarga. Pada titik itu, "SUV fleksibel" bukan lagi jargon, tapi standar baru.




