Kemenangan yang tak menutup masalah
Rumput JIS adalah permukaan lapangan Jakarta International Stadium yang menjadi sorotan setelah dinilai tidak layak mendukung aliran bola dan permainan sepak bola profesional secara optimal. Pada Senin, 26 Oktober 2026, Persija menjamu Persik Kediri di pekan ketujuh Super League 2026/2027 dan menang 2-1 lewat dua gol dari situasi bola mati. Namun, hasil itu bukan alasan untuk mengabaikan kondisi lapangan JIS: Persija kesulitan menjalankan rencana permainan, sementara kritik dari pelatih dan pemain menunjukkan persoalannya melampaui kenyamanan sesaat.
Shin Tae-yong menyebut lapangan sangat buruk dan menilai pertandingan sepak bola tidak semestinya dimainkan dalam kondisi seperti itu. Rizky Ridho juga mengatakan keadaan rumput menghambat Persija mengembangkan permainan sesuai rencana hingga tim harus berimprovisasi. Kritik tersebut penting karena laga yang berlangsung di kandang seharusnya memberi ruang bagi tim untuk menampilkan sepak bola terbaiknya, bukan memaksanya mengubah pendekatan demi menyesuaikan diri dengan permukaan lapangan.

Permainan terganggu, risiko pemain ikut disorot
Keluhan para pemain bukan sekadar soal bola yang sulit dikendalikan. Ridho menyebut Persik memiliki permainan kombinasi operan cepat, tetapi kondisi lapangan turut menyulitkan lawan untuk tampil baik. Artinya, rumput yang buruk merugikan mutu pertandingan secara keseluruhan, bukan hanya strategi Persija. Bila aliran bola terganggu dan pemain harus terus menyesuaikan pijakan, pertandingan berisiko kehilangan kualitas yang semestinya dinikmati para penonton.
Perhatian juga tertuju pada Kerim Memija cedera atau mengalami gangguan kondisi fisik saat laga berlangsung. Bek sayap Persija itu ditarik keluar ketika pertandingan baru berjalan 20 menit pada 26 Oktober 2026. Shin mengatakan kondisi Memija sudah kurang baik sebelum pertandingan dan menurun menjelang laga, sehingga pergantian dilakukan lebih awal. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa kondisi lapangan menjadi penyebab langsung cedera tersebut. Namun, Shin memperingatkan bahwa bermain di lapangan seperti itu dapat mengganggu kondisi fisik pemain, sehingga pemeliharaan menjadi persoalan keselamatan sekaligus kualitas kompetisi.
Konser perlu diimbangi pemeliharaan
Latar masalahnya jelas: kondisi rumput JIS belum optimal dan masih dalam masa perbaikan setelah stadion digunakan untuk dua konser dalam dua bulan sebelumnya. Bagian lapangan dilaporkan kering dan botak setelah tertutup peralatan berat untuk keperluan konser. Konser dan kegiatan nonsepak bola dapat memberi manfaat bagi kegiatan lain, tetapi agenda tersebut tak semestinya berjalan tanpa rencana pemulihan yang memadai. Penggunaan stadion perlu disertai perlindungan permukaan lapangan serta waktu perawatan yang cukup sebelum pertandingan.
Shin meminta perhatian lebih serius untuk memperbaiki dan menjaga lapangan, serta berharap pengelola memberi prioritas lebih besar kepada sepak bola dibanding konser. Persija sendiri baru kembali ke JIS setelah berpindah tiga kali selama kompetisi berjalan. Itu membuat stadion ini penting bagi tim, tetapi status sebagai kandang saja tidak cukup: lapangan harus siap dipakai dan konsisten dirawat. Pengelola perlu menjelaskan langkah pemulihan dan memastikan jadwal acara memperhitungkan kebutuhan rumput, bukan sekadar menunggu keluhan muncul setelah pertandingan.
Hasil bagus, standar lapangan tetap wajib
Persija vs Persik berakhir dengan tiga poin bagi tuan rumah, tetapi kemenangan 2-1 tidak menghapus persoalan mendasar. Dua gol dari bola mati menjadi bukti bahwa Persija mampu mencari jalan keluar, bukan bukti bahwa lapangan berada dalam kondisi memadai. Kritik Shin dan Ridho, gangguan terhadap pola permainan kedua tim, serta pergantian Memija pada menit ke-20 seharusnya menjadi bahan evaluasi serius, dengan kehati-hatian untuk tidak mengaitkan pergantian itu langsung dengan rumput.
Kesimpulannya, JIS dapat menggelar beragam acara, tetapi pemeliharaan lapangan harus menjadi bagian dari keputusan penggunaan stadion. Pengelola perlu memastikan pemulihan rumput tuntas sebelum pertandingan dan menata jadwal agar kebutuhan sepak bola tidak dikorbankan. Tanpa langkah nyata, keluhan yang sama berisiko berulang, sementara pemain, klub, lawan, dan penonton menanggung akibatnya. Kemenangan Persija patut dirayakan; kondisi lapangannya tetap harus dibenahi.






