GENTING: Definisi Singkat dan Pelajaran Utama dari Gerakan Orang Tua Asuh
Program GENTING stunting adalah gerakan nasional orang tua asuh yang mengandalkan gotong royong gizi anak melalui bantuan nutrisi, dukungan non-nutrisi, akses air bersih, dan edukasi bagi keluarga berisiko stunting, tanpa menggunakan dana APBN dan dengan menempatkan komunitas lokal sebagai motor utama pencegahan stunting dari masa kehamilan hingga balita. Secara politis, GENTING adalah kritik halus terhadap pola subsidi yang serba terpusat: alih-alih menunggu transfer anggaran, warga diajak langsung mengisi kesenjangan gizi di lingkungannya. Gerakan ini lahir dari dorongan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN pada 5 Desember 2024, yang secara eksplisit menegaskan bahwa GENTING “bukan program yang menggunakan APBN, tapi gerakan gotong royong”. Dengan kata lain, negara memilih mengorganisir solidaritas, bukan sekadar menyalurkan dana. Ini keputusan strategis yang layak dibaca sebagai reposisi peran komunitas dalam agenda pencegahan stunting komunitas.
Kuningan: Bukti Nyata Layanan Kesehatan dan Nutrisi Berbasis Komunitas
Desa Mekarmulya di Garawangi menunjukkan seperti apa pencegahan stunting komunitas ketika gotong royong difasilitasi dengan serius. Dalam satu hari kegiatan GENTING, sebanyak 30 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berisiko stunting mendapat pelayanan kesehatan langsung dari dokter kandungan, dokter anak, dan ahli gizi. Ini bukan sekadar skrining massal; setelah pemeriksaan, keluarga menerima edukasi dan bantuan nutrisi melalui Mitra Genting. Model ini penting karena menyatukan layanan kesehatan dan distribusi nutrisi di titik yang sama, dekat dengan rumah warga. Kepala bidang terkait menegaskan bahwa penanganan stunting mustahil ditangani satu pihak saja dan memerlukan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga. Di sini terlihat keunggulan GENTING: ia membuat berbagai aktor duduk satu meja, bukan sekadar menunggu instruksi anggaran dari atas.

Parepare: GENTING Menggerakkan RT/RW, TPK, dan Donatur Lokal
Di Kelurahan Lemoe, Bacukiki, GENTING dibawa turun sampai level ketua RT/RW, Tim Pendamping Keluarga, Bhabinkamtibmas, dan keluarga berisiko stunting. Penyuluh KB setempat secara terang menyebut bahwa GENTING bukan program APBN, melainkan gerakan gotong royong di mana masyarakat dapat menjadi orang tua asuh dengan bantuan nutrisi, non-nutrisi, air bersih, atau edukasi. Sasaran utamanya jelas: ibu hamil, ibu menyusui, baduta 0–23 bulan, dan balita 24–59 bulan dari keluarga kurang mampu. Di Lemoe, keluarga KRS didata satu per satu, lalu kegiatan ditutup dengan komitmen bersama dan pendataan calon orang tua asuh dari tokoh masyarakat dan kader. Lurah bahkan berjanji menggerakkan pengusaha lokal agar Anak Lemoe bebas stunting. Ini contoh terang bagaimana GENTING memindahkan pusat gravitasi kebijakan dari kantor kementerian ke aula kelurahan: keputusan dan aksi diambil dekat dengan warga, bukan di atas kertas anggaran.
Aceh Tengah: Apresiasi Pusat pada Model Pentahelix Berbasis Kampung
Aceh Tengah adalah contoh bagaimana GENTING bisa naik kelas menjadi strategi daerah ketika bupati memakai model pentahelix sebagai kerangka kerja. Dalam sarasehan kemitraan GENTING di Banda Aceh, pemerintah pusat melalui Kemendukbangga/BKKBN memberi apresiasi karena Aceh Tengah dinilai terbaik dalam pelaksanaan Pekan GENTING dan dukungan terhadap program ini “menunjukkan hasil yang sangat baik”. Kecamatan Silih Nara meraih peringkat pertama dan Atulintang peringkat ketiga untuk pelaksanaan GENTING tingkat provinsi. Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa ini adalah prestasi bersama dan menargetkan perluasan gerakan hingga 14 kecamatan dan 295 kampung. Ketika Kantor Staf Presiden ikut mengapresiasi komitmen ini, jelas pemerintah pusat melihat GENTING sebagai alternatif serius bagi strategi nasional penurunan stunting, bukan sekadar kegiatan tambahan. Dengan kata lain, pusat mulai mengakui bahwa komunitas yang terorganisir bisa menghasilkan dampak setara, bahkan melampaui skema subsidi yang seragam.
Mengapa Gotong Royong GENTING Lebih Lincah dari Subsidi dan Apa Langkah Lanjutannya
Jika ditimbang, keunggulan program GENTING stunting bukan pada besaran dana, melainkan pada kedekatan dan kelincahan respon komunitas. Karena tidak bergantung APBN, gerakan orang tua asuh dapat menyesuaikan bentuk bantuan: dari paket gizi, akses air bersih, hingga edukasi yang disesuaikan dengan konteks lokal. Di Kuningan, tindak lanjut pemeriksaan ditekankan agar keluarga benar-benar mendapatkan pendampingan berkelanjutan, bukan berhenti di satu event skrining. Di Parepare, komitmen bersama dan pendataan calon orang tua asuh menjadi jembatan dari sosialisasi menuju aksi rutin. Di Aceh Tengah, target ekspansi ke 14 kecamatan dan 295 kampung menunjukkan bahwa skala gerakan komunitas bisa tumbuh tanpa menunggu penambahan pos anggaran. Kesimpulannya, jika negara bersedia terus memfasilitasi data, regulasi, dan pengakuan, maka gotong royong gizi anak ala GENTING berpotensi menjadi tulang punggung pencegahan stunting, sementara subsidi pemerintah mengambil peran pelengkap, bukan satu-satunya penopang.






