Apa Itu Zankore dan Mengapa Penting
Zankore adalah proyek pusat komputasi kecerdasan buatan berskala raksasa yang dibangun melalui kolaborasi strategis Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA untuk menghadirkan infrastruktur AI generasi terbaru bagi pasar global, dengan kawasan Asia-Pasifik sebagai titik awal pengembangan dan ambisi menempatkannya sebagai infrastruktur AI Asia Tenggara paling besar dan paling berpengaruh. Peluncuran Zankore by Indosat membuka babak baru: kawasan ini tidak lagi sekadar konsumen teknologi AI, tetapi produsen kapasitas komputasi berkelas dunia. Dalam ekosistem yang semakin digerakkan data, pusat AI 1 GW bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan pernyataan politik teknologi: siapa yang menguasai daya komputasi, berpeluang mengatur arah ekonomi digital. Ketika Meutya Hafid menegaskan potensi besar untuk melayani kebutuhan domestik maupun kawasan yang lebih luas, ia sesungguhnya sedang menandai ambisi menjadi simpul regional AI, bukan pemain pinggiran.

Roadmap 200 MW ke 1 GW: Skala yang Mengubah Peta Regional
Daya tarik utama Zankore adalah skala yang direncanakan: kapasitas komputasi sekitar 200 Megawatt pada paruh pertama 2027, dengan target penuh 1 Gigawatt di AI Factory berbasis NVIDIA DSX. Di dunia AI, angka ini bukan sekadar besar; ini menempatkan pusat tersebut di liga global, bukan regional. Dengan referensi arsitektur NVIDIA DSX yang menyatukan komputasi, jaringan, daya listrik, dan pendinginan untuk memaksimalkan hasil olahan data per Megawatt energi, proyek ini jelas dirancang sebagai mesin ekonomi, bukan lab eksperimen. Kutipan yang patut diperhatikan: “Inisiatif ini menetapkan target kapasitas AI Factory NVIDIA DSX sebesar 1 Gigawatt (GW),” menjadi sinyal keras ke pasar bahwa taruhan yang diambil adalah jangka panjang dan berisiko tinggi. Ketika kebutuhan daya komputasi meledak seiring AI bergeser dari eksperimen ke produksi di berbagai industri, Zankore memposisikan diri sebagai jawabannya, bukan penonton.
Kolaborasi Telekomunikasi AI: Indosat, Ooredoo, Nokia, NVIDIA
Yang membuat Zankore menarik bukan hanya kapasitasnya, melainkan bentuk kolaborasi telekomunikasi AI di belakangnya. Ooredoo Group menjadi sponsor utama dengan komitmen modal berjangka panjang, Indosat menyumbang penguasaan pasar lokal dan fondasi infrastruktur digital, sementara Nokia dan NVIDIA membawa teknologi jaringan AI-native dan accelerated computing kelas dunia. Ini bukan model vendor-supplier tradisional; ini konsorsium yang secara terbuka mengakui bahwa era AI membutuhkan orkestrasi cerdas antara komputasi, konektivitas, dan kontrol di seluruh AI factory, pusat data, hingga perangkat. Teknologi jaringan dari Nokia digambarkan sebagai penopang utama generasi baru infrastruktur AI, menggarisbawahi bahwa tanpa konektivitas yang terukur dan tepercaya, pusat AI 1 GW hanya akan menjadi gudang mahal tanpa efek ekonomi. Sementara itu, NVIDIA membawa model AI terbuka dan aman yang mengubah pusat ini menjadi platform, bukan silo tertutup.
Dampak pada Ekonomi Digital dan Ekosistem Teknologi Regional
Secara ekonomi, Zankore adalah taruhan bahwa infrastruktur AI kini menjadi fondasi utama ekonomi digital, seperti ditegaskan Aziz Aluthman Fakhroo. Dengan AI factory sebagai infrastruktur esensial bagi setiap negara dan industri, proyek ini dirancang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan menjadikan kawasan ini hub AI regional yang menarik ekosistem teknologi global. Pemerintah menegaskan dukungan penuh dan menekankan pentingnya infrastruktur AI yang berdaulat dan manfaat yang merata, sebuah sinyal bahwa kebijakan akan condong pada penguatan kapasitas domestik dan regional, bukan sekadar konsumsi layanan asing. Jika berjalan sesuai rencana, Zankore bisa menggeser pusat gravitasi inovasi dari luar kawasan ke dalam, memaksa startup, perusahaan, dan institusi riset untuk mengaitkan strategi AI mereka ke pusat ini. Kutipan Ronnie Vasishta bahwa inisiatif ini akan mentransformasi berbagai industri dan menciptakan peluang baru, harus dibaca sebagai peringatan: yang tidak siap beradaptasi dengan ekonomi berbasis AI riskan tertinggal.
Menuju Hub AI Asia Tenggara: Peluang dan Tanggung Jawab
Peluncuran Zankore menempatkan kawasan ini di jalur untuk menjadi hub AI Asia Tenggara, tetapi ambisi itu datang bersama tanggung jawab besar. Dengan struktur kepemimpinan yang diisi nama-nama berat seperti Vikram Sinha sebagai Chairman dan Ulf Ewaldsson sebagai CEO, jelas proyek ini diperlakukan sebagai entitas bisnis global, bukan sekadar unit internal. Tantangannya: memastikan pusat komputasi 1 GW ini benar-benar mendukung ekonomi digital yang inklusif, bukan hanya memperkuat segelintir pemain. Pemerintah sudah menggariskan agenda agar manfaat AI dirasakan secara adil dan merata di seluruh penjuru negeri, yang berarti desain kebijakan akses, harga layanan, dan prioritas pemanfaatan akan menentukan apakah Zankore menjadi game-changer atau sekadar simbol. Pada akhirnya, infrastruktur AI Asia Tenggara hanya akan dianggap sukses jika ia mendorong adopsi AI lintas sektor, mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, dan membuka ruang kompetisi sehat bagi ekosistem teknologi global untuk berkolaborasi, bukan mendominasi.






