Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program GENTING: Gotong Royong Komunitas Lawan Stunting

Program GENTING: Gotong Royong Komunitas Lawan Stunting
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

GENTING: Dari Gerakan Warga, Bukan Sekadar Program Negara

Program GENTING stunting adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang mengorganisir gotong royong pencegahan stunting komunitas melalui dukungan nutrisi, layanan kesehatan dasar, dan edukasi pengasuhan berbasis keluarga, dengan menempatkan warga, tokoh lokal, dan mitra usaha sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko, bukan sekadar penerima bantuan pasif dari program pemerintah pusat.

Inti GENTING adalah keberanian membalik logika program: dari pola bantuan terpusat berbasis APBN menjadi gerakan sosial yang dibiayai solidaritas warga. Di Parepare, penyuluh KB menegaskan bahwa GENTING bukan program yang menggunakan APBN, melainkan gerakan gotong royong yang mengundang individu, dunia usaha, komunitas, dan pemerintah daerah menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Pendekatan ini memberi sinyal jelas: tanggung jawab tumbuh kembang anak tidak dimonopoli negara, tetapi dibagi ke seluruh ekosistem sosial.

Dengan desain seperti ini, GENTING sejak awal diposisikan sebagai gerakan moral dan sosial, bukan sekadar paket kegiatan teknis. Alih-alih menunggu arahan dan anggaran turun, desa, kelurahan, dan kecamatan bisa menggerakkan sumber daya yang mereka punya: jejaring RT/RW, puskesmas, posyandu, pengusaha lokal, hingga tokoh agama. Di sinilah Program GENTING stunting menjadi menarik: ia memberikan kerangka, tetapi kepemilikan dan kreativitas berada di tangan komunitas.

Bagaimana Gotong Royong Bekerja di Lapangan: Aceh Tengah sampai Kuningan

Contoh paling kuat tentang pencegahan stunting komunitas lewat GENTING terlihat dari beragam daerah yang mengadopsinya. Di Aceh Tengah, kecamatan Silih Nara dan Atulintang dinilai terbaik dalam pelaksanaan Program GENTING tingkat provinsi, masing-masing meraih peringkat pertama dan ketiga. Bupati menegaskan bahwa capaian ini adalah prestasi bersama, hasil gerakan orang tua asuh yang hidup hingga ke tingkat kampung. Pengakuan pemerintah pusat menunjukkan bahwa model ini bukan eksperimen kecil, tetapi sudah teruji untuk diperluas ke 14 kecamatan dan 295 kampung di daerah tersebut.

Di Kuningan, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting digelar di Desa Mekarmulya dan menyediakan layanan kesehatan untuk 30 warga, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berisiko stunting. Pemeriksaan ibu hamil dilakukan dokter kandungan, sementara anak berisiko mendapat skrining dari dokter anak dan ahli gizi, disertai edukasi dan dukungan nutrisi melalui Mitra Genting. Menurut pejabat setempat, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak dan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pernyataan ini menggambarkan dengan jelas bahwa gotong royong pencegahan stunting bukan jargon, melainkan prinsip operasional.

Di Maluku Utara, Program nutrisi keluarga risiko berjalan melalui penyaluran bantuan intervensi nutrisi kepada lima Keluarga Risiko Stunting di Kecamatan Oba Utara pada 21 September 2026. Satu keluarga di Desa Gosale dan empat keluarga di Desa Kaiyasa menerima bantuan langsung, dengan pendampingan intensif Tim Pendamping Keluarga untuk menekan risiko stunting secara signifikan. Kegiatan ini didefinisikan sebagai wujud kolaborasi dan gotong royong lintas sektor, melibatkan dinas terkait, penyuluh KB, dan TPK desa. Polanya konsisten: pemerintah memberi payung dan koordinasi, tetapi daya gerak berasal dari komunitas.

Program GENTING: Gotong Royong Komunitas Lawan Stunting

Orang Tua Asuh: Dari Paket Bantuan ke Tanggung Jawab Kolektif

Konsep orang tua asuh cegah stunting adalah jantung GENTING. Gerakan ini mengajak elemen masyarakat, dunia usaha, mitra kerja, dan pemangku kepentingan lain menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, dengan tujuan melahirkan anak yang sehat dan cerdas menuju generasi emas. Di Parepare, GENTING didefinisikan sebagai gerakan nasional yang mengundang individu, usaha, komunitas, dan pemerintah daerah untuk menyokong ibu hamil, ibu menyusui, baduta 0–23 bulan, serta balita 24–59 bulan dari keluarga kurang mampu.

Di Kelurahan Lemoe, data keluarga risiko stunting dipetakan lebih dulu, lalu kebutuhan nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan dipenuhi melalui donatur orang tua asuh. Kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada pemaparan, tetapi ditutup dengan komitmen bersama dan pendataan calon orang tua asuh dari tokoh masyarakat serta kader yang hadir. Langkah ini memperkuat rasa memiliki: keluarga tidak lagi dilihat sebagai objek penyuluhan, melainkan bagian dari jaringan saling menjaga. Menurut penyelenggara lokal, "GENTING ini bukan program yang menggunakan APBN, tapi gerakan gotong royong".

Di Oba Utara, orang tua asuh dan donatur yang terlibat bukan hanya pejabat, tetapi juga penyuluh KB, TPK desa, dan mitra lain yang menyatu dalam aksi lapangan. Penekanan peran ayah teladan untuk mendampingi ibu hamil memperluas makna orang tua asuh: bukan hanya soal memberi bantuan fisik, tetapi juga kehadiran emosional dan dukungan sehari-hari. Ketika laki-laki, tokoh kampung, dan pelaku usaha ikut memikul tanggung jawab, stunting diperlakukan sebagai masalah sosial bersama, bukan sekadar urusan tenaga kesehatan.

Mengapa Model Komunitas Mengungguli Pendekatan Top-Down

Jika dibandingkan dengan program gizi yang sepenuhnya terpusat, GENTING menunjukkan keunggulan pada kedekatan dengan kebutuhan nyata keluarga. Di Kuningan, pencegahan stunting tidak berhenti pada pemberian bantuan nutrisi; ada pemeriksaan dokter spesialis dan edukasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berisiko, sekaligus harapan agar hasil pemeriksaan ditindaklanjuti lewat pendampingan berkelanjutan. Di Oba Utara, intervensi nutrisi yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan didampingi TPK diharapkan menekan risiko stunting di dua desa secara signifikan. Pendekatan menyatu seperti ini sulit dicapai bila intervensi hanya berupa distribusi bantuan dari pusat tanpa orkestrasi komunitas.

Selain itu, GENTING memperkuat kapasitas sosial: di Lemoe, pemerintah kelurahan, TPK, ketua RT/RW, Bhabinkamtibmas, dan perwakilan keluarga risiko stunting duduk satu ruangan dalam sosialisasi dan advokasi. Di Aceh Tengah, keberhasilan dua kecamatan dijelaskan sebagai buah kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas kampung. Penanganan stunting tidak bisa dibebankan pada satu instansi; butuh keterlibatan lintas sektor untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Dalam kerangka ini, GENTING bukan pesaing kebijakan nasional, melainkan cara membuat kebijakan itu mendarat halus di tanah tempat keluarga hidup.

Kekuatan lain model komunitas adalah daya tahan. Ketika bantuan bergantung pada siklus anggaran, program mudah terhenti. Tetapi ketika pencegahan stunting sudah menjadi norma sosial—melalui orang tua asuh, ayah teladan, mitra usaha lokal, dan jaringan kader—gerakan tetap menyala meski dukungan pusat naik-turun. Inilah alasan mengapa pemerintah memberi apresiasi kepada daerah yang berhasil mengakselerasi GENTING: mereka menunjukkan bahwa perubahan perilaku dan solidaritas warga adalah modal paling stabil untuk mencegah stunting jangka panjang.

Kesimpulan: Stunting Hanya Bisa Diatasi Bila Menjadi Urusan Semua Orang

Pengalaman Aceh Tengah, Parepare, Kuningan, dan Oba Utara mengirim pesan yang sama: gotong royong pencegahan stunting lebih kuat daripada program satu arah. Program GENTING stunting menggabungkan bantuan nutrisi, layanan kesehatan, dan edukasi orang tua secara terintegrasi, dengan komunitas sebagai motor penggerak. Pendekatan ini memindahkan pusat gravitasi kebijakan dari gedung kementerian ke ruang tamu keluarga dan balai desa.

Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah GENTING efektif, melainkan bagaimana memastikan setiap daerah memberi ruang bagi gerakan ini untuk tumbuh dengan cara yang sesuai konteks lokalnya. Pemerintah sudah menunjukkan pengakuan dan mendorong perluasan ke lebih banyak kecamatan dan kampung

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!