Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Mustahik Menjadi Pengusaha Kuliner: Model Serba Terjangkau yang Mengubah Ekonomi Keluarga

Dari Mustahik Menjadi Pengusaha Kuliner: Model Serba Terjangkau yang Mengubah Ekonomi Keluarga
Minat|Makanan Kaki Lima

Pemberdayaan Kuliner: Jalan Pintas dari Penerima Zakat ke Pelaku Usaha

Program pemberdayaan kuliner adalah inisiatif terstruktur yang mengubah penerima bantuan sosial menjadi pelaku usaha makanan mandiri melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan modal, dengan fokus pada model usaha kuliner rumahan dan UMKM kuliner terjangkau yang dapat menghasilkan omzet harian sekaligus memenuhi kebutuhan dasar keluarga secara berkelanjutan. Dalam konteks BAZNAS mustahik bisnis, pendekatan ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan, tetapi mengubah cara mustahik memandang dirinya: dari objek belas kasih menjadi subjek ekonomi. Program ZChicken menjadi contoh konkret bagaimana usaha kuliner rumahan berbasis ayam krispi bisa mengangkat martabat penerima manfaat di tingkat keluarga. Di sinilah pergeseran penting terjadi: zakat dibaca bukan sebagai dana konsumtif, melainkan sebagai bahan bakar lahirnya pengusaha kecil di dapur-dapur kampung.

Dari Mustahik Menjadi Pengusaha Kuliner: Model Serba Terjangkau yang Mengubah Ekonomi Keluarga

ZChicken: Ketika Dapur Bahar Mulya dan Mendalo Darat Menjadi Mesin Pendapatan

Di Desa Bahar Mulya, Muaro Jambi, Paryati membuktikan bahwa usaha kuliner rumahan bisa menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Berkat bantuan modal dan pendampingan dalam program ZChicken, ia menjual hingga 30 paket ayam krispi per hari dengan omzet sekitar Rp300.000 dan keuntungan bersih Rp100.000 per hari. Penghasilan ini bukan angka kecil ketika diakumulasikan per bulan, dan menjadi penopang penting kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus menjaga keberlanjutan usaha keluarganya. Kisah serupa muncul di Mendalo Darat, tempat Rosa menjalankan usaha ayam krispi dari pukul 10.00 hingga 20.00 setiap hari. Ia mencatat rata-rata penjualan 30 paket dengan omzet Rp300.000 dan laba bersih Rp100.000 per hari, yang terbukti membantu kebutuhan harian dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Dua contoh ini menunjukkan: ketika mustahik diberi alat, bukan sekadar bantuan, dapur mereka berubah menjadi unit produksi yang stabil.

Lapak Serba 10 Ribu: Bukti Kuat bahwa Harga Terjangkau Bisa Sangat Menguntungkan

Jika ZChicken kuat di level rumah tangga, Lapak Serba 10 Ribu di Cibitung, Bekasi, menunjukkan skala lebih besar dari UMKM kuliner terjangkau. Dengan konsep semua jajanan rata-rata Rp10 ribu, lapak ini buka tiap hari dari pukul 05.00 sampai 10.30 dan sanggup meraup omzet Rp5–7 juta per hari. "Lapak Serba 10 Ribu mampu meraup pendapatan rata-rata Rp5 hingga 7 juta per hari," menjadi kalimat yang meruntuhkan anggapan bahwa murah pasti tipis keuntungan. Model bisnis harga rendah tetapi volume tinggi ini jelas efektif menjangkau pasar massal, menjadi daya tarik konsumen dan konten kreator kuliner. Eksposur dari food vlogger menghadirkan promosi organik di berbagai platform media sosial, sehingga produk mustahik dikenali di luar Bekasi tanpa biaya iklan besar. Artinya, strategi harga ramah kantong tidak mengorbankan margin, asalkan diiringi pengelolaan arus pembeli dan promosi yang cerdas.

Dari Mustahik Menjadi Pengusaha Kuliner: Model Serba Terjangkau yang Mengubah Ekonomi Keluarga

Mengapa Model Rp10 Ribu dan Ayam Krispi Efektif Mengangkat Mustahik

Ada logika sederhana di balik keberhasilan program pemberdayaan kuliner ini: jual produk favorit dengan harga terjangkau di titik dekat konsumen. Ayam krispi adalah menu populer lintas kelas, sehingga mudah diterima sebagai usaha kuliner rumahan di desa maupun pinggiran kota. Ketika satu paket ayam krispi menghasilkan laba harian Rp100.000 bagi Paryati dan Rosa, mereka masuk kategori pelaku usaha yang mulai stabil, bukan lagi penerima bantuan pasif. Di sisi lain, konsep semua menu serba Rp10 ribu membuat Lapak Serba 10 Ribu menjadi magnet pembeli dan konten kreator, yang memperluas jangkauan pasar massal sekaligus mempertahankan margin. Kombinasi produk yang disukai, harga yang mudah dijangkau, dan dukungan modal serta pendampingan menjadikan mustahik bukan sekadar bertahan, tetapi tumbuh.

Dari Mustahik ke Pengusaha: Saatnya Mengubah Cara Pandang terhadap Zakat

Kisah Paryati di Bahar Mulya dan Rosa di Mendalo Darat menunjukkan bahwa program pemberdayaan kuliner yang terencana mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan. Mereka bukan lagi identik dengan garis kemiskinan, melainkan dengan omzet harian dan laba yang bisa dihitung. Lapak Serba 10 Ribu di Cibitung menegaskan bahwa UMKM kuliner terjangkau dapat bermain di angka pendapatan Rp5–7 juta per hari dan tetap menarik perhatian pasar luas. Pada akhirnya, inti transformasi ini adalah cara kita memaknai zakat: bukan paket sembako yang habis tiga hari, melainkan investasi pada dapur, gerobak, resep, dan kemampuan mengelola usaha. Dari sini, mustahik pelan-pelan bergeser menjadi pengusaha kecil yang layak dihormati, bukan dikasihani. Dan itulah arah yang seharusnya diambil setiap program pemberdayaan kuliner ke depan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!