Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Investasi Serang Raya Timpang: Kota Melaju, Kabupaten Tertinggal

Investasi Serang Raya Timpang: Kota Melaju, Kabupaten Tertinggal
Minat|Asia Tenggara

Realisasi yang tidak bergerak seirama

Realisasi investasi daerah adalah nilai penanaman modal yang telah tercatat di suatu wilayah dalam periode tertentu, ukuran yang membantu menilai apakah target pemerintah sejalan dengan aktivitas usaha. Di Serang Raya, angka-angka terbaru menunjukkan kesenjangan yang sulit diabaikan: Kota Serang sudah melampaui target tahunannya, sedangkan Kabupaten Serang masih jauh dari sasaran. Perbedaan ini bukan sekadar soal siapa yang lebih cepat menarik modal; ia menjadi pengingat bahwa potensi kawasan tidak otomatis berubah menjadi investasi yang terealisasi. Karena itu, capaian investasi Serang Raya patut dinilai bukan hanya dari angka total, tetapi juga dari hambatan yang membuat kemajuan antardaerah berjalan timpang.

Hingga semester pertama 2026, Kota Serang mencatat Rp840 miliar, setara 129,23 persen dari target tahunan Rp650 miliar. Pada Januari–September, Kabupaten Serang baru membukukan sekitar Rp9 triliun—kurang dari separuh target Rp21 triliun. Perbandingan periode ini tidak sepenuhnya setara, tetapi cukup menunjukkan bahwa kabupaten masih harus mengejar jarak yang besar. Sementara itu, realisasi investasi Kota Tangerang mencapai Rp18,12 triliun hingga triwulan III, atau 120 persen dari target tahunan Rp15,15 triliun.

Investasi Serang Raya Timpang: Kota Melaju, Kabupaten Tertinggal

Kota melampaui target, kabupaten menghadapi hambatan

Kinerja Kota Serang memberi sinyal bahwa target investasi dapat terlampaui sebelum tahun berakhir, meski komposisi modalnya didominasi penanaman modal dalam negeri: Rp820 miliar atau 97,62 persen, sementara penanaman modal asing tercatat Rp20 miliar atau 2,38 persen. Kepala DPMPTSP Kota Serang, Dulbarid, menyebut perkembangan tersebut positif. Pemerintah kota juga memperkuat pendampingan pelaporan melalui LKPM Connect berbasis WhatsApp, memperluas layanan perizinan bagi usaha kecil, dan menyiapkan Rencana Umum Penanaman Modal sebagai pedoman sektor prioritas.

Di Kabupaten Serang, tantangannya lebih mendasar daripada sekadar promosi. Persoalan perizinan dan belum tuntasnya penetapan Lahan Baku Sawah disebut menghambat masuknya modal, termasuk ke wilayah industri. Ini menegaskan bahwa potensi ekonomi tidak cukup jika kepastian aturan dan kesiapan lahan belum mendukung. Pemerintah Kota Serang juga menyiapkan proyek yang siap ditawarkan kepada investor, termasuk peluang industri pengolahan tepung ikan di Kasemen. Namun, upaya seperti itu perlu berjalan beriringan dengan pembenahan proses dasar agar kesenjangan tidak terus melebar.

Pertanyaan pemerataan investasi di Banten

Di tingkat provinsi, lonjakan investasi Kota Tangerang memperlihatkan kuatnya aktivitas penanaman modal di salah satu pusat ekonomi Banten, tetapi tidak menjawab apakah manfaat dan peluang investasi tersebar merata. Sugihharto Achmad Bagdja, Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, mencatat nilai triwulan III sebesar Rp6,39 triliun, naik dari Rp6,28 triliun pada triwulan II dan Rp5,45 triliun pada triwulan I. Ia memperkirakan capaian dapat mendekati Rp20 triliun atau lebih pada akhir tahun, meski hasil akhirnya bergantung pada realisasi triwulan IV.

Angka Kota Tangerang dan Serang Raya tidak dapat diperlakukan sebagai perbandingan langsung karena cakupan wilayah dan targetnya berbeda. Namun, kontras di Serang Raya tetap mengundang pertanyaan penting: apakah investasi Banten tumbuh dengan peluang yang dapat dijangkau semua daerah, atau semakin terkonsentrasi di lokasi yang prosesnya lebih siap? Jawabannya menuntut lebih dari target tahunan. Kepastian lahan, pelayanan perizinan yang efektif, dan proyek yang siap ditawarkan perlu menjadi agenda bersama. Tanpa itu, pertumbuhan satu kota dapat berjalan berdampingan dengan kabupaten yang terus tertinggal.

Target bukan ukuran pemerataan

Capaian investasi Kota Tangerang dan Kota Serang menunjukkan bahwa target dapat terlampaui, tetapi angka itu sendiri belum membuktikan pemerataan. Kabupaten Serang, dengan realisasi sekitar Rp9 triliun dari target Rp21 triliun hingga September, menghadapi pekerjaan mengejar sasaran sekaligus menyelesaikan hambatan perizinan dan kepastian lahan. Pemerintah Kota Tangerang menyatakan realisasi masih mungkin bertambah pada triwulan terakhir, sedangkan Kota Serang tengah menyusun arah investasi dan memperluas pendampingan usaha. Langkah-langkah ini penting, tetapi keberhasilan kawasan akan lebih berarti jika kabupaten juga mampu mengubah potensinya menjadi penanaman modal yang tercatat. Kesimpulannya, ukuran kemajuan investasi Serang Raya seharusnya bukan hanya siapa yang melampaui target, melainkan apakah kesenjangan antardaerah mulai menyempit.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!