Klaim jarak jauh perlu dibaca bersama strategi hybrid
Jetour T2 i-DM adalah SUV plug-in hybrid yang memadukan tenaga listrik dan mesin bensin untuk menawarkan berkendara listrik dalam rutinitas harian sekaligus fleksibilitas saat menempuh perjalanan jauh. Jetour mengklaim jarak tempuh gabungannya melampaui 1.200 km, angka yang menarik, tetapi bukan jaminan jarak aktual dalam semua kondisi. Hasilnya bergantung pada cara berkendara, rute, dan pengelolaan energi kendaraan. Sistem Intelligent Dual Mode (i-DM) menggabungkan mesin 1.5 TGDI, transmisi Dedicated Hybrid Transmission tiga percepatan, dan dua motor listrik. Kombinasi itu menghasilkan tenaga hingga 360 PS dan torsi 610 Nm. Baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh diklaim mampu membawa SUV ini hingga 90 km hanya dengan tenaga listrik. Dengan demikian, klaim besar jarak tempuh Jetour lebih tepat dipahami sebagai manfaat gabungan dua sumber tenaga, bukan capaian listrik murni.

Efisiensi kota berbeda dari perjalanan gabungan
Dalam pengujian rute perkotaan, sistem mengutamakan motor listrik untuk menggerakkan roda dan sesekali menyalakan mesin guna menjaga atau mengisi baterai. Hasil yang dilaporkan setelah penyetaraan sistem adalah 17,9 km/l; komputer kendaraan juga mencatat konsumsi BBM 34,5 km/l dan listrik 8,9 kWh/100 km, atau sekitar 11,2 km/kWh. Angka-angka itu menggambarkan pembagian kerja antara dua sumber energi, bukan ukuran yang bisa dibandingkan langsung tanpa memperhatikan metode penghitungan. Di rute kombinasi, strateginya berubah: mesin lebih aktif mengisi baterai, dengan catatan konsumsi BBM 12,5 km/l dan konsumsi listrik minus 6,2 kWh/100 km. Data tersebut memberi gambaran bahwa konsumsi BBM Jetour tidak berdiri sendiri; pola penggunaan listrik dan mesin turut menentukan efisiensi perjalanan. Untuk tol, sumber tidak memberikan angka hasil khusus, sehingga klaim lebih dari 1.200 km sebaiknya tidak dianggap sebagai jaminan.
Pilihan elektrifikasi yang dibawa ke Makassar
JETOUR Sales Indonesia menghadirkan SUV PHEV Jetour ini di GIIAS Makassar 2026, yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center. Harga yang diumumkan adalah Rp705 juta OTR Makassar. Kehadirannya relevan bagi pengemudi yang membutuhkan satu kendaraan untuk mobilitas kota dan perjalanan keluarga, tetapi manfaat PHEV akan paling terasa bila pemilik dapat rutin mengisi baterai dan memanfaatkan mode listrik. Pengunjung pameran dapat melihat kendaraan dan mengikuti sesi uji kendara, kesempatan penting untuk menilai ukuran, kenyamanan, serta respons sistem hybrid secara langsung. Makassar dipilih sebagai bagian dari pengembangan pasar merek di Indonesia Timur, wilayah dengan kebutuhan perjalanan yang beragam. Karena pameran berakhir pada 1 November, calon pembeli perlu memeriksa ketersediaan unit dan ketentuan penawaran langsung kepada pihak penjual.

Kesimpulan: janji efisiensi bergantung pada pemakaian
Jetour T2 i-DM menawarkan paket yang menjanjikan: hingga 90 km berkendara listrik, tenaga gabungan 360 PS, dan klaim jarak total lebih dari 1.200 km. Namun, angka efisiensi dari rute kota dan kombinasi menunjukkan bahwa sistem mengatur mesin serta motor listrik dengan cara berbeda sesuai kebutuhan, sementara konsumsi aktual dapat berubah mengikuti rute dan cara berkendara. Karena itu, daya tarik utamanya bukan sekadar klaim jarak jauh, melainkan fleksibilitas PHEV bagi pemilik yang bisa mengisi baterai dan tetap memerlukan mesin bensin untuk perjalanan lebih panjang. Dengan harga Rp705 juta OTR Makassar, keputusan membeli sebaiknya didasarkan pada kecocokan penggunaan dan uji kendara, bukan angka gabungan semata.






