Gelombang Baru: Pelatihan Digital UMKM Bukan Lagi Tambahan, Tapi Syarat Bertahan
Pelatihan digital UMKM adalah rangkaian program pendampingan terstruktur yang mengajarkan pelaku usaha kecil membuat konten digital, menguasai pemasaran di media sosial, dan memanfaatkan platform niaga elektronik untuk memperluas pasar hingga lintas daerah dan mancanegara, bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi mengubah cara mereka berjualan dari pola tradisional menjadi ekosistem digital yang berkelanjutan.
Intinya: tanpa kemampuan digital, UMKM akan tertinggal, seberapa pun bagus produknya. Di Sumatera Barat saja ada sekitar 740.000 unit UMKM, namun sebagian besar masih mengandalkan metode pemasaran tradisional dan belum memanfaatkan teknologi secara optimal. Ini bukan sekadar statistik; ini alarm keras bahwa transformasi digital sudah terlambat. Karena itu, setiap inisiatif pelatihan digital UMKM yang nyata dan terukur layak dibaca sebagai strategi penyelamatan ekonomi rakyat, bukan program seremonial.
Sumbar: 740 Ribu UMKM Tradisional dan Taruhan Besar di TikTok Shop
Pemerintah Sumatera Barat memilih langkah agresif: menggandeng TikTok Shop dan Folago Academy untuk mengakselerasi digitalisasi 740 ribu UMKM yang masih dominan tradisional. Melalui pelatihan content creator bertema “Satu Langkah, Lebih Banyak Peluang” yang digelar di Aula UIN Imam Bonjol Padang pada Senin 12/10/2026, mereka menguji satu premis sederhana: apakah konten digital bisa menjadi pintu tercepat menuju pasar yang lebih luas.
Dari sekitar 300 pendaftar, hanya 150 peserta terpilih yang mendapat pelatihan lanjutan pemanfaatan TikTok dan strategi pemasaran digital. Ini seleksi yang ketat, dan itu baik: kualitas pendampingan lebih penting daripada sekadar mengejar angka peserta. Gubernur menegaskan bahwa kualitas produk tanpa strategi pemasaran digital tidak akan memberi dampak ekonomi maksimal; media sosial dan perdagangan elektronik justru membuka peluang hingga pasar internasional. Di sini, TikTok Shop pemasaran bukan lagi tren anak muda, melainkan infrastruktur baru bagi pedagang kecil.

Konten Digital UMKM: Dari Video Sederhana ke Strategi Menembus Pasar Global
Kekuatan program di Sumbar bukan pada TikTok semata, tetapi pada fokus ke konten digital UMKM. Pemerintah daerah dan mitra menekankan bahwa keterampilan membuat konten kreatif harus diubah menjadi strategi pemasaran yang produktif dan berkelanjutan, bukan sekadar ikut tren sesaat. Fokus utama pelatihan adalah pendalaman strategi pemasaran kreatif melalui platform TikTok, termasuk bagaimana mengemas cerita produk agar relevan dengan audiens yang jauh di luar pasar lokal.
Peserta juga diperkenalkan dengan program FOLA+, sebuah platform pendukung pemasaran digital yang dijadwalkan meluncur resmi pada 1 November sebagai alat tambahan untuk aktivitas pemasaran dan belanja digital. Jika dikelola konsisten, kombinasi TikTok Shop pemasaran dan platform pendukung seperti ini bisa mengubah pola dagang UMKM: dari menunggu pembeli di kios menjadi aktif membangun audiens global. Namun keberhasilan tetap bergantung pada disiplin, fokus, dan kemauan belajar terus-menerus, seperti ditekankan inisiator Folago Academy.
Jakarta: Kampus Turun Tangan, UMKM Rumahan Belajar TikTok dari Mahasiswa
Transformasi digital UMKM tidak hanya digerakkan pemerintah daerah. Di Jakarta, Universitas Bina Sarana Informatika menggelar pelatihan pemanfaatan TikTok sebagai media pemasaran digital bagi UMKM rumahan di Aula RT 07 Mampang Prapatan pada Sabtu 10/10, melalui program pengabdian kepada masyarakat. Di sini, kampus bertindak sebagai jembatan pengetahuan: dosen mengajar, mahasiswa mendampingi, pelaku usaha mempraktikkan langsung.
Materi pelatihan sangat praktis: peserta diajak memahami strategi pemasaran digital, menyusun konsep konten, hingga menyunting video promosi menggunakan aplikasi CapCut sebelum dipublikasikan sebagai konten produk UMKM. Hasilnya, peserta mampu membuat video promosi sendiri dan kepercayaan diri mereka dalam memanfaatkan media sosial meningkat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini bukan sekadar memenuhi kewajiban tridarma; ini bentuk nyata program go-digital untuk UMKM desa dan lingkungan sekitar, yang memperlihatkan bahwa transformasi digital bisa dimulai dari aula kecil di tingkat RT.

Dari Inisiatif Terpisah ke Gerakan Nasional Go-Digital UMKM
Jika disatukan, pola yang muncul jelas: pemerintah daerah menggandeng platform besar seperti TikTok Shop, sementara kampus menggarap pelatihan digital UMKM di akar rumput. Keduanya sama-sama mengandalkan konten digital UMKM sebagai senjata utama, dari pelatihan content creator di Padang hingga praktik video promosi di Mampang.
Pelatihan ini membantu pelaku usaha memahami strategi promosi, memperluas jangkauan pemasaran, dan membuka peluang pendapatan yang lebih besar. Namun agar tidak berhenti sebagai proyek sesaat, ada tiga hal yang perlu dijaga: kesinambungan pendampingan, akses ke platform pendukung seperti FOLA+, dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam program go-digital di desa-desa. Transformasi digital UMKM bukan soal seberapa canggih teknologi, tetapi seberapa banyak pedagang kecil yang merasa mampu dan berani menekan tombol “unggah” pada konten pertama mereka.






