Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Telkom Tekankan Tiga Fondasi Industri AI yang Berkelanjutan

Telkom Tekankan Tiga Fondasi Industri AI yang Berkelanjutan
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

AI membutuhkan fondasi, bukan sekadar aplikasi

Infrastruktur AI adalah gabungan jaringan konektivitas, pusat data, dan kemampuan komputasi yang memungkinkan layanan kecerdasan buatan beroperasi secara luas, aman, dan andal. Pesan itu menjadi inti paparan Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dalam sesi pleno “The Next Industrial Wave: Which Technologies Will Create New Global Industries?” di hari kedua Danantara Indonesia Technology and Innovation Forum 2026, Selasa (27/10). Nanang menempatkan konektivitas dan komputasi sebagai fondasi industri AI; pilihan yang masuk akal karena layanan yang makin mudah diakses akan menambah kebutuhan atas jaringan dan daya olah data. Sejak 2022, biaya per kueri AI turun sekitar 280 kali, sementara penggunaan AI di Google meningkat hingga tujuh kali lipat dalam satu tahun. Penurunan biaya dapat memperluas pemakaian, tetapi tanpa kapasitas yang memadai, peluang itu berisiko berhenti sebagai percobaan.

Telkom Tekankan Tiga Fondasi Industri AI yang Berkelanjutan

Kapasitas harus berujung pada nilai nyata

Membangun komputasi AI saja tidak menjamin manfaat bisnis. Nanang menyampaikan bahwa 95% proyek percontohan AI generatif belum berdampak pada laba-rugi, hanya 25% perusahaan mencapai pengembalian investasi sesuai harapan, dan baru 21% telah merancang ulang proses kerja untuk memanfaatkan AI. Angka-angka ini menunjukkan persoalan yang lebih besar daripada kecanggihan model: perusahaan perlu mengubah cara kerja, menemukan permintaan pasar, dan membangun kemitraan agar teknologi menghasilkan nilai. Telkom menyebut tiga fondasi yang dikembangkan: konektivitas terintegrasi, pusat data berskala besar, serta gerbang model AI dan pengembangan aplikasi. Skala infrastrukturnya sudah terlihat—Telkom memiliki kapasitas satelit 42,2 Gbps, jaringan serat optik dan kabel laut lebih dari 211 ribu kilometer, serta 58 titik kehadiran internasional. NeutraDC mengoperasikan kapasitas pusat data 48,4 MW per kuartal III 2026, dengan aspirasi ekspansi hingga 1 gigawatt. Namun, tolok ukur akhirnya bukan kapasitas semata, melainkan pemakaian produktif.

Telkom Tekankan Tiga Fondasi Industri AI yang Berkelanjutan

Keamanan dan kepercayaan membuka jalan adopsi

Keamanan digital bukan lapisan tambahan yang bisa ditunda sampai AI telanjur digunakan luas. Sistem yang memproses data dan membantu keputusan bisnis maupun layanan publik membutuhkan perlindungan serta kejelasan tentang bagaimana teknologi itu dipakai. Tanpa kepercayaan, pengguna punya alasan untuk menahan data dan organisasi akan sulit membawa proyek dari uji coba ke operasi sehari-hari. Nanang menilai nilai ekonomi AI akan semakin ditentukan oleh kemampuan menyediakan infrastruktur sekaligus kepercayaan yang dibutuhkan agar teknologi ini digunakan secara luas. Karena itu, standar dan regulasi yang jelas sama pentingnya dengan biaya terjangkau, permintaan, penyesuaian alur kerja, serta ekosistem mitra dan pengembang. Ketiganya bukan urusan terpisah: konektivitas membawa layanan ke pengguna, komputasi menjalankannya, dan kepercayaan membuat orang bersedia mengandalkannya. Tanpa unsur terakhir, pertumbuhan penggunaan tidak otomatis menjadi ekosistem AI yang berkelanjutan.

Teknologi berdaulat harus memberi manfaat luas

Pengembangan Sovereign Digital Technology menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun ekosistem AI sekaligus mendukung kemandirian teknologi. Nilainya akan terasa jika kapasitas itu menghubungkan infrastruktur, model, perangkat, dan kebutuhan pengguna—bukan berhenti pada pembangunan pusat data. Inisiatif yang disebut Telkom mencakup AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera, yang menggabungkan komputasi, pengembangan AI, konektivitas perangkat, serta akses pasar bagi UMKM. Bagi usaha kecil, manfaat praktisnya dapat berupa efisiensi operasional, layanan yang lebih baik, dan peluang penjualan yang lebih luas. Ini arah yang patut didukung, tetapi keberhasilannya perlu dinilai dari penggunaan nyata, keamanan, dan hasil bagi pelaku usaha, bukan dari ambisi kapasitas saja. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapabilitas, membangun kolaborasi, dan mengembangkan industri yang mampu bersaing secara global.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!