Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Gempa hingga Stroke, Perjuangan Perempuan Pengusaha Kuliner

Dari Gempa hingga Stroke, Perjuangan Perempuan Pengusaha Kuliner
Minat|Makanan Kaki Lima

Dari tenda darurat, Hamida menjaga harapan sekolah anak

Perempuan pengusaha kuliner adalah perempuan yang mengolah dan menjual makanan untuk membangun penghasilan sekaligus menopang kehidupan keluarga. Bagi Hamida, usaha bukan sekadar sumber nafkah, melainkan juga peluang agar pendidikan anak tidak terhenti. Pada 15 Agustus 2026, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores dan membuat rumahnya porak-poranda. Dua bulan kemudian, Hamida yang berusia 43 tahun masih tinggal bersama keluarganya di tenda darurat. Sebelum bencana, ia berjualan di kantin sekolah sambil mengurus rumah, suami, dan anak. Kini, ia ingin kembali memegang sodet dan berdagang, tetapi keinginan itu belum sama dengan usaha yang sudah pulih. Pekerjaan suaminya sebagai petani pun tidak menentu. “Saya butuh rumah, butuh jualan lagi biar anak saya tidak berhenti sekolah,” katanya. Harapan itu menegaskan bahwa bagi Hamida, pemulihan harus mencakup tempat tinggal layak, kesempatan mencari nafkah, dan kelanjutan sekolah anak.

Dari Gempa hingga Stroke, Perjuangan Perempuan Pengusaha Kuliner

Kemosa tumbuh dari kebutuhan merawat keluarga

Jika Hamida berjuang memulihkan usaha setelah bencana, Yeyet Kurniawati membangun usaha kuliner ketika suaminya terserang stroke dan tak lagi berdaya. Perempuan asal Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, itu merintis Kemosa—singkatan dari Kenanga Motekar Bersama—pada 2009 untuk menopang ekonomi keluarga. Di tengah keterbatasan, ia melihat bahan pangan dan tanaman lokal sebagai modal untuk menghasilkan produk bernilai. Salah satu olahan awalnya ialah bandrek mengkudu; kini Kemosa juga memproduksi kerupuk daun singkong dan tape ketan kering instan. Produk terakhir dikembangkan agar lebih praktis dan dapat bertahan hingga satu tahun. Yeyet merawat suami, membesarkan tiga anak, dan mengupayakan masa depan keluarga. Anak-anaknya hanya dapat bersekolah sampai SMA, tetapi baginya kemampuan menyejahterakan keluarga melalui kerja sendiri tetap berarti. Kisah inspiratif pengusaha ini memperlihatkan bahwa inovasi dapat lahir dari kebutuhan yang mendesak, bukan dari modal besar.

Ukuran keberhasilan yang melampaui keuntungan

Kisah Hamida dan Yeyet mengingatkan bahwa bisnis makanan jalanan maupun usaha olahan rumahan tidak patut dinilai hanya dari penjualan. Bagi dua perempuan ini, penghasilan berkaitan langsung dengan kebutuhan keluarga dan kesempatan anak-anak menempuh pendidikan. Yeyet juga memperluas perjuangannya dari rumah ke komunitas: ia menjadi Ketua Forum UMKM Kecamatan Cipongkor dan merangkul pelaku usaha dari 14 desa untuk mengembangkan produk serta berbagi pengetahuan. Langkah itu penting bagi UMKM perempuan, terutama ketika keterbatasan ekonomi membuat usaha sulit berkembang sendirian. Sementara itu, di pengungsian, Hamida bergotong royong memasak bersama ibu-ibu lain untuk keluarga mereka sambil memikirkan cara kembali berdagang. Ketangguhan mereka bukan kisah tentang mengatasi semua masalah seorang diri. Justru, perjuangan ini menunjukkan bahwa akses terhadap dukungan, ruang usaha, dan pemulihan yang layak ikut menentukan apakah perempuan dapat menjaga nafkah keluarga.

Pada akhirnya, keberhasilan bagi Hamida berarti dapat kembali berjualan agar anaknya tetap sekolah; bagi Yeyet, berarti mampu merawat keluarga sekaligus mengembangkan Kemosa. Keduanya menunjukkan bahwa tujuan usaha bisa lebih besar daripada laba: menjaga martabat, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membuka masa depan bagi keluarga.

Dari Gempa hingga Stroke, Perjuangan Perempuan Pengusaha Kuliner

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!