Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jakarta Melampaui Tokyo dan Los Angeles dalam Peta Triliuner Dunia

Jakarta Melampaui Tokyo dan Los Angeles dalam Peta Triliuner Dunia
Minat|Asia Tenggara

Jakarta, Kota Triliuner Dunia yang Mengubah Peta Kekayaan Global

Jakarta triliuner dunia merujuk pada posisi ibu kota ini sebagai salah satu kota dengan konsentrasi individu superkaya tertinggi, yaitu 37 orang dengan kekayaan di atas Rp15 triliun, melampaui sejumlah kota global mapan seperti Tokyo, Los Angeles, Seoul, dan Milan, sehingga menempatkan konsentrasi kekayaan Jakarta dalam jajaran pusat finansial utama dan mengubah cara kita memandang peran kota ini dalam ekonomi Jakarta global. Data pemeringkatan yang bersumber dari Hurun Global Rich List mengukur kota-kota yang menjadi tempat tinggal utama orang superkaya dengan batas kekayaan lebih dari Rp15 triliun. New York memimpin dengan 119 individu, disusul London 97 orang, Mumbai 92 orang, Beijing 91 orang, dan Shanghai 87 orang yang mengisi posisi lima besar. Di tengah dominasi pusat finansial lama itu, kehadiran Jakarta di papan atas adalah sinyal bahwa pusat bisnis ASEAN tidak lagi hanya bertumpu pada nama-nama klasik.

Mengapa 37 Triliuner Memilih Jakarta sebagai Rumah

Fakta bahwa 37 individu dengan kekayaan di atas Rp15 triliun menetap di Jakarta membuat kota ini sejajar dengan São Paulo, sekaligus melampaui Los Angeles dan Seoul yang masing-masing memiliki 31 orang superkaya, Tokyo dengan 30 orang, serta Milan dengan 28 orang. Ini bukan sekadar daftar nama; ini cerminan konsentrasi kekayaan Jakarta yang lahir dari ekosistem bisnis yang padat dan terhubung dengan pusat pemerintahan serta keuangan nasional. "Jumlah orang superkaya lebih tepat dibaca sebagai indikator konsentrasi kekayaan dan daya tarik kota bagi individu dengan kekayaan sangat besar." Aktivitas di kawasan Sudirman, Thamrin, dan SCBD memperlihatkan jaringan perusahaan, investasi, perbankan, pasar modal, dan properti yang menjadi magnet kapital di kawasan ini. Menariknya, banyak kekayaan tersebut tidak seluruhnya dihasilkan di Jakarta, karena pemilik modal mengelola bisnis di berbagai wilayah, bahkan lintas negara, namun tetap menjadikan Jakarta sebagai basis utama.

Dari Pusat Bisnis ASEAN ke Simpul Diplomasi Kawasan

Kekuatan Jakarta bukan hanya di angka kekayaan, tetapi pada perannya sebagai pusat bisnis ASEAN sekaligus simpul diplomasi regional. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat diplomasi ASEAN dan salah satu simpul penting diplomasi kawasan saat menghadiri Gala Dinner Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea ke-35 di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin malam, 28 September. Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa ekonomi Jakarta global bertumpu pada kombinasi antara jaringan bisnis dan diplomasi yang menjadikan kota ini ruang dialog, kerja sama, dan pembangunan kepercayaan antarnegara. Dengan identitas sebagai kota pesisir yang terdiri atas lima kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan 110 pulau serta wilayah laut seluas 6.977,5 kilometer persegi, Jakarta menampilkan wajah yang unik: pusat kapital sekaligus kota yang harus mengelola risiko lingkungan pesisir, dari banjir rob hingga kenaikan permukaan laut.

Menyambut Usia 500 Tahun: Ketahanan Pesisir dan Daya Tarik Investasi

Status Jakarta sebagai magnet bagi triliuner dunia menuntut strategi jangka panjang, terutama menjelang usia 500 tahun pada 2027 ketika berbagai festival, agenda budaya, dan perayaan khusus akan digelar sepanjang tahun untuk menandai perjalanan kota ini. Di sisi lain, pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat tengah membangun ketahanan pesisir melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), termasuk pembangunan tanggul laut sepanjang 38,9 kilometer untuk melindungi kawasan pesisir. Upaya pemulihan mangrove dan terumbu karang di Kepulauan Seribu dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat ekosistem pesisir, dan membantu penyerapan karbon. "Kami terus mendorong pengelolaan kawasan pesisir dan kepulauan secara terpadu guna melindungi masyarakat, memulihkan ekosistem, serta memperkuat ketahanan Jakarta bagi generasi mendatang." Semua langkah ini akan menjadi landasan penting agar konsentrasi kekayaan yang mengalir ke Jakarta tidak rapuh di hadapan risiko lingkungan dan perubahan iklim.

Konklusi: Kota Triliuner yang Harus Menjadi Kota Semua Orang

Jakarta kini berada di posisi paradoks: di satu sisi, daftar 37 triliuner yang menetap di kota ini menunjukkan daya tarik luar biasa sebagai pusat bisnis dan diplomasi ASEAN, bagian dari jaringan ekonomi Jakarta global yang bersaing dengan Tokyo, Los Angeles, dan pusat kekayaan lain. Di sisi lain, konsentrasi kekayaan Jakarta mengingatkan bahwa angka-angka spektakuler di puncak piramida tidak otomatis berbicara tentang kualitas hidup seluruh warga kota. Ke depan, keberhasilan Jakarta tidak cukup diukur dari berapa banyak triliuner yang memilih tinggal di Sudirman atau SCBD, melainkan dari seberapa jauh investasi, diplomasi, dan proyek ketahanan pesisir seperti NCICD diterjemahkan menjadi kota yang inklusif, tahan krisis, dan layak huni bagi jutaan penduduk biasa. Jika ambisi menjadi hub finansial global ingin berkelanjutan, Jakarta harus berani memastikan bahwa kota triliuner ini juga adalah kota semua orang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!