Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Guru Naik Kelas: Dari Canva ke Deep Learning Mengubah Pembelajaran

Guru Naik Kelas: Dari Canva ke Deep Learning Mengubah Pembelajaran
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pelatihan Guru STEM dan Teknologi: Bukan Lagi Pelengkap, Melainkan Fondasi

Pelatihan guru STEM dan teknologi pembelajaran interaktif adalah rangkaian program peningkatan kompetensi pendidik yang berfokus pada penguasaan media digital, metodologi sains dan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, serta integrasi kecerdasan buatan untuk mengubah kelas dari ruang hafalan menjadi ruang eksplorasi, pemecahan masalah, dan penciptaan karya yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Di banyak daerah, tren ini sudah bergerak dari wacana ke praktik. Mahasiswa program pengabdian, dosen PPG, hingga Balai Guru dan Tenaga Kependidikan mulai menyatu dalam satu agenda: mentransformasi pembelajaran digital agar tidak hanya menarik, tetapi juga mendalam dan berdampak.

Pesan utamanya jelas: kalau kelas ingin berubah, gurunya harus ‘naik kelas’ terlebih dahulu. Menguasai Canva, Wordwall, STEAM, deep learning pendidikan, dan AI bukan lagi bonus, melainkan syarat untuk tetap relevan. Tanpa investasi serius pada pelatihan guru STEM dan fasilitator daerah STEAM, wacana kurikulum maju akan berhenti pada dokumen dan seminar, sementara di kelas siswa masih bergulat dengan lembar hafalan dan tugas-tugas mekanis. Momentum pelatihan beruntun di Maros, Banda Aceh, Bali, dan Davao menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran digital sedang bergerak—pertanyaannya, apakah sistem siap menjadikannya budaya, bukan sekadar proyek satu kali.

Canva, Wordwall, dan Lompatan Kecil yang Mengubah Wajah Kelas

Di sebuah SD di Samanggi, pelatihan media pembelajaran berbasis teknologi yang diinisiasi mahasiswa program kuliah kerja nyata pendidikan mengajarkan guru memanfaatkan Canva dan Wordwall sebagai alat utama mendesain pengalaman belajar yang lebih hidup. Pelatihan yang dimulai pukul 07.30 WITA itu sengaja diarahkan untuk meningkatkan keterampilan guru menggunakan media digital sebagai pendukung pembelajaran kreatif, interaktif, dan menarik bagi siswa. Di sini, teknologi pembelajaran interaktif bukan jargon, tetapi lembar kerja berwarna di Canva dan kuis permainan edukatif di Wordwall yang langsung bisa dibawa ke kelas. Syamsuriyanti membahas pemanfaatan Canva, sementara Sri Rahayu memperkenalkan Wordwall dan mengajak guru praktik langsung.

Dampaknya mungkin tampak sederhana, tetapi signifikan. Canva memberi guru kemampuan menyusun presentasi, poster, infografik, dan bahan ajar visual yang sebelumnya sulit dibuat tanpa keahlian desain. Wordwall membuka jalan ke aktivitas pembelajaran interaktif lewat kuis dan permainan yang memaksa siswa terlibat, bukan sekadar mendengar. Ketika fitur berbasis AI dalam Canva mulai diperkenalkan, guru tidak hanya belajar klik menu, tetapi belajar cara berpikir ulang tentang bagaimana materi disajikan dan bagaimana engagement siswa dibangun melalui teknologi pembelajaran interaktif. Inilah lapisan pertama transformasi pembelajaran digital: mengubah media sebelum mengubah metode.

Dari Deep Learning, PjBL, hingga AI: Menggeser Kelas dari Hafalan ke Pemikiran

Jika Canva dan Wordwall mengubah wajah permukaan kelas, pendekatan deep learning pendidikan dan Project-Based Learning mengubah jantungnya. Di sebuah sekolah internasional di Davao, tim dosen PPG merancang penguatan kompetensi guru bukan lagi seputar materi, melainkan pengalaman belajar mendalam. Kegiatan pengabdian itu secara eksplisit diarahkan pada penyusunan perangkat pembelajaran berbasis PjBL dengan pendekatan deep learning. Materi pertama memaparkan konsep dasar pembelajaran mendalam: guru didorong merancang aktivitas yang membuat siswa memahami konsep, menganalisis persoalan, dan menghasilkan solusi terhadap masalah nyata, bukan sekadar menghafal.

PjBL menempatkan siswa sebagai penggerak pembelajaran melalui proyek yang melahirkan karya, sementara guru menyusun pertanyaan esensial, aktivitas, jadwal, dan penilaian autentik yang relevan dengan kehidupan siswa. AI masuk sebagai alat bantu, bukan pengganti guru: digunakan menyusun modul ajar, mengembangkan soal berbasis HOTS, dan merancang ide media presentasi. Para guru bahkan diminta menyusun perangkat pembelajaran masing-masing dengan mengintegrasikan deep learning, PjBL, dan pemanfaatan AI. Di penghujung kegiatan, refleksi dan self-assessment digunakan untuk memetakan langkah konkret setelah pelatihan. Ini bukan workshop ‘sekali datang lupa’, melainkan upaya mengubah cara guru memandang perannya: dari penyampai materi menjadi perancang pengalaman berpikir.

Fasilitator Daerah STEM dan STEAM: Pengungkit Perubahan di Daerah

Transformasi pembelajaran tidak mungkin bertumpu pada satu-dua guru; perlu penggerak di tingkat daerah. Di Banda Aceh, tiga guru dari sebuah SMA mengikuti pelatihan Fasilitator Daerah bidang STEM untuk jenjang SMA dan SMK yang dilaksanakan pada 27 sampai 29 September 2026. Pelatihan ini terang disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menerapkan pembelajaran berbasis STEM. Kepala sekolah menekankan bahwa model STEM membantu siswa menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata melalui investigasi, eksperimen, perancangan, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Selain untuk diri sendiri, ketiga guru ini diproyeksikan menjadi rujukan praktik baik di kabupaten dengan membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada rekan guru lainnya.

Di Bali, pelatihan fasilitator daerah STEAM memperluas peran ini. BGTK provinsi menggelar pelatihan 30 September hingga 3 Oktober 2026 untuk memperkuat kapasitas fasilitator daerah dalam menggerakkan pembelajaran kreatif, kritis, kolaboratif, inovatif, serta relevan dengan tantangan nyata. Kepala BGTK menegaskan bahwa STEAM adalah pendekatan strategis yang mengintegrasikan Sains, Teknologi, Engineering, Arts, dan Matematika, dengan rumus THINK + CREATE + SOLVE + REFLECT, bukan mata pelajaran baru. BGTK juga mengaitkan STEAM dengan penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) dan profil lulusan. Fasilitator daerah STEAM diharapkan tidak berhenti pada konsep, tetapi mendampingi guru merancang pembelajaran, mempraktikkannya di kelas, merefleksikan hasil, dan menyebarkan praktik baik agar pendekatan ini meluas.

Guru Naik Kelas: Dari Canva ke Deep Learning Mengubah Pembelajaran

Jalan Panjang Transformasi Pembelajaran Digital: Dari Proyek ke Budaya

Rangkaian inisiatif yang tersebar—pelatihan media interaktif di sekolah dasar, penguatan deep learning pendidikan dan PjBL dengan AI di luar negeri, serta pelatihan fasilitator daerah STEM dan STEAM oleh lembaga-lembaga guru—menunjukkan satu hal: ekosistem pendidikan mulai bergerak dari pembelajaran berbasis hafalan menuju pembelajaran berbasis masalah dan proyek. Namun, transformasi pembelajaran digital tidak akan matang jika berhenti pada pelatihan teknis. Tantangannya adalah menjadikan pola baru ini sebagai kebiasaan sehari-hari di kelas: guru rutin mengembangkan media interaktif, merancang proyek bermakna, mengaitkan materi dengan isu lokal, dan memanfaatkan AI secara kritis sebagai alat pendukung.

Ke depan, yang paling menentukan bukan lagi apakah ada pelatihan, melainkan seberapa kuat jaringan fasilitator daerah, universitas, dan lembaga guru memelihara praktik baik yang sudah tumbuh. Pengetahuan yang dibawa pulang dari ruang pelatihan harus menembus ruang guru, MGMP, dan komunitas belajar agar tidak menguap sebagai sertifikat. Transformasi pendidikan menuntut keberanian mengganti pola lama dengan pola yang lebih menantang: memberi ruang pada siswa untuk berpikir, berdebat, bereksperimen, dan gagal, sambil guru terus belajar tentang STEM, STEAM, deep learning, serta teknologi pembelajaran interaktif. Jika itu terjadi, pelatihan guru STEM bukan lagi agenda sesaat, tetapi motor perubahan jangka panjang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!