Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pusat Data AI Menguras Air: Risiko bagi Pasokan Bersih

Pusat Data AI Menguras Air: Risiko bagi Pasokan Bersih
Minat|Solusi Pintar

Infrastruktur digital punya jejak air

Pusat data AI adalah fasilitas komputasi yang menjalankan dan menyimpan layanan kecerdasan buatan, dengan perangkat yang perlu didinginkan agar dapat beroperasi terus-menerus. Ketika pembangunan fasilitas semacam ini meluas, kebutuhan airnya tak boleh dianggap sebagai urusan teknis belaka. Pada 5 November 2026, pakar lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Prof. Joni Hermana, mengingatkan bahwa dampak lingkungan perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan.

Alasannya jelas: data center AI harus beroperasi 24 jam tanpa henti untuk menjaga layanan tetap berjalan. Selain pasokan listrik yang stabil, fasilitas itu membutuhkan air untuk menjaga suhu perangkat. Dengan demikian, konsumsi air data center bukan kebutuhan sesekali, melainkan bagian dari operasi yang terus berlangsung. Mengukur manfaat ekonomi dan digitalnya tanpa menghitung tuntutan sumber daya akan menghasilkan gambaran yang timpang.

Pusat Data AI Menguras Air: Risiko bagi Pasokan Bersih

Neraca air harus mendahului pembangunan

Kesalahan yang perlu dihindari adalah menilai kemampuan pasokan hanya dari rata-rata tahunan. Neraca air data center semestinya memperhitungkan perubahan ketersediaan sepanjang musim, terutama kemarau, saat pasokan dapat turun sementara kebutuhan masyarakat meningkat. Perhitungan juga harus menempatkan kebutuhan fasilitas baru berdampingan dengan kebutuhan rumah tangga, industri, dan pertanian—bukan memperlakukan air seolah tersedia tanpa persaingan.

Joni menyebut rasio kebutuhan terhadap ketersediaan air di Pulau Jawa telah mendekati 0,4, kondisi yang ia nilai rawan krisis air. Angka itu seharusnya menjadi peringatan bagi pengambil keputusan: ketersediaan nominal tidak selalu berarti air dapat diakses ketika dibutuhkan. Karena itu, kajian sebelum pembangunan harus menguji skenario musim kering dan dampak kumulatif, bukan sekadar menyajikan proyeksi pasokan tahunan.

Tekanan air berujung pada risiko bagi warga

Air yang dialokasikan untuk pusat data tidak terpisah dari kebutuhan dasar masyarakat. Jika pasokan tidak mencukupi, ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan dapat berdampak langsung pada warga. Tekanan paling berat berisiko dirasakan di wilayah yang pasokannya sudah terbatas atau menurun pada musim kemarau. Dalam konteks krisis air bersih, proyek baru semestinya membuktikan bahwa operasinya tidak memperburuk keadaan, bukan meminta masyarakat menanggung konsekuensi setelah fasilitas berdiri.

Dampaknya juga melampaui air. Operasi data center AI membutuhkan listrik dalam jumlah besar, sehingga ekspansinya berpotensi menambah emisi karbon, termasuk emisi dari pembangkit yang memasok fasilitas dan kegiatan pendukungnya. Menilai proyek hanya dari kapasitas komputasi atau nilai ekonominya berarti mengabaikan biaya lingkungan yang nyata. Daya dukung air dan energi perlu menjadi batas pembangunan, bukan catatan tambahan.

Kajian menyeluruh sebelum keputusan

Langkah berikutnya seharusnya bukan mempercepat pembangunan lalu mencari solusi ketika pasokan menipis. Joni mendorong kajian komprehensif yang melibatkan berbagai pihak sebelum pembangunan data center dilanjutkan. Kajian itu perlu menguji kebutuhan air, perubahan pasokan musiman, dampak terhadap pengguna lain, serta kebutuhan energi dan emisi. Hasilnya harus menjadi dasar keputusan lokasi dan kelayakan, bukan formalitas untuk mengesahkan proyek yang sudah diputuskan.

Kemajuan AI memang membutuhkan infrastruktur, tetapi kelangsungan layanan digital tidak boleh dibeli dengan mengorbankan akses air masyarakat dan kesehatan lingkungan. Kesimpulannya tegas: setiap rencana data center harus melewati neraca air yang realistis dan penilaian dampak yang menyeluruh sebelum dibangun. Jika daya dukung setempat tidak cukup, menunda atau meninjau ulang proyek adalah pilihan yang lebih bertanggung jawab.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!