Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gol Injury Time Selamatkan Persebaya dari Kekalahan

Gol Injury Time Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Minat|CS2

Hasil imbang yang terasa seperti penyelamatan

Hasil Persebaya Persijap adalah imbang 1-1 dalam laga Super League ketika gol Risto Mitrevski pada masa injury time menggagalkan kemenangan tim tamu dan menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan. Persebaya dan Persijap berbagi poin setelah bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 30 Oktober 2026. Persijap lebih dulu unggul melalui Vasko Kalezic, tetapi Persebaya baru menemukan gol balasan pada penghujung laga. Hasil ini terasa lebih melegakan daripada memuaskan bagi Bajul Ijo: mereka terhindar dari kekalahan di kandang, namun harus menunggu sampai menit-menit akhir untuk memecah pertahanan lawan. Bahkan setelah menyamakan skor, Persebaya sempat mencetak gol lagi yang kemudian dianulir. Jadi, skor Persebaya Persijap merangkum laga penuh tekanan, tetapi bukan kebangkitan yang sepenuhnya tuntas.

Gol Injury Time Selamatkan Persebaya dari Kekalahan

Dominasi bola tak segera menjadi ancaman

Persebaya mengambil inisiatif serangan dan menguasai bola lebih banyak, tetapi penguasaan itu tidak cukup untuk meruntuhkan organisasi Persijap. Tim tamu bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik, membuat aliran bola tuan rumah kerap kehilangan daya di sepertiga akhir. Persijap juga sempat menguji Reza Arya lewat upaya Kalezic dan Firulo pada babak pertama, sementara peluang Yaya Sogodogo tak berbuah gol. Setelah jeda, tekanan Persebaya meningkat, tetapi penyelesaian dan koordinasi serangan tetap belum meyakinkan. Angka pertandingan memperjelas kontrasnya: Persebaya mencatat 74 persen penguasaan bola dan 20 tembakan, sedangkan Persijap menghasilkan sembilan tembakan; kedua tim sama-sama membukukan lima tembakan tepat sasaran. Dominasi statistik itu seharusnya memberi Persebaya lebih banyak kendali atas hasil, tetapi rapatnya pertahanan Persijap membuat keunggulan bola tak otomatis menjadi peluang bersih.

Gol Persijap dan jawaban terlambat tuan rumah

Persijap justru memecah kebuntuan pada menit ke-55. Yaya Sogodogo mengirim umpan silang yang diselesaikan Vasko Kalezic, menghukum Persebaya ketika tuan rumah sedang berusaha membangun tekanan. Gol itu mengubah pertandingan: Persijap punya alasan untuk semakin disiplin bertahan, sedangkan Persebaya dipaksa mencari jalan keluar dari kebuntuan. Juan Douglas sempat menjebol gawang pada menit ke-63, tetapi golnya tidak disahkan karena offside. Pergantian pemain dan dorongan serangan Persebaya belum langsung mengubah keadaan; serangan terbuka maupun bola mati tertahan barisan belakang Persijap. Persebaya akhirnya memperoleh jawaban dari situasi sepak pojok. Pada masa injury time, umpan Francisco Rivera disambut sundulan Mitrevski yang masuk sebagai pemain pengganti, mengubah skor menjadi 1-1. Gol injury time itu menyelamatkan satu poin, sekaligus menegaskan mahalnya keterlambatan Persebaya dalam menuntaskan peluang.

Satu poin, tetapi drama belum selesai

Setelah Mitrevski menyamakan kedudukan, Persebaya masih menekan dan sempat kembali mencetak gol pada masa tambahan waktu. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit menilai Alex Martins melakukan pelanggaran terhadap kiper Sendri. Keputusan itu menutup peluang tuan rumah mengubah penyelamatan dramatis menjadi kemenangan. Karena itu, hasil akhir 1-1 layak dibaca sebagai keberhasilan Persebaya menghindari kekalahan, bukan bukti bahwa masalah serangan mereka sudah teratasi. Persijap patut mendapat kredit karena mampu menjaga bentuk pertahanan dan membawa Persebaya sampai ke detik-detik terakhir sebelum kebobolan. Persebaya, sebaliknya, perlu mengubah dominasi menjadi peluang yang lebih tajam sebelum kembali bergantung pada gol telat. Tambahan satu poin menempatkan Persebaya di posisi ketiga dengan 13 poin, sementara Persijap berada di peringkat ke-18 dengan dua poin. Bagi kedua tim, hasil ini memberi konsekuensi berbeda, tetapi mengingatkan Persebaya bahwa tekanan saja tidak cukup.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!