Aksi siang hari, gangguan bisa meluas
Demo mahasiswa Jakarta adalah aksi penyampaian pendapat yang dapat memengaruhi arus kendaraan di sekitar lokasi kegiatan dan ruas penghubungnya. Bagi warga yang bepergian pada Rabu, 28 Oktober 2026, pilihan paling aman ialah menghindari pusat kota bila tidak ada keperluan mendesak.
Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), bersama aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil, dijadwalkan berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia mulai pukul 14.00 WIB. Kepadatan juga perlu diantisipasi di sekitar Monas, Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR RI; karena itu, dampaknya tidak terbatas pada titik demonstrasi.
Daftar 27 jalan yang disebut berpotensi terdampak menjadi alasan kuat untuk menyiapkan perjalanan lebih awal, bukan menunggu sampai arus tersendat. Perlambatan dapat menjalar ke jalan penghubung, sementara situasi di lapangan bisa berubah.

Ruas rawan: Monas, Tugu Tani, hingga Sudirman-Thamrin
Kawasan Monas dan Tugu Tani patut menjadi perhatian utama. Ruas yang berpotensi mengalami kepadatan mencakup Jalan Medan Merdeka Barat, Timur, dan Selatan; Jalan Perwira; Jalan Majapahit; Jalan Abdul Muis; Jalan Budi Kemuliaan; Jalan H. Fachrudin; serta Jalan M.I. Ridwan Rais.
Risiko juga mencakup Jalan Menteng Raya, Jalan Kebon Sirih, Jalan Arief Rachman Hakim, Jalan K.H. Wahid Hasyim, dan Jalan Cut Mutiah. Di sekitar Bundaran HI dan koridor Jenderal Sudirman, pengendara sebaiknya bersiap menghadapi perlambatan, terutama pada jalur Sudirman-Thamrin dari selatan menuju utara.
Kawasan DPR/MPR RI dan Senayan juga perlu diperhitungkan saat menyusun perjalanan. Jadi, pencarian jalan macet Jakarta sebaiknya tidak hanya berfokus pada Bundaran HI: kepadatan atau pengalihan di satu titik dapat membebani ruas lain di pusat kota.
Pengalihan arus bersifat situasional
Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus untuk mengantisipasi kemacetan, dengan 1.249 personel lalu lintas disiagakan. Namun, skema tidak berarti semua penutupan dan pengalihan dapat dipastikan sejak awal: penerapannya dinamis dan menyesuaikan perkembangan situasi.
Karena itu, jangan mengandalkan satu rute tetap untuk melintasi pusat Jakarta. Periksa kondisi perjalanan sebelum berangkat, beri waktu tambahan, dan ikuti petunjuk petugas di lapangan. Pengendara yang melintas di kawasan aksi tanpa keperluan mendesak sebaiknya memilih jalur lain.
Untuk mencari rute alternatif Jakarta, tentukan tujuan terlebih dahulu lalu hindari koridor yang mengarah ke Bundaran HI, Monas, Tugu Tani, dan DPR/MPR RI bila memungkinkan. Pantau kembali kondisi jalan menjelang perjalanan; rekayasa dapat berubah mengikuti kepadatan dan perkembangan aksi.
Utamakan rencana cadangan
Warga pusat kota dan Senayan perlu menganggap perjalanan pada hari aksi berisiko lebih lambat dari biasanya. Berangkat lebih awal, mengecek arus sebelum bergerak, dan menyiapkan rute cadangan lebih berguna daripada mencoba menerobos ruas yang mulai padat.
Rencana demonstrasi berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai di sejumlah kawasan, sementara aksi BEM UI di Bundaran HI dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB. Artinya, pengendara sebaiknya tidak hanya menghindari perjalanan tepat pada jam dimulainya aksi; pantau informasi lalu lintas sepanjang hari dan patuhi arahan petugas.
Kesimpulannya, daftar jalan rawan memberi peringatan, bukan kepastian bahwa seluruh ruas akan ditutup atau lumpuh. Pilih rute di luar titik aksi bila bisa, cek kondisi terkini, dan sisakan waktu untuk perubahan arus. Itulah cara paling masuk akal untuk mengurangi risiko terjebak kemacetan.






