Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sekolah Pola Asuh dan Pelatihan Parenting: Bekal Praktis bagi Orang Tua

Sekolah Pola Asuh dan Pelatihan Parenting: Bekal Praktis bagi Orang Tua
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Pengasuhan adalah keterampilan yang dapat dipelajari

Pendidikan pengasuhan adalah proses membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi tumbuh kembang anak melalui komunikasi, kasih sayang, dan respons yang sesuai kebutuhan. Bekal ini bukan pelengkap: niat baik saja tidak selalu cukup ketika orang tua menghadapi emosi anak, perbedaan keinginan, atau keputusan tentang masa depannya. Karena itu, pelatihan parenting untuk orang tua layak dipandang sebagai bagian penting dari pendidikan keluarga. Di Kertosono, Pondok Pesantren Al Ubaidah mengadakan kegiatan parenting skill bagi wali murid pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Wisma Abdul Dhohir, kompleks pesantren. Kegiatan bertema optimalisasi peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak itu mempertemukan wali murid dari KB Choirul Huda, TK Tarbiyah Al Ubaidah, dan SD Al Ubaidah. Fokusnya praktis: membantu orang tua lebih terbuka berkomunikasi, menunjukkan kasih sayang, dan mengendalikan emosi.

Sekolah Pola Asuh dan Pelatihan Parenting: Bekal Praktis bagi Orang Tua

Bekal sehari-hari: mendengar, menyayangi, dan menenangkan diri

Psikolog Sovia Sahid, pemateri kegiatan di Kertosono, menjelaskan bahwa pujian dan pelukan dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Namun, pengasuhan yang hangat bukan berarti orang tua harus menyembunyikan kesulitan. Jika sulit mengekspresikan kasih sayang, orang tua dapat menjelaskan perasaannya dengan terbuka. Hal serupa berlaku ketika cita-cita orang tua berbeda dari pilihan anak: dialog memberi ruang bagi kedua pihak untuk menyampaikan alasan tanpa menutup aspirasi anak. Contohnya, harapan agar anak menjadi pendakwah dapat dibicarakan dengan menjelaskan makna dan prosesnya, sambil mendengarkan cita-cita anak. Bagi wali murid Rima Puspita Sari, tantangan penting justru mengelola emosi sendiri saat anak mengamuk atau meminta sesuatu yang belum bisa dipenuhi. Ia menyebut ketenangan sebagai kunci dalam merawat dan mendampingi anak. Pelatihan semacam ini bermanfaat karena mengubah nasihat umum menjadi kebiasaan yang bisa dipraktikkan di rumah.

Sekolah Pola Asuh dan Pelatihan Parenting: Bekal Praktis bagi Orang Tua

Sekolah pola asuh membawa pendidikan keluarga lebih luas

Lamongan mengembangkan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dengan cakupan pembelajaran yang lebih terstruktur. Program ini menggelar wisuda angkatan VII pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Pendopo Lokatantra. Sebanyak 221 peserta dari 14 desa di Kecamatan Ngimbang, Modo, dan Pucuk mengikuti wisuda setelah menempuh 13 pertemuan, dengan evaluasi sebelum dan sesudah pembelajaran. Materinya meliputi perencanaan kehidupan keluarga, pola asuh, pemenuhan gizi untuk mencegah stunting, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pembentukan karakter. Perbedaan dengan kegiatan Al Ubaidah bukan soal mana yang lebih baik, melainkan titik tekan: pelatihan di pesantren menyoroti komunikasi, kasih sayang, dan pengendalian emosi, sementara SOTH memberi rangkaian pendidikan keluarga yang mencakup kesehatan dan pengetahuan dasar pengasuhan. Keduanya mengakui bahwa orang tua memerlukan bekal, bukan sekadar mengandalkan kebiasaan turun-temurun.

Manfaat baru terasa saat ilmu diterapkan

Sekolah pola asuh dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri orang tua, tetapi keberhasilan tidak berhenti pada kelulusan atau kehadiran dalam pelatihan. Pemerintah Kabupaten Lamongan mendorong peserta menerapkan ilmu secara konsisten agar komunikasi keluarga menguat dan anak lebih nyaman bercerita. Salah satu peserta SOTH, Hartini dari Desa Yungyang, mengaku mendapat pemahaman tentang hak anak, imunisasi lengkap, pendidikan, dan pencegahan stunting. Pengetahuan tersebut membantunya memahami langkah yang tepat, bukan panik ketika menghadapi risiko. Sementara itu, bekal dari Al Ubaidah diharapkan mendorong wali murid merespons anak dengan lebih tenang, terbuka, dan peka terhadap kebutuhannya. Inilah nilai paling nyata pendidikan pengasuhan: orang tua memiliki pilihan respons yang lebih baik dalam situasi sehari-hari. Kedua program patut dinilai dari perubahan di rumah—apakah anak didengar, kebutuhan kesehatannya dipahami, dan hubungan keluarga menjadi tempat yang aman untuk berbicara.

Kesimpulannya, pelatihan parenting dan SOTH saling melengkapi: yang satu mengasah cara berinteraksi, yang lain memperluas bekal pengasuhan secara terstruktur. Keduanya menegaskan bahwa keterampilan pengasuhan anak dapat dipelajari dan perlu terus diterapkan. Dukungan sekolah dan komunitas akan paling berarti ketika orang tua membawa pelajaran itu ke dalam keseharian, bukan meninggalkannya saat kegiatan berakhir.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!