Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Gol Injury Time Antar Persebaya Menang 3-1

Dua Gol Injury Time Antar Persebaya Menang 3-1
Minat|CS2

Drama yang baru usai di detik-detik akhir

Derby Suramadu adalah pertemuan sarat gengsi antara Persebaya Surabaya dan Madura United, dan edisi pekan ketujuh BRI Super League ini ditentukan oleh dua gol pada masa injury time. Persebaya menang 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin, 26 Oktober 2026, tetapi skor akhir itu menyamarkan betapa lama kemenangan tuan rumah belum aman. Setelah memimpin dan kemudian kehilangan keunggulan, Bajul Ijo baru memastikan tiga poin pada penghujung pertandingan. Bagi Madura United, dua gol telat itu menjadi hukuman pahit setelah mereka berjuang menyamakan skor meski bermain dengan sepuluh orang. Inilah hasil Persebaya Madura yang memperlihatkan bahwa tekanan hingga peluit akhir lebih menentukan daripada keunggulan jumlah pemain atau momentum sesaat.

Dua Gol Injury Time Antar Persebaya Menang 3-1

Keunggulan Persebaya tak bertahan

Persebaya memulai laga dengan agresif di hadapan Bonek dan Bonita. Tekanan itu berbuah pada menit ke-22, ketika Miguel Pereira mencetak gol pembuka lewat tendangan placing. Keunggulan 1-0 bertahan sampai turun minum, tetapi Persebaya gagal mengubah dominasi awal menjadi jarak skor yang lebih nyaman. Kelengahan itu memberi Madura United kesempatan untuk kembali ke pertandingan. Pada menit ke-65, Paulo Sitanggang menerima kartu merah setelah tekel keras dan tim tamu harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain. Namun, alih-alih menyerah, Madura justru mencetak gol penyama melalui Gali Freitas. Respons tersebut membuat laga kembali terbuka dan mengubah tekanan menjadi masalah bagi tuan rumah: Persebaya perlu menemukan cara menembus pertahanan lawan sebelum waktu habis.

Penalti dan gol penutup mengunci tiga poin

Ketika hasil imbang tampak bisa bertahan, Persebaya akhirnya mendapat celah pada masa perpanjangan waktu. Pedro Monteiro melanggar Miguel Pinto di kotak penalti, lalu Yuran Fernandes menuntaskan hadiah penalti itu untuk mengubah skor menjadi 2-1. Gol tersebut memulihkan keunggulan, tetapi belum menutup pekerjaan tuan rumah. Pada menit ke-90+6, Yann Mbella menyarangkan gol terakhir dan memastikan kemenangan 3-1. Dua gol injury time itulah yang menggagalkan Madura United membawa pulang poin. Persebaya pantas dipuji karena terus menekan sampai akhir, tetapi laga ini juga menunjukkan risiko membiarkan lawan tetap dekat dalam skor: satu gol penyama saja sempat menghapus keunggulan dan membuat kemenangan harus diperjuangkan kembali.

Hasil penting bagi kedua tim

Kemenangan ini memberi Persebaya tambahan tiga poin dan membawa mereka ke posisi ketujuh klasemen sementara dengan 12 poin. Madura United, yang sempat menyamakan skor meski kehilangan satu pemain, tetap tertahan di peringkat ketiga dengan 13 poin setelah kalah di Surabaya. Selisih posisi dan poin itu menegaskan bahwa hasil Derby Suramadu ini bernilai lebih dari sekadar gengsi, terutama bagi Persebaya yang membutuhkan dorongan di klasemen. Namun, cara kemenangan diraih juga menjadi pengingat: keunggulan awal tidak cukup bila lawan masih punya waktu dan peluang untuk membalas. Persebaya menang 3-1, dan dua gol pada penghujung laga membuat hasil tersebut tegas. Kesimpulannya, Bajul Ijo mengunci derby lewat kegigihan di menit-menit akhir, sementara Madura membayar mahal karena tak mampu menjaga skor imbang hingga peluit panjang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!