Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Sukun dan Ikan, Peluang Usaha Baru bagi Mama Papua

Dari Sukun dan Ikan, Peluang Usaha Baru bagi Mama Papua
Minat|Pertunjukan Busana

Bahan pangan sehari-hari, peluang yang belum selesai digarap

Diversifikasi pangan lokal adalah upaya mengolah bahan pangan yang tersedia di suatu daerah menjadi beragam produk bernilai guna dan jual, bukan hanya menyajikannya dalam bentuk yang sudah dikenal. Di Sorong, gagasan ini berarti melihat sukun dan ikan sebagai bahan usaha, bukan semata menu rumah tangga. Pada Kamis, 5 November 2026, Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Sorong mengadakan dua pelatihan: membuat stik sukun mentega dan mengolah ikan menjadi abon. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perindustrian dengan dukungan Dana Otonomi Khusus itu diikuti 100 peserta. Separuh peserta belajar mengolah sukun, sementara 50 lainnya mengikuti pelatihan abon ikan. Langkah ini tepat karena sukun dan hasil perikanan merupakan potensi pangan lokal Sorong. Namun, potensi alam tidak otomatis menjadi penghasilan. Keterampilan mengolah bahan yang akrab menjadi produk berbeda adalah jembatan awal menuju peluang usaha pangan.

Dari Sukun dan Ikan, Peluang Usaha Baru bagi Mama Papua

Stik sukun dan abon ikan memperluas pilihan

Nilai pelatihan ini terletak pada perubahan cara pandang: sukun tak harus berhenti di rebusan atau kukusan. Olahan sukun berupa stik mentega dapat menghadirkan pilihan makanan ringan yang berbeda, sedangkan abon ikan menawarkan bentuk olahan praktis dari hasil perikanan. Bagi pelaku usaha lokal, tambahan variasi produk memberi ruang untuk menjangkau kebutuhan dan selera konsumen yang lebih beragam. Abon ikan juga berpotensi disimpan lebih lama jika proses dan kemasannya tepat, sehingga produk lebih mudah dipasarkan di luar lingkup konsumsi langsung. Itu bukan jaminan usaha akan berhasil, tetapi kepraktisan dan daya simpan merupakan keunggulan yang layak dikembangkan. Jemima Elisabeth Lobat mendorong mama-mama Papua melihat sukun sebagai bahan yang bisa diolah dengan cara lain, bukan hanya direbus atau dikukus. Pesan itu penting: kreativitas bukan hiasan dalam usaha pangan, melainkan jalan untuk memberi bahan lokal bentuk baru dan nilai tambah.

Pelatihan harus berlanjut ke mutu dan pasar

Mengajarkan resep saja tidak cukup. Agar stik sukun dan abon ikan dipercaya konsumen, pelaku usaha perlu menjaga kebersihan, sanitasi, mutu bahan baku, proses pengolahan, serta kemasan. Perhatian pada keamanan pangan bukan urusan tambahan; itulah dasar agar produk rumahan dapat dibeli kembali dan tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan. Pelatihan ini membuka kesempatan bagi mama-mama Papua untuk menambah keterampilan dan mengembangkan usaha produktif. Dampaknya dapat melampaui peserta: produk yang lebih beragam berpotensi memperluas pilihan pangan sekaligus menambah peluang pendapatan keluarga dan menguatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Tetapi peluang itu baru nyata jika kemampuan produksi disertai pengelolaan usaha dan akses pasar. Dekranasda menyatakan dukungan akan berlanjut untuk kreativitas, inovasi, dan pengembangan produk lokal agar usaha rumahan dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah. Arah tersebut patut dijaga: pelatihan seharusnya menjadi awal pendampingan, bukan kegiatan sekali selesai.

Dari keterampilan menuju usaha yang bertahan

Sukun dan ikan sudah dekat dengan kehidupan warga Sorong; tantangannya ialah mengubah kedekatan itu menjadi produk yang konsisten mutunya dan mampu menemukan pembeli. Pelatihan stik sukun mentega dan abon ikan memberi peserta langkah awal sekaligus memperluas ragam pangan lokal yang dapat diproduksi pelaku usaha. Keberhasilan program tak semestinya diukur hanya dari jumlah peserta atau makanan yang selesai dibuat. Ukuran yang lebih berarti ialah apakah produk terus diproduksi, memenuhi standar keamanan, dikenal konsumen, dan menopang penghasilan keluarga. Karena itu, dukungan lanjutan untuk peningkatan kualitas dan pengembangan usaha akan menentukan apakah hasil pelatihan benar-benar menjadi produk unggulan bernilai ekonomi. Kesimpulannya, olahan sukun dan abon ikan menawarkan peluang usaha pangan yang masuk akal karena berangkat dari sumber daya setempat. Dengan keterampilan, mutu, dan dukungan pasar yang berkelanjutan, mama-mama Papua dapat membawa bahan pangan sehari-hari ke ruang usaha yang lebih luas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!