Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Teras Samarinda Tahap II Dibuka: Tepian Mahakam Naik Kelas

Teras Samarinda Tahap II Dibuka: Tepian Mahakam Naik Kelas
Minat|Asia Tenggara

Teras Samarinda Tahap II: dari proyek fisik menjadi mesin perubahan kota

Teras Samarinda Tahap II adalah proyek pengembangan tepi Sungai Mahakam yang mengubah kawasan tepian menjadi ruang publik Samarinda multifungsi, dengan kombinasi ruang hijau, pedestrian, dermaga UMKM, sarana seni, dan infrastruktur pendukung yang dirancang untuk menyatukan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi kota secara bertahap. Pada 29 Agustus, Pemkot Samarinda resmi membuka akses publik untuk segmen 2, 3, dan 4 setelah memastikan pekerjaan fisik rampung. Momentum ini penting bukan hanya sebagai peresmian proyek, tetapi sebagai ujian awal bagaimana kota mengelola lonjakan aktivitas di tepi sungai tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan keteraturan transportasi. Jika pengelolaan berlanjut serius, Teras Samarinda Tahap II berpotensi menjadi simbol baru revitalisasi Mahakam sekaligus model pengembangan tepi sungai yang lebih matang.

Teras Samarinda Tahap II Dibuka: Tepian Mahakam Naik Kelas

Ekologi di tengah keramaian: ruang hijau sebagai tameng tepi sungai

Ada sikap yang cukup berani dalam rancangan pengembangan tepi sungai di Teras Samarinda Tahap II: ruang hijau tidak diletakkan sebagai ornamen, tetapi sebagai elemen inti kawasan. Penghijauan seluas 1.558 meter persegi di segmen 2 dan 3 dengan vegetasi pohon pule, betamon pincar, tabebuya, dan bungur siam menandakan upaya menjaga fungsi ekologis Mahakam di tengah tekanan wisata dan ekonomi. Di atas kertas, komposisi ini mendukung peneduhan, penyerapan air, dan kualitas visual yang membuat orang betah berjalan kaki. Namun tantangan sesungguhnya adalah perawatan; rumput yang terpengaruh kemarau saat inspeksi menunjukkan bahwa aspek pemeliharaan harus dianggap sama pentingnya dengan pembangunan fisik awal. Tanpa komitmen jangka panjang, narasi “revitalisasi Mahakam” bisa terjebak menjadi sekadar proyek kosmetik kota.

Teras Samarinda Tahap II Dibuka: Tepian Mahakam Naik Kelas

Ruang sosial dan ekonomi: amphitheater, playground, dan dermaga UMKM

Segmen 2, 3, dan 4 menunjukkan ambisi jelas menjadikan Teras Samarinda Tahap II sebagai ruang publik yang hidup: ada jalur pedestrian ber-material anti-slip, playground anak, mini amphitheater untuk pentas seni anak muda, halte bus terpadu, hingga dermaga 2.115 meter persegi dengan 12 kios modern UMKM. Di sini terlihat bahwa kota tidak hanya membangun tempat berfoto, tetapi arena interaksi sosial dan ekonomi yang terstruktur. Pernyataan wali kota bahwa fungsi fisik selesai sementara fungsi sosial dan ekonomi masih dikembangkan adalah pengakuan jujur bahwa meramaikan ruang publik jauh lebih sulit dibanding merapikan beton. Kajian pola manajemen kios, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga, akan menentukan apakah sentra UMKM ini benar-benar menjadi lokomotif ekonomi lokal atau sekadar deretan kios kosong yang menunggu skema pengelolaan yang tak kunjung matang.

Teras Samarinda Tahap II Dibuka: Tepian Mahakam Naik Kelas

Transportasi dan keamanan: fondasi tidak terlihat yang menentukan kenyamanan

Di banyak proyek ruang publik, perhatian publik kerap tersita oleh estetika, padahal kualitas pengalaman warga sangat bergantung pada hal-hal yang tidak terlalu terlihat: akses transportasi dan keamanan. Dengan hadirnya halte bus terpadu di kawasan Teras Samarinda Tahap II, kota mengirim sinyal bahwa pengembangan tepi sungai harus terhubung dengan jaringan transportasi massal, bukan mengandalkan kendaraan pribadi. Sistem tata cahaya UFO dan spotlight, CCTV, dua pos pengamanan, serta drainase tertutup menunjukkan kesadaran bahwa keramaian malam hari butuh rasa aman dan infrastruktur yang sanggup menahan hujan tropis tanpa mengubah area pedestrian menjadi kolam sementara. Jika ke depan manajemen transportasi publik diperkuat dan parkir terkendali, Teras Samarinda berpeluang menjadi contoh bagaimana ruang publik tepi sungai bisa ramai tanpa menambah kekacauan lalu lintas di pusat kota.

Keterhubungan Tahap I–Tahap II dan masa depan revitalisasi Mahakam

Teras Samarinda Tahap II bukan proyek yang berdiri sendiri. Empat segmen yang dibangun membentang dari sekitar Kantor Gubernur hingga depan Masjid Raya Darussalam, dan segmen 2–4 yang baru dibuka terhubung ke area perbatasan Tahap I. Segmen 1 berupa jembatan penghubung masih dikerjakan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun, sehingga pada pergantian tahun warga diharapkan sudah bisa menikmati koridor tepian yang lebih menyatu. Jika jembatan ini rampung tepat waktu, kota akan memiliki tulang punggung ruang publik yang mengalir sepanjang Mahakam, bukan potongan-potongan teras yang terpisah. Di sinilah multiplier effect yang diharapkan—dari okupansi hotel, restoran, hingga pengemudi transportasi daring—memiliki peluang besar untuk terwujud. Namun hasil akhirnya akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengelolaan: kebersihan, kurasi kegiatan, dan keberanian menjaga keseimbangan antara wisata massal dan kesehatan ekologis sungai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!