JIS diuji sebagai kandang Persija
Persiapan JIS adalah rangkaian pembenahan stadion, perawatan lapangan, dan koordinasi keamanan agar pertandingan dapat berlangsung lancar serta suporter merasa nyaman. Menjelang laga Persija vs Persebaya pada pekan kesembilan Super League 2026/2027, pekerjaan itu penting karena mutu pertandingan dan pengalaman penonton sama-sama bergantung pada kesiapan stadion. Duel dijadwalkan berlangsung Sabtu, 7 November 2026, pukul 19.00 WIB. JIS kembali menjadi kandang Persija karena Stadion Utama Gelora Bung Karno sedang direnovasi hingga April 2027. Persija berharap laga ini juga menjadi kesempatan untuk bangkit setelah hasil yang mengecewakan pada pekan kedelapan. Artinya, tekanan bukan hanya berada di lapangan: panitia dan pengelola perlu memastikan fasilitas siap saat perhatian publik tertuju pada stadion.

Rumput JIS harus membuktikan hasil perawatan
Kondisi rumput JIS menjadi perhatian utama, dan wajar bila demikian: lapangan yang kurang baik dapat menghambat permainan kedua tim sekaligus mengurangi kualitas tontonan. Pengelola disebut menjalankan perawatan intensif selama dua pekan, dengan perhatian pada pembenahan permukaan lapangan. Namun, harapan saja belum cukup; ukuran keberhasilannya adalah apakah Persija dan Persebaya dapat bermain tanpa terkendala kondisi rumput. Sorotan ini juga datang setelah lapangan JIS menuai kritik dari pelatih Shin Tae-yong dan pemain Persija Rizky Ridho usai laga melawan Persik Kediri. Manajer Persija Ardhi Tjahjoko berharap perawatan tersebut membawa perubahan nyata: “Setelah dua pekan dilakukan perawatan intensif, semoga sekarang kualitas lapangan JIS semakin membaik.” Hasil di hari pertandingan akan menjadi penilaian paling jelas.
Pengamanan suporter perlu tanggung jawab bersama
Kesiapan lapangan tidak akan cukup jika keamanan dan kenyamanan penonton terabaikan. Menjelang laga, Ketua Panpel Persija Albinus Laurent dan Security Officer Persija Hiro Path mengikuti rapat koordinasi dengan Polda Metro pada Rabu, 4 November 2026. Pertemuan itu melibatkan pihak kepolisian, perwakilan Persija, kedua kelompok suporter, dan unsur terkait penyelenggaraan pertandingan. Koordinasi tersebut ditujukan agar prosedur pengamanan berjalan dan laga berlangsung aman, tertib, serta kondusif. Meski begitu, pengamanan suporter bukan semata urusan aparat dan panitia. Kepatuhan penonton terhadap aturan ikut menentukan apakah pertandingan berjalan nyaman bagi semua pihak. Karena itu, keberhasilan persiapan JIS patut dinilai bukan hanya dari kelancaran laga, melainkan juga dari kemampuan semua pihak menjaga suasana tetap tertib.
Rekor kandang menambah tekanan sekaligus motivasi
Persija datang dengan catatan yang memberi alasan untuk percaya diri: dari 14 pertandingan di JIS, Macan Kemayoran belum pernah kalah. Rekor itu menjadi konteks penting menjelang laga kandang, tetapi bukan jaminan hasil melawan Persebaya. Persija tetap harus menunjukkan permainan yang baik di atas lapangan yang kualitasnya sedang menjadi sorotan. Ardhi menegaskan timnya siap bermain di mana pun, sembari berharap JIS kembali terasa seperti rumah bagi Persija. Sikap itu tepat: rekor dapat menambah dorongan, sedangkan persiapan lapangan dan keamanan menentukan apakah pertandingan berlangsung sebagaimana mestinya. Pada akhirnya, panitia perlu menghadirkan stadion yang siap, pemain membutuhkan lapangan yang layak, dan suporter harus ikut menjaga ketertiban. Jika tiga hal itu terpenuhi, JIS dapat mendukung duel yang kompetitif dan nyaman ditonton.






