Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Penyedot Air hingga WTP Bergerak, Respons Banjir Perlu Dua Arah

Dari Penyedot Air hingga WTP Bergerak, Respons Banjir Perlu Dua Arah
Minat|Solusi Pintar

Respons banjir bukan hanya soal mengeringkan jalan

Teknologi tanggap banjir mencakup peralatan dan sistem yang membantu pemerintah mengurangi genangan sekaligus menjaga kebutuhan dasar warga ketika banjir mengganggu layanan sehari-hari. Dua penjajakan terbaru menunjukkan bahwa respons yang baik tidak berhenti pada memindahkan air: warga juga perlu akses air layak konsumsi saat jaringan air bersih terganggu atau tercemar. Di Makassar, pemerintah kota menguji kemungkinan memakai kendaraan penyedot dan penyemprot untuk menangani genangan serta membersihkan saluran. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pemerintah kabupaten menjajaki WTP mobile agar pasokan air bersih dapat menjangkau permukiman terdampak. Keduanya masih berupa penjajakan, bukan bukti bahwa alat sudah beroperasi. Namun arah kebijakannya tepat: banjir menimbulkan masalah yang saling terkait, tetapi tidak bisa diselesaikan oleh satu jenis teknologi saja.

Makassar mengincar saluran yang tersumbat

Menjelang musim hujan, Pemkot Makassar menjajaki kendaraan penyedot berdaya tinggi dan kendaraan penyemprot bertekanan tinggi melalui kerja sama antarkota dengan Yokohama, Jepang, yang difasilitasi Nippon Koei. Wali Kota Munafri Arifuddin meninjau demonstrasinya di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, pada 27 Oktober 2026. Kebutuhannya jelas: saluran tertutup, sedimentasi, dan sampah dapat menghambat aliran, sedangkan alat konvensional tidak selalu mudah menjangkau titik-titik tertentu. Kendaraan penyedot air banjir berpotensi memindahkan air ke kanal utama atau saluran pembuangan yang sesuai; semprotan bertekanan tinggi dapat membantu melepaskan kotoran dan endapan. Ini pendekatan yang lebih terarah daripada sekadar menunggu genangan surut. Pemkot menyebut peningkatan curah hujan diperkirakan pada akhir November hingga awal Desember, sehingga kesiapan perlu dinilai sebelum hujan deras datang.

Dari Penyedot Air hingga WTP Bergerak, Respons Banjir Perlu Dua Arah

OKU menyiapkan jalur pasokan air bersih

Sementara Makassar berfokus pada drainase, OKU menaruh perhatian pada krisis air bersih yang dapat menyertai banjir. Bupati Teddy Meilwansyah memimpin penjajakan kerja sama pengembangan Mobile Water Treatment Plant atau WTP mobile bersama PT Desalite Tirtamas Teknologi di Bekasi Timur pada 26 Oktober 2026. Pertimbangannya berangkat dari risiko bahwa infrastruktur air bersih terganggu atau tercemar ketika banjir melanda. Jika dikembangkan sesuai kebutuhan daerah, unit pengolahan bergerak dapat menjadi cara untuk menyuplai air layak konsumsi langsung ke permukiman yang membutuhkan, termasuk dalam situasi darurat. Nilainya bukan mengurangi genangan, melainkan menjaga warga tetap memperoleh kebutuhan pokok ketika layanan biasa terputus. Air bersih adalah hak dasar; karena itu, rencana seperti ini layak dinilai dari kemampuan menjangkau warga dengan cepat dan aman, bukan sekadar dari keberadaan unit bergerak.

Dua alat, dua pekerjaan yang saling melengkapi

Penyedot dan penyemprot air menangani sisi fisik banjir: mengurangi genangan dan memulihkan aliran drainase. WTP mobile menangani akibat yang berbeda: memastikan air layak konsumsi tetap tersedia ketika sistem pasokan terganggu. Membandingkan keduanya sebagai teknologi yang saling menggantikan akan keliru; keduanya mengisi celah yang berbeda dalam kesiapsiagaan. Namun penjajakan belum menjamin keberhasilan. Makassar masih perlu menilai efektivitas alat, kebutuhan operasional, dan kecocokannya dengan saluran tertutup sebelum menentukan penggunaan lebih lanjut. OKU juga perlu menyelesaikan kajian teknis, skema kerja sama, dan langkah tindak lanjut yang sesuai karakteristik daerah. Pemerintah sebaiknya mengukur hasil dari manfaat nyata bagi warga: genangan lebih cepat tertangani, drainase lebih bersih, dan pasokan air bersih tersedia saat dibutuhkan.

Kesimpulannya, respons banjir yang lengkap harus bekerja di dua jalur sekaligus. Peralatan penyedot dan penyemprot dapat membantu mengendalikan air di jalan serta saluran, sementara WTP mobile berpotensi menjaga kebutuhan air minum warga. Kedua inisiatif ini masih perlu diuji dan ditindaklanjuti, tetapi arah kebijakannya patut didukung: kesiapsiagaan bukan hanya soal mencegah air masuk, melainkan juga memastikan kehidupan sehari-hari tetap berjalan ketika banjir terjadi.

Dari Penyedot Air hingga WTP Bergerak, Respons Banjir Perlu Dua Arah

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!