Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Apresiasi Atlet Harus Berlanjut pada Pembinaan Sejak Dini

Apresiasi Atlet Harus Berlanjut pada Pembinaan Sejak Dini
Minat|Angkat Besi (Powerlifting)

Penghargaan penting, tetapi bukan garis akhir

Apresiasi atlet adalah pengakuan atas kerja keras dan prestasi mereka, sekaligus pengingat bahwa keberhasilan olahraga perlu ditopang oleh pembinaan yang konsisten. Presiden Prabowo Subianto memberi penghargaan kepada para peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 di Aichi-Nagoya, Jepang, dalam acara di Istana Merdeka pada Kamis, 29 Oktober 2026. Penghormatan itu layak diberikan, tetapi tidak seharusnya berhenti pada seremoni atau bonus. Prestasi di arena internasional dibangun melalui latihan panjang, dukungan pelatih, dan akses pada fasilitas yang memadai. Karena itu, apresiasi paling bermakna ialah yang menyertai penghargaan hari ini dengan sistem pembinaan yang memberi lebih banyak atlet kesempatan untuk berkembang. Prabowo pun menegaskan bahwa capaian tersebut patut dibanggakan, namun para atlet tidak seharusnya cepat berpuas diri.

Apresiasi Atlet Harus Berlanjut pada Pembinaan Sejak Dini

Perolehan medali menunjukkan potensi sekaligus pekerjaan rumah

Kontingen Indonesia membawa pulang 39 medali Asian Games—lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu—serta 73 medali dari Asian Para Games, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Angka itu memperlihatkan daya juang atlet di dua ajang berbeda dan pantas mendapat pengakuan. Namun, jumlah medali saja bukan alasan untuk menganggap tugas pembinaan telah selesai. Prabowo mengaitkan peningkatan prestasi olahraga dengan cita-cita membangun bangsa yang kuat dan terhormat. Pandangan itu tepat jika diterjemahkan menjadi dukungan jangka panjang, bukan hanya dorongan agar atlet meraih hasil lebih tinggi. Atlet Asian Para Games juga harus menjadi bagian utuh dari perencanaan olahraga, dengan jalur pembinaan dan fasilitas yang memungkinkan kemampuan mereka tumbuh. Prestasi sekarang seharusnya menjadi titik tolak untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan mutu dukungan.

Apresiasi Atlet Harus Berlanjut pada Pembinaan Sejak Dini

Pembinaan olahraga perlu dimulai di sekolah

Dorongan Prabowo agar pembinaan olahraga dimulai sejak usia dini adalah arah yang masuk akal: bakat harus ditemukan dan diasah jauh sebelum seorang atlet tampil di panggung Asia. Ia meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperkuat pembinaan jangka panjang, sembari menyebut peningkatan kualitas sekolah dan penambahan sarana olahraga sebagai bagian dari rencana. Prabowo mengatakan pembinaan perlu dimulai dari anak-anak sekolah dasar; sekolah di berbagai wilayah akan diperbaiki, setiap kabupaten diharapkan memiliki sekolah unggulan, dan fasilitas olahraga akan ditambah di sekolah. Janji tersebut penting, tetapi hasilnya bergantung pada pelaksanaan yang berkelanjutan dan kesempatan yang merata. Fasilitas saja tidak cukup tanpa pendampingan dan jalur latihan yang jelas. Jika sekolah menjadi titik awal pencarian bakat, pembinaan dapat tumbuh lebih luas, alih-alih hanya bertumpu pada atlet yang sudah menonjol.

Apresiasi Atlet Harus Berlanjut pada Pembinaan Sejak Dini

Dari apresiasi menuju komitmen yang terukur

Pesan utama dari penghargaan bagi para peraih medali ialah bahwa kebanggaan mesti diikuti investasi pada generasi berikutnya. Pengakuan kepada atlet Asian Para Games dan para peserta Asian Games memberi sorotan pada hasil yang mereka capai; pembinaan sejak dini menentukan apakah lebih banyak bakat dapat berkembang. Karena itu, ukuran keberhasilan ke depan semestinya bukan hanya jumlah medali, melainkan juga konsistensi dukungan di sekolah dan keberlanjutan pembinaan atlet. Pemerintah telah menyampaikan arah berupa perbaikan sekolah, sekolah unggulan di tingkat kabupaten, serta penambahan fasilitas olahraga. Kini tantangannya adalah memastikan langkah-langkah tersebut benar-benar terlaksana dan menjadi bagian dari sistem jangka panjang. Apresiasi yang disertai dukungan nyata akan lebih berarti bagi atlet dan masa depan olahraga.

Apresiasi Atlet Harus Berlanjut pada Pembinaan Sejak Dini

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!