Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Pemetaan hingga Pemasaran Digital, UNNES GIAT Dukung UMKM Desa

Dari Pemetaan hingga Pemasaran Digital, UNNES GIAT Dukung UMKM Desa
Minat|Aplikasi Ponsel

Membuat usaha lokal lebih mudah ditemukan

UMKM desa adalah usaha mikro, kecil, dan menengah yang tumbuh di lingkungan pedesaan dan mengandalkan potensi, keterampilan, serta jaringan masyarakat setempat. Agar usaha-usaha ini berkembang, dukungan harus dimulai dari kebutuhan nyata: membuat produk mudah ditemukan, memperbaiki pengelolaan, dan memenuhi persyaratan usaha.

Di Desa Watuagung, mahasiswa KKN UNNES GIAT 17 memetakan 40 UMKM yang tersebar di enam dusun: Glendang, Watuagung, Ngumbul, Rembes, Nalen, dan Sokosewu. Pendataan yang berlangsung sekitar satu bulan itu merangkum berbagai bidang usaha, dari kuliner dan minuman hingga jasa, furnitur, otomotif, dan perkebunan. Langkah ini penting karena potensi yang tak terlihat akan sulit dijangkau warga maupun pengunjung.

Hasilnya disajikan dalam banner “Jejak Usaha Watuagung”, yang memuat nama, jenis usaha, kontak, peta dusun, dan informasi balai desa. Sebanyak 27 usaha ditampilkan langsung, sedangkan alamat lengkap seluruh 40 UMKM dapat diakses melalui kode QR. Banner diserahkan kepada perangkat desa dan dipasang di balai desa pada 30 Oktober 2026. Ini bukan sekadar daftar, melainkan sarana praktis untuk menghubungkan usaha lokal dengan calon pelanggan.

Dari pembukuan ke pemasaran digital

Pendataan membantu konsumen menemukan usaha, tetapi keberlanjutan juga bergantung pada cara usaha dikelola dan dipasarkan. Di Desa Sumberejo, mahasiswa UNNES GIAT 17 mulai mendampingi UMKM Kraukk sejak pertengahan September 2026. Produsen keripik sawi yang dikelola Kelompok Wanita Tani Sehati ini telah memiliki jaringan penjualan, tetapi masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan media digital dan akses pengiriman.

Pendampingan menyentuh kebutuhan sehari-hari usaha: menyusun pembukuan sederhana untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, membantu proses produksi, serta menata akun Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Mahasiswa juga membantu membuat katalog produk dan menggabungkan tautan informasi melalui Linktree agar calon pembeli lebih mudah mengenal produk dan memesan. Inilah bentuk pemasaran digital UMKM yang berguna: bukan sekadar hadir di media sosial, tetapi menyediakan informasi dan jalur pemesanan yang jelas.

Kraukk rata-rata menjual sekitar 400 kemasan per bulan, meski angka itu berubah mengikuti permintaan dan musim liburan. Mahasiswa turut menyusun proposal usaha untuk mendukung pengajuan kerja sama pemasaran. Pendekatan ini patut diapresiasi karena menggabungkan promosi dengan pembenahan internal; pendampingan selama periode KKN diharapkan membantu KWT Sehati membangun strategi yang dapat dilanjutkan setelah program berakhir.

Dari Pemetaan hingga Pemasaran Digital, UNNES GIAT Dukung UMKM Desa

Legalitas dan halal sebagai bekal bersaing

Di Desa Grogolan, UNNES GIAT 17 bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Tengah menyelenggarakan sosialisasi legalitas usaha dan sertifikasi halal UMKM pada 18 Oktober 2026. Pemateri dari BPJPH Jawa Tengah, Ubaedul Mustofa, menjelaskan jaminan produk halal serta tahapan pengajuan sertifikasi. Peserta juga mendapat penjelasan tentang Nomor Induk Berusaha (NIB), identitas resmi yang mengakui kegiatan usaha.

Sertifikasi halal bukan hanya soal memenuhi ketentuan produk. Bagi pelaku usaha, sertifikasi dan legalitas dapat membantu membangun kepercayaan konsumen serta menambah nilai produk di tengah persaingan. Karena itu, sosialisasi perlu berujung pada pendampingan yang membantu pelaku UMKM memahami langkah berikutnya, bukan berhenti pada penyampaian informasi.

Tiga kegiatan ini memperlihatkan bahwa dukungan bagi UMKM desa tidak bisa memakai satu pola untuk semua. Watuagung membutuhkan peta usaha yang mudah diakses; Kraukk memerlukan penguatan pengelolaan dan pemasaran digital; sementara pelaku usaha Grogolan perlu memahami legalitas dan sertifikasi halal. Kekuatan UNNES GIAT ada pada pendekatan yang berangkat dari kebutuhan setempat. Dampaknya akan lebih tahan lama jika desa dan kelompok usaha meneruskan pendataan, pembaruan kanal pemasaran, serta pengurusan dokumen setelah pendampingan mahasiswa selesai.

Dari Pemetaan hingga Pemasaran Digital, UNNES GIAT Dukung UMKM Desa

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!