Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari LPKA hingga Kelurahan, Gunting Membuka Jalan Mandiri

Dari LPKA hingga Kelurahan, Gunting Membuka Jalan Mandiri
Minat|Penataan Rambut

Keterampilan nyata untuk memulai kembali

Pelatihan potong rambut adalah pembelajaran vokasional yang mengajarkan teknik memangkas dan menata rambut, merawat alat kerja, serta mengubah kecakapan praktis menjadi bekal kerja atau usaha mandiri. Di LPKA Kelas I Tangerang, pendekatan ini memberi anak binaan lebih dari sekadar kegiatan pengisi waktu: mereka mendapat bekal untuk menata masa depan setelah kembali ke masyarakat. Program keterampilan barbershop yang berkolaborasi dengan PT AirNav Indonesia berlangsung pada 8–23 Oktober 2026. Selama pelatihan, peserta berlatih teori dasar rambut, penggunaan dan perawatan peralatan barber, serta teknik potong dan tata rambut terkini. Pendampingan materi dan praktik berlangsung lima jam sehari hingga hari ke-12, dengan gunting dan mesin cukur sebagai alat kerja yang mereka pelajari. Sebanyak 36 peserta kemudian mengikuti ujian sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), langkah penting untuk menguji kompetensi dan memperoleh pengakuan formal.

Peluang usaha dimulai dari lingkungan sendiri

Di Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, pelatihan pangkas rambut menyasar pemberdayaan warga secara langsung. Sebanyak 25 warga mengikuti pelatihan di pendapa kantor kelurahan pada 26–27 Oktober 2026. Selama dua hari, praktisi profesional mengajarkan keterampilan memangkas rambut pria, dan peserta juga memperoleh peralatan cukur sebagai modal awal untuk membuka usaha. Pesertanya merupakan warga usia produktif dari kelompok ekonomi desil 1–5, sehingga keterampilan ini menawarkan jalur pendapatan yang lebih dekat dan konkret dibanding menunggu pekerjaan formal. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong mereka melihat usaha mandiri sebagai pekerjaan yang sah dan berpotensi menghasilkan. Ia mengatakan, “Meskipun saudara sekalian tidak sedang bekerja di sebuah perusahaan, tetapi dengan membuka barbershop atau cukur pribadi, saudara semua telah bekerja dan menghasilkan uang.” Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh pendampingan lanjutan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Dari kelas pelatihan menuju kemandirian ekonomi

Dua program ini menunjukkan alasan pelatihan vokasional sosial layak diperluas: keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan membuka pilihan kerja, bukan sekadar menambah sertifikat. Anak binaan LPKA dapat mencari pekerjaan di barbershop atau membuka layanan cukur dari rumah setelah menyelesaikan masa pembinaan. Warga Gunung Gedangan pun didorong merintis usaha sendiri, dengan peralatan awal dan pendampingan lanjutan sebagai dukungan praktis. Bagi peserta yang menghadapi keterbatasan akses kerja, bekal seperti ini bisa memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Namun, pelatihan singkat tidak seharusnya menjadi akhir program. Kesempatan untuk mengasah keterampilan lebih lanjut perlu tetap tersedia, sebagaimana pelatih LPKA menyatakan terbuka untuk mendampingi peserta yang ingin belajar lebih dalam. Kolaborasi LPKA dengan PT AirNav Indonesia, Ernafs Indonesia, dan LSP Cohespa juga memperlihatkan bahwa pembinaan membutuhkan dukungan lintas sektor. Ukuran keberhasilannya pada akhirnya bukan hanya jumlah peserta, melainkan kemampuan mereka mengubah keterampilan barber profesional menjadi pekerjaan dan penghasilan yang berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!