Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Peluang Memimpin Listrik Panas Bumi Bergantung pada Eksekusi

Peluang Memimpin Listrik Panas Bumi Bergantung pada Eksekusi
Minat|Asia Tenggara

Keunggulan tipis, pekerjaan besar

Listrik panas bumi adalah listrik yang dihasilkan dengan memanfaatkan panas dari dalam bumi melalui pembangkit yang dirancang untuk mengubah sumber daya geologi menjadi pasokan energi. Indonesia sudah sedikit melampaui Amerika Serikat dalam kapasitas terpasang pada 2025, tetapi keunggulan itu belum cukup untuk memastikan kepemimpinan jangka panjang. Data IRENA yang diolah Our World in Data mencatat kapasitas Indonesia sebesar 2.744 MW, berbanding 2.696 MW di Amerika Serikat. Selisih yang tipis membuat klaim sebagai produsen terbesar perlu dibaca dengan cermat: capaian saat ini bukan jaminan akan terus bertahan. Data ESDM yang disampaikan dalam kesempatan berbeda mencatat kapasitas terpasang 2.776,39 MW dan potensi 23.202,77 MW. Karena tahun pelaporan dan metodologi bisa berbeda, angka dari kedua seri tersebut tidak semestinya dicampur. Pesan utamanya jelas: Indonesia punya peluang memimpin, tetapi ukuran keberhasilannya harus berupa pembangkit yang beroperasi andal, bukan potensi di atas kertas.

Peluang Memimpin Listrik Panas Bumi Bergantung pada Eksekusi

Cincin api memberi modal geologis

Letak di kawasan Cincin Api memberi Indonesia dasar geologis kuat untuk mengembangkan energi panas bumi. Aktivitas vulkanik yang juga membawa risiko gempa dan letusan membentuk sumber panas bawah tanah; Indonesia tercatat memiliki 127 gunung api, sekitar 13 persen dari jumlah gunung api di dunia. Pakar vulkanologi dan geofisika Surono menyebut potensi panas bumi nasional sekitar 24 GW dan menyatakan sekitar 40 persen potensi dunia berada di Indonesia. Sementara itu, catatan ESDM menyebut potensi 23.202,77 MW. Perbedaan angka ini mengingatkan bahwa sumber dan cara penghitungan perlu diperhatikan, meski keduanya menunjukkan skala sumber daya yang besar. Panas bumi juga dapat memasok listrik dasar secara relatif stabil ketika sumber dan fasilitas dikelola dengan baik. Bagi pengguna, pengembangan yang berhasil berpotensi menambah pasokan terbarukan yang tersedia terus-menerus dan mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil.

Potensi tidak otomatis menjadi kapasitas

Jarak antara potensi dan pembangkit beroperasi adalah inti tantangannya. Kapasitas terpasang Indonesia sebesar 2.776,39 MW baru disebut mencapai 11,6 persen dari potensi menurut catatan ESDM. Angka ini bukan bukti bahwa sisa potensi bisa langsung dibangun: pengembang harus lebih dulu membuktikan setiap sumber layak secara teknis dan ekonomis. Survei dan pengeboran memerlukan biaya besar, sementara hasil eksplorasi tidak selalu sesuai perkiraan. Risiko awal itu dapat menghambat investasi, terutama bila kepastian regulasi dan skema pembiayaan belum memadai. Setelah eksplorasi, perizinan, pendanaan, kesiapan teknologi, serta koordinasi antarpihak juga dapat menahan proyek sebelum konstruksi atau operasi. Artinya, target kapasitas baru hanya bermakna jika disertai jalur proyek yang jelas dari penilaian sumber daya sampai pembangkit menghasilkan listrik. Menganggap besarnya potensi sebagai kapasitas siap pakai akan mengaburkan pekerjaan yang paling menentukan.

Kepemimpinan harus dibangun bersama

Dalam pernyataan yang dikutip pada 25 Oktober 2026, Tina menilai posisi nomor satu dunia masuk akal dicapai, tetapi menekankan perlunya kerja bersama. Penekanan itu tepat: pemerintah, pengembang, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, pemerintah daerah, dan masyarakat memegang peran yang saling terkait. Kejar kapasitas tanpa menjaga operasi dan hubungan dengan warga berisiko menghasilkan proyek yang tertunda atau tidak andal. Pembangkit yang sudah beroperasi pun perlu dipelihara, sementara pengelolaan reservoir, keselamatan, dan kinerja produksi harus dijaga. Penerimaan masyarakat bukan pelengkap; komunikasi terbuka mengenai manfaat, risiko, dan dampak kegiatan membantu menopang keberlanjutan proyek. Karena itu, Indonesia sebaiknya mengukur kemajuan bukan hanya dari peringkat, melainkan dari proyek yang selesai, beroperasi konsisten, dan menambah pasokan listrik. Keunggulan atas Amerika Serikat pada data 2025 adalah pijakan yang menjanjikan, bukan garis finis. Tanpa kepastian investasi dan pelaksanaan yang disiplin, pemimpin hari ini dapat tertinggal esok.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!