Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Asesmen Lapangan PPG UIN Saizu: Filter Mutu Calon Guru Profesional

Asesmen Lapangan PPG UIN Saizu: Filter Mutu Calon Guru Profesional
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Asesmen Lapangan PPG: Bukan Formalitas, Melainkan Instrumen Mutu

Asesmen lapangan dalam program pendidikan profesi guru adalah proses evaluasi langsung terhadap tata kelola, kurikulum, dan praktik pembelajaran di sebuah program PPG untuk memastikan standar kompetensi guru tercapai, sistem penjaminan mutu berjalan, dan calon pendidik berkualitas disiapkan sebelum mereka memasuki ruang kelas nyata. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menjalani asesmen lapangan pada 9–11 Oktober 2026 sebagai bagian dari penjaminan mutu internal dan eksternal. Langkah ini jelas bukan sekadar memenuhi kewajiban akreditasi; ia adalah pernyataan bahwa mutu pendidikan guru harus diuji di lapangan, bukan hanya di atas kertas. Ketika sebuah institusi berani membuka diri pada penilaian eksternal, itu menunjukkan keseriusan membangun ekosistem pendidikan profesi guru yang akuntabel.

Asesmen Lapangan PPG UIN Saizu: Filter Mutu Calon Guru Profesional

Tiga Asesor dari Kampus Terkemuka: Validasi Eksternal yang Berarti

Kehadiran tiga asesor dari universitas ternama—Prof. Asep Kadarohman (UPI), Prof. Maria Paristiowati (UNJ), dan Prof. Kastam Syamsi (UNY)—menjadikan asesmen lapangan guru di PPG FTIK UIN Saizu lebih dari sekadar pemeriksaan rutin. Mereka membawa perspektif luas tentang mutu pendidikan guru di berbagai konteks, sekaligus tolok ukur bagaimana standar kompetensi guru diterapkan secara nyata. Rektor menegaskan bahwa forum akreditasi adalah ruang refleksi, bukan sidang vonis: catatan asesor menjadi cermin jujur kondisi program studi dari sudut pandang luar. Di sinilah nilai sesungguhnya asesmen lapangan—ia memaksa pengelola program melihat celah yang mungkin luput dari pandangan internal, dan mengubahnya menjadi agenda perbaikan konkret, bukan defensif.

Asesmen Lapangan PPG UIN Saizu: Filter Mutu Calon Guru Profesional

Durasi 49 Hari dan Tantangan Menjaga Standar Kompetensi Guru

PPG Dalam Jabatan di UIN Saizu berlangsung relatif singkat, sekitar 49 hari. Dalam rentang waktu padat ini, tuntutan terhadap mutu pendidikan guru justru meningkat: perencanaan pembelajaran harus rapat, penilaian terstruktur, dan pembinaan peserta tidak boleh asal-asalan. Dekan FTIK menekankan bahwa kesiapan menghadapi asesmen lapangan tidak cukup dengan dokumen rapi; proses pembelajaran harus betul-betul mengantarkan lulusan mencapai kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Di sinilah program pendidikan profesi guru diuji: apakah ia sekadar kursus singkat, atau benar-benar jalur profesional yang menegakkan standar kompetensi guru profesional. Jika durasi singkat tidak diimbangi desain pembelajaran yang matang, PPG hanya akan menghasilkan guru yang hafal prosedur, bukan pendidik yang reflektif dan adaptif.

SPMI, PPEPP, dan Microteaching: Fondasi Sistematis Calon Pendidik Berkualitas

Tim asesor memberi perhatian besar pada Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Siklus ini adalah jantung penjaminan mutu pendidikan guru: tanpa penerapan konsisten, mutu akan berhenti pada slogan. Pernyataan asesor bahwa penjaminan mutu bergantung pada komitmen pimpinan menegaskan satu hal: kualitas guru lahir dari budaya institusi, bukan hanya dari modul pelatihan. Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan kurikulum, yang diikuti refleksi dan tindak lanjut terukur, menjadi mekanisme sistematis yang pada akhirnya mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Ditambah fasilitas microteaching yang memungkinkan simulasi mengajar sebelum terjun ke kelas sesungguhnya, calon guru tidak hanya diuji pengetahuan, tetapi juga kompetensi pedagogis secara nyata.

Dari Akreditasi ke Transformasi Mutu Pendidikan Guru

Transformasi UIN Saizu menjadi universitas pada 2021 dan capaian akreditasi perguruan tinggi Unggul pada 2023 menempatkan kampus ini pada posisi yang tak lagi bisa berpuas diri. Status unggul menuntut mutu semua program studi, termasuk PPG, naik kelas secara berkelanjutan. Melalui asesmen lapangan, FTIK UIN Saizu diharapkan memperkuat sistem pengelolaan dan penyelenggaraan program pendidikan profesi guru, dengan sinergi pimpinan, pengelola, dan dosen sebagai kunci tindak lanjut rekomendasi asesor. Kesimpulannya, asesmen lapangan PPG adalah mekanisme penting untuk memastikan calon pendidik berkualitas tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari proses yang dirancang, diawasi, dan diperbaiki terus-menerus. Jika komitmen terhadap penjaminan mutu dijaga, PPG dapat menjadi salah satu garda depan peningkatan mutu pendidikan guru di tingkat nasional, bukan sekadar jalur sertifikasi formal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!