Dari mimbar menuju dialog bersama
Jumat Keliling polisi adalah kegiatan kepolisian mendatangi masjid atau musala untuk beribadah bersama, menyampaikan pesan keamanan, dan membuka komunikasi langsung dengan jamaah serta tokoh masyarakat. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Kapolsek Gedangan AKP Sumantri Wibisono mengikuti kegiatan ini di Masjid Al Mubarok, Desa Segaran, Kabupaten Malang; Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa hadir di Masjid Miftahul Huda, Karangkates; sementara Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar menyampaikan imbauan seusai salat Jumat di Masjid Roudlotul Jannah. Nilai kegiatan ini bukan semata pada pesan yang disampaikan, melainkan pada tempat dan cara penyampaiannya: masjid menjadi ruang perjumpaan yang akrab, tempat polisi, jamaah, perangkat desa, dan tokoh agama dapat bertemu tanpa menunggu munculnya masalah. Di Segaran, kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB berlangsung bersama salat Jumat berjamaah dan mempererat silaturahmi.
Pendekatan langsung semacam ini lebih menjanjikan daripada imbauan yang hanya beredar sebagai pengumuman. Warga dapat menerima pesan dalam konteks keseharian, sementara kepolisian berkesempatan mendengar masukan dan membangun kepercayaan. Di Kuta Selatan, sekitar 200 jamaah mengikuti Jumat Keliling di Mushola Al Furqon, yang juga ditujukan untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

Pesan keamanan yang dekat dengan risiko sehari-hari
Imbauan kamtibmas yang dibawa ke tempat ibadah menyentuh persoalan yang bisa berawal dari tindakan sehari-hari. Di Kuta Selatan dan Mojokerto, polisi meminta warga menyaring informasi, memeriksa kebenaran kabar sebelum membagikannya, dan tidak mudah terprovokasi hoaks di media sosial maupun grup percakapan. Pesan ini penting karena kabar yang belum terverifikasi dapat memicu keresahan dan merusak kerukunan. Di Karangkates, perhatian tertuju pada balap liar: orang tua diminta mengawasi pergaulan anak karena aksi trek-trekan membahayakan pelaku sekaligus pengguna jalan lain.
Risiko kebakaran juga menjadi perhatian, terutama pada musim kemarau. Warga diingatkan agar tidak membakar sampah atau sisa tanaman sembarangan karena api dapat merambat. Polisi turut mengajak warga menjaga kerukunan dan peka terhadap keadaan sekitar agar gangguan kamtibmas dapat dikenali lebih awal. Ragam pesan ini menunjukkan bahwa keamanan lingkungan warga tidak hanya berkaitan dengan tindak kejahatan, tetapi juga dengan kebiasaan, informasi yang beredar, dan kepedulian terhadap risiko di sekitar rumah.

Keamanan lingkungan perlu dikerjakan bersama
Pesan terpenting dari rangkaian kegiatan ini adalah bahwa keamanan bukan tanggung jawab polisi seorang diri. Kapolsek Gedangan menegaskan perlunya peran aktif masyarakat untuk menjaga kerukunan dan ketertiban; kepolisian juga mendorong warga di wilayah lain agar terlibat menjaga kamtibmas setempat. Gagasan itu masuk akal: petugas tidak selalu berada di setiap jalan, rumah, atau grup percakapan, sedangkan warga sering menjadi pihak pertama yang melihat tanda masalah. Karena itu, Jumat Keliling akan lebih berarti bila imbauannya diteruskan menjadi kebiasaan—memeriksa informasi, mengingatkan soal keselamatan, dan menyampaikan kejadian mencurigakan melalui saluran yang tepat.
Warga yang menemukan kejadian mencurigakan atau informasi yang berpotensi meresahkan dapat menghubungi Bhabinkamtibmas, Polsek setempat, atau layanan Polisi 110; layanan 110 disebut dapat diakses gratis. Di Karangkates, polisi juga mengingatkan penggunaan helm dan kelengkapan berkendara, serta menyampaikan bahwa Operasi Patuh Semeru 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November. Informasi praktis seperti ini membuat dialog tidak berhenti di masjid, tetapi memberi warga langkah yang dapat dilakukan setelah kegiatan usai.
Pada akhirnya, Jumat Keliling polisi paling bernilai ketika menjadi awal hubungan dua arah, bukan sekadar kesempatan menyampaikan daftar larangan. Kedekatan polisi dan masyarakat dapat memperkuat rasa saling percaya, tetapi ketertiban tetap bergantung pada tindakan warga sehari-hari. Dengan komunikasi terbuka dan kepedulian bersama, imbauan keamanan berpeluang berubah menjadi perlindungan nyata bagi lingkungan.







