Keterampilan praktis sebagai bekal kemandirian
Pelatihan pangkas rambut adalah pendidikan vokasi yang mengajarkan teknik memotong dan menata rambut agar peserta memiliki bekal praktis untuk bekerja atau merintis usaha. Nilainya terletak pada hubungan langsung antara keterampilan yang dipelajari dan kebutuhan pelanggan sehari-hari. Di Sulawesi Selatan, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Collins Hair Studio mengadakan pelatihan satu minggu yang dimulai 26 Oktober 2026 bagi 35 siswa dari berbagai Sekolah Rakyat. Materinya mencakup tata rias, potong rambut, dan penataan rambut. Langkah ini masuk akal karena siswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademis, tetapi juga pilihan konkret setelah lulus. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, “Dengan keterampilan yang sesuai dengan potensi diri, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat bekerja, memperoleh penghasilan, dan membantu keluarga.” Keterampilan vokasi sebaiknya bukan jalan buntu: siswa tetap dapat memilih melanjutkan kuliah atau mengembangkan pekerjaan.

Bekasi: keterampilan yang bisa menjadi usaha mandiri
Sasaran program di Bekasi berbeda: bukan siswa, melainkan 38 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Polres Metro Bekasi Kota menggelar kursus pangkas rambut melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) di kios Pasar Baru pada 29 Oktober 2026. Fokusnya adalah membuka akses warga pada keterampilan yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan maupun memulai usaha sendiri. Dibandingkan pelatihan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari bekal pendidikan jangka panjang, kursus ini mengarahkan peserta dewasa pada kemungkinan penghasilan dan kemandirian secara lebih langsung. Namun, belajar teknik saja belum cukup. Wakapolres AKBP Davis Busin Siswara menekankan pentingnya terus berlatih, menjaga kerapian alat, dan melayani pelanggan dengan ramah. Nasihat itu tepat: peluang kerja barber bergantung bukan hanya pada kemampuan memegang alat cukur, tetapi juga pada mutu layanan dan kepercayaan pelanggan.
Tangsel menghubungkan pelatihan dengan penempatan kerja
Program di Tangerang Selatan menawarkan jalur yang lebih terstruktur dari belajar menuju pekerjaan. Fourlen Edukasi Vokasi Indonesia (FEVI), bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan, membuka kursus barber gratis bagi perempuan melalui pelatihan potong rambut komersial selama tujuh hari, lalu dilanjutkan uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Peserta yang memenuhi ketentuan program berkesempatan ditempatkan di salon mitra; selama masa kerja dua tahun, mereka juga dapat menambah keterampilan dan pengalaman profesional. Berbeda dari kursus Bekasi yang membekali warga untuk memilih antara mencari kerja atau membuka usaha, skema FEVI secara jelas mengaitkan keterampilan barber dengan kebutuhan salon. Jadwal pelatihan yang diumumkan adalah 11–17 November 2026. Sertifikasi dan peluang penempatan membuat program ini menjanjikan, meski peserta perlu memahami syarat serta komitmen kerja sebelum mendaftar.
Tiga sasaran, satu ukuran keberhasilan
Ketiga program memperlihatkan bahwa pelatihan pangkas rambut dapat melayani kebutuhan yang berbeda: membekali siswa Sekolah Rakyat sebelum lulus, memberi warga Bekasi pilihan kerja atau usaha mandiri, dan membuka jalur kerja salon bagi perempuan di Tangsel. Perbedaan sasaran ini penting; satu model tidak otomatis cocok bagi semua peserta. Kemensos menyatakan pelatihan vokasi akan digelar berkala melalui kerja sama dengan berbagai pihak, sementara program FEVI memberi ruang peningkatan keterampilan selama masa kerja. Agar manfaatnya tidak berhenti pada sertifikat atau sesi praktik, pelatihan perlu disertai latihan berkelanjutan, standar layanan, dan hubungan nyata dengan pemberi kerja maupun pelanggan. Keterampilan barber bisa menjadi modal yang mudah dipahami, tetapi peluang kerja barber tetap bergantung pada kecakapan peserta dan kesinambungan dukungan setelah pelatihan.
Kesimpulannya, pelatihan vokasi paling bernilai ketika materi sesuai kebutuhan peserta dan menyediakan langkah lanjutan yang jelas. Bekal keterampilan membuka pintu; praktik, kualitas layanan, dan akses kerja membantu peserta bertahan setelah pintu itu terbuka.






