Kemenangan yang Ditentukan di Detik Akhir
Derby Suramadu adalah pertemuan panas Persebaya Surabaya dan Madura United yang kali ini ditentukan oleh dua gol pada masa tambahan waktu, mengubah laga yang sempat imbang menjadi kemenangan 3-1 bagi tuan rumah. Di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin, 26 Oktober 2026, Persebaya menang 3-1 dalam hasil Persebaya Madura yang terasa dramatis bukan semata karena skor, tetapi karena ketegangan bertahan hingga menit-menit terakhir. Yuran Fernandes mencetak gol penalti pada menit ke-90+1, lalu Yann Mabella menutup pertandingan dengan gol pada menit ke-90+6. Dua gol injury time itu mengunci tiga poin di hadapan Bonek dan Bonita. Kemenangan ini juga memperpanjang dominasi Persebaya dalam pertemuan kedua tim: catatan mereka kini 14 kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Keunggulan Awal Tak Menghapus Perlawanan Madura
Persebaya membuka laga dengan tekanan agresif, dan Miguel Pereira mengubah serangan balik cepat menjadi gol pada menit ke-22. Tembakannya yang melengkung dari dalam kotak penalti membawa tuan rumah unggul 1-0. Namun, keunggulan pemain setelah Paulo Sitanggang mendapat kartu merah tidak serta-merta membuat Persebaya nyaman. Madura United tetap berbahaya dan menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Galih Freitas pada menit ke-69. Gol itu mengubah arah pertandingan: Persebaya kesulitan mengembangkan permainan setelah skor kembali imbang, sementara lawan mengandalkan serangan langsung dan pemain bertubuh tinggi di depan. Hujan serta lapangan basah turut mengganggu aliran umpan. Situasi ini membuat kemenangan Persebaya lebih pantas dipuji sebagai hasil daya tahan dan usaha berulang, bukan sekadar keuntungan jumlah pemain.
Tavares Menilai Karakter Tim Jadi Kunci
Bernardo Tavares mengapresiasi sikap para pemain yang tetap agresif dan menjaga intensitas meski laga sempat lepas dari kendali. Ia juga mengakui Madura United menyulitkan timnya setelah menyamakan skor, terutama lewat permainan langsung dan ancaman bola ke pemain tinggi. Persebaya merespons dengan pergantian Risto Mitrevski dan Sadida Nugraha untuk membantu meredam ancaman tersebut. Pilihan itu memberi konteks pada dua gol penentu: tuan rumah bukan hanya menunggu peluang, melainkan terus mencari cara untuk menekan dalam kondisi lapangan yang tidak ideal. Tavares meminta karakter permainan itu dipertahankan pada laga berikutnya. Pesannya tepat, sebab kemenangan dramatis akan lebih berarti bila semangat dan intensitas yang sama bisa menjadi kebiasaan, bukan hanya muncul ketika hasil pertandingan dipertaruhkan di menit akhir.
Tiga Poin dan Dominasi yang Berlanjut
Tambahan tiga poin membawa Persebaya ke posisi ketujuh klasemen sementara dengan 12 poin dari tujuh pertandingan: tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan. Madura United tetap berada di peringkat kelima dengan 13 poin. Meski posisi klasemen menunjukkan bahwa persaingan masih rapat, kemenangan di Derby Suramadu memberi Persebaya dorongan penting sekaligus memperkuat catatan pertemuan mereka. Yang paling menonjol, tim mampu bangkit setelah keunggulan awal terhapus dan menuntaskan pertandingan saat peluang terbuka di penghujung laga. Gol penalti Yuran memberi kelegaan, sedangkan penyelesaian Yann memastikan tak ada waktu bagi Madura untuk kembali mengejar. Kesimpulannya, Persebaya menang 3-1 bukan karena laga berjalan mulus, melainkan karena tetap menekan hingga akhir—dan dua gol injury time menjadi bukti paling jelas dari keteguhan itu.






