Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan STEM dan Gamifikasi: Strategi Baru Pemberdayaan Guru

Pelatihan STEM dan Gamifikasi: Strategi Baru Pemberdayaan Guru
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pelatihan Guru STEM dan Gamifikasi: Bukan Lagi Tambahan, Melainkan Fondasi

Pelatihan guru STEM dan gamifikasi pembelajaran adalah program terstruktur yang mengombinasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan strategi berbasis permainan, untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan digital guru sekaligus menumbuhkan keterlibatan aktif peserta didik dalam ekosistem pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan. Jika dulu guru dianggap cukup menguasai materi, kini standar kompetensi bergeser: penguasaan STEM dan inovasi pendidikan digital menjadi syarat dasar, bukan bonus. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Pendidikan IPA FMIPAK Universitas Negeri Manado menggelar pelatihan di SMP Negeri 10 Satap Tondano pada Jumat, 18 September 2026, fokus pada pembelajaran berbasis gamifikasi melalui optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID) untuk mempercepat pembelajaran digital.

Sikap kita terhadap pelatihan guru perlu berubah. Mengharapkan kelas yang relevan di era digital tanpa investasi serius pada pelatihan guru STEM dan gamifikasi adalah ilusi yang mahal. Program PKM ini diarahkan jelas: meningkatkan kemampuan guru memanfaatkan PID dan aplikasi gamifikasi sebagai media yang menarik dan sesuai perkembangan teknologi. Itu berarti universitas tidak sekadar memenuhi kewajiban Tridharma, tetapi mengambil posisi tegas bahwa transformasi pendidikan dimulai dari guru yang melek teknologi, bukan dari perangkat canggih yang dibiarkan menganggur di sudut kelas.

Pelatihan STEM dan Gamifikasi: Strategi Baru Pemberdayaan Guru

Gamifikasi dan PID: Dari Alat Presentasi Menjadi Mesin Keterlibatan

Gamifikasi pembelajaran sering disalahpahami sebagai “mengajak siswa bermain game”. Pelatihan di Tondano membongkar miskonsepsi itu: gamifikasi adalah strategi desain belajar yang menggunakan elemen permainan untuk mengangkat motivasi, partisipasi, dan rasa memiliki terhadap proses belajar. Papan Interaktif Digital tidak lagi diperlakukan sebagai layar besar untuk presentasi monoton, tetapi sebagai papan skor dinamis, ruang kuis, dan kanvas interaksi digital. Guru dilatih menampilkan materi, mengelola aktivitas, dan merancang kuis interaktif yang dapat diikuti peserta melalui smartphone masing-masing.

Dampaknya terasa langsung. Simulasi kuis berbasis aplikasi GIM membuat ruang pelatihan berubah menjadi laboratorium perubahan praktik mengajar: guru melihat soal di PID, menjawab lewat gawai, dan menerima umpan balik secara langsung. Antusiasme guru bukan sekadar indikator keberhasilan pelatihan, melainkan bukti bahwa ketika teknologi dipadukan dengan desain permainan yang cerdas, hambatan psikologis terhadap pembelajaran digital runtuh. Seorang guru yang pernah takut menyentuh PID tiba-tiba menyadari, ia bisa mengubah ulangan harian menjadi kompetisi yang sehat, tanpa kehilangan kedalaman materi.

Pelatihan STEM PIM-UNS: Guru Bukan Hanya Pengajar, Tapi Inovator Ekonomi

Pelatihan guru STEM yang digelar Tim Hibah Pengabdian Internasional Mandatory Universitas Sebelas Maret di SKB Wonogiri mengambil posisi yang lebih radikal: guru harus menjadi inovator, bukan sekadar pelaksana kurikulum. Program yang berlangsung dari 9 Juni hingga 10 September 2026 ini memberdayakan 20 guru melalui pelatihan inovasi pembelajaran STEM dan pemasaran produk edukasi di marketplace, dengan tujuan eksplisit meningkatkan kemandirian ekonomi tenaga pendidik. Ini pesan penting: ekosistem pendidikan digital yang sehat tidak hanya soal materi ajar, tetapi juga model ekonomi yang membuat guru mampu mencipta dan menjual karya edukatifnya.

Pada tahap awal, peserta mendapatkan materi transformasi pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sains 3D Learning, pendekatan CER (Claim, Evidence, Reasoning), hingga literasi keuangan. Pelatihan tidak berhenti pada wacana. Guru diajak praktik membuat Bubble Isotonik Soft Drink, sabun edukatif, dan media berbasis kartu sebagai produk berbasis STEM. Puncaknya, 20 peserta yang terbagi dalam empat kelompok memamerkan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, minuman fermentasi kombucha dan tepache, edible plastic dari limbah kulit singkong, serta kain ecoprint bernilai estetika tinggi. "Masing-masing kelompok telah merancang LKPD serta media komplementer untuk diperjualbelikan melalui platform daring guruguru.id," terang Dr. Kadek Dwi Hendratma Gunawan.

Ekosistem Inovasi Pendidikan Digital: Sinergi, Bukan Proyek Lepas

Kedua contoh pelatihan—gamifikasi berbasis PID di Minahasa dan inovasi STEM di Wonogiri—menunjukkan pola yang sama: universitas tidak bekerja sendiri, melainkan membangun sinergi dengan dinas pendidikan dan satuan pendidikan. Pelaksanaan PKM di Tondano adalah bagian dari Tridharma dan implementasi kerja sama antara FMIPAK dan Dinas Pendidikan setempat. Di Wonogiri, program PIM-UNS diresmikan dan ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekaligus dirancang selaras dengan tujuan Pendidikan Berkualitas dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam kerangka SDGs.

Sinergi ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Ketika universitas menguatkan kompetensi digital guru dan pemerintah daerah memastikan dukungan kebijakan, ekosistem pembelajaran inovatif yang berkelanjutan menjadi mungkin. Tim PKM IPA FMIPAK Unima secara tegas menyebut pentingnya pengembangan sinergi untuk mempercepat terwujudnya pembelajaran digital yang inovatif, efektif, dan berkelanjutan di sekolah-sekolah Minahasa. Di sisi lain, tim PIM-UNS sudah menyiapkan kelanjutan program di Sanggar Bimbingan YAKESMA, Malaysia, pada 17–18 Oktober 2026, sebagai langkah memperluas jejaring dan dampak. Ini bukan proyek satu kali, melainkan upaya konsisten membangun ekosistem yang mengakui guru sebagai aktor utama inovasi pendidikan digital.

Kesimpulan: Saatnya Menuntut Pelatihan yang Mengubah Praktik, Bukan Sekadar Sertifikat

Garis besarnya jelas: pelatihan guru STEM dan gamifikasi pembelajaran yang bermakna harus mengubah cara guru mengajar, sekaligus posisi sosial-ekonominya. Di Tondano, guru dipersenjatai dengan kemampuan memanfaatkan PID dan gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif bagi peserta didik. Di Wonogiri, guru didorong mengembangkan produk STEM dan menjualnya melalui marketplace, sehingga inovasi pembelajaran berkontribusi langsung pada kemandirian ekonomi.

Kita seharusnya mulai bersikap kritis: menolak pelatihan guru yang berakhir sebagai tumpukan sertifikat dan slide presentasi yang dilupakan. Program seperti PKM FMIPAK Unima dan PIM-UNS menunjukkan bahwa ketika universitas, sekolah, dan pemerintah berani memadukan pelatihan STEM, gamifikasi pembelajaran, dan inovasi pendidikan digital dalam desain yang nyata dan berkelanjutan, lahirlah guru yang bukan hanya mengikuti era digital, tetapi ikut membentuknya. Itu standar baru yang patut kita tuntut di setiap kebijakan pengembangan profesional pendidik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!