Klaim jarak jauh, dengan catatan penting
Jetour T2 i-DM adalah SUV plug-in hybrid yang memadukan tenaga listrik dari baterai isi ulang dengan mesin bensin untuk mendukung perjalanan harian dan jarak jauh. Jetour mengklaim jarak tempuh gabungannya melampaui 1.200 km, angka yang menarik, tetapi bukan berarti mobil dapat menempuh jarak itu hanya dengan listrik. Jarak listrik murninya diklaim mencapai 90 km dari baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh. Perbedaan dua angka tersebut adalah inti dari cara membaca jarak tempuh PHEV: angka gabungan mencakup penggunaan bensin dan listrik, sedangkan angka listrik menunjukkan potensi berkendara tanpa mesin bensin dalam kondisi yang sesuai. Bagi pembeli, klaim 1.200 km lebih berguna sebagai gambaran fleksibilitas perjalanan daripada jaminan jarak yang pasti dalam setiap pemakaian.

Cara kerja efisiensi dalam pemakaian
Di balik klaim Jetour T2 irit, ada sistem Intelligent Dual Mode yang menggabungkan mesin hybrid ACTECO 1.5 TGDI, transmisi Dedicated Hybrid Transmission tiga percepatan, dan dua motor listrik. Tenaga gabungannya mencapai 360 PS dengan torsi 610 Nm. Dalam pengujian konsumsi yang dilaporkan, motor listrik kerap menggerakkan roda sementara mesin sesekali mengisi baterai; pada rute dalam kota, komputer kendaraan mencatat konsumsi listrik 8,9 kWh/100 km dan konsumsi bensin 34,5 km/l. Pada rute kombinasi, strategi pengelolaan energi berubah: mesin bekerja mengisi baterai, dengan konsumsi bensin tercatat 12,5 km/l dan konsumsi listrik minus 6,2 kWh/100 km. Angka ini memperlihatkan bahwa efisiensi PHEV bukan satu angka tetap. Hasilnya bergantung pada rute, kondisi baterai, dan cara sistem membagi kerja antara motor dan mesin.

Dari rutinitas harian hingga perjalanan antarkota
Jarak listrik hingga 90 km membuat SUV hybrid Jetour berpotensi memenuhi banyak perjalanan rutin tanpa sering menyalakan mesin bensin, selama baterai terisi dan jarak harian sesuai. Namun, angka tersebut tetap klaim pabrikan, bukan kepastian untuk setiap pengemudi. Untuk perjalanan antarkota, mesin bensin memberi kelonggaran ketika titik pengisian daya terbatas, sementara klaim gabungan lebih dari 1.200 km menawarkan rasa praktis tanpa menjadikan pengisian listrik satu-satunya tumpuan. Pengisian cepat DC disebut dapat membawa baterai dari 30 persen ke 80 persen dalam sekitar 27 menit. Jadi, keunggulan utamanya bukan semata-mata jarak maksimum, melainkan pilihan: listrik untuk sebagian mobilitas harian dan bensin untuk memperluas jangkauan. Pengemudi tetap perlu memperhitungkan kecepatan, beban, kondisi jalan, dan kebiasaan mengisi daya sebelum mengandalkan angka katalog.
Peluncuran di Makassar dan arti bagi calon pembeli
JETOUR Sales Indonesia menghadirkan T2 i-DM di GIIAS Makassar 2026, yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center. Pilihan ini relevan bagi wilayah dengan kebutuhan yang mencakup perjalanan dalam kota hingga perjalanan keluarga antarkota. SUV ini dibanderol Rp705 juta OTR Makassar, sehingga klaim efisiensinya perlu dinilai bersama kecocokan penggunaan, bukan hanya angka jangkauan. Pengunjung pameran dapat melihat kendaraan dan mengikuti uji berkendara. JETOUR juga menawarkan garansi kendaraan dan mesin enam tahun tanpa batasan kilometer, sementara garansi baterai dan sistem penggerak berlaku delapan tahun atau 160.000 km. Pada akhirnya, T2 i-DM tampak menarik bagi pengguna yang dapat mengisi daya untuk rutinitas tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas bensin. Klaim lebih dari 1.200 km adalah janji jangkauan gabungan yang menjanjikan, bukan pengganti evaluasi pemakaian nyata.






