Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Hari Santri di Depok Diisi Khitanan Massal dan Santunan

Hari Santri di Depok Diisi Khitanan Massal dan Santunan
Minat|Destinasi Luar Negeri

Peringatan yang menjangkau warga

Hari Santri Depok kali ini ditandai dengan kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung: khitanan massal dan bantuan bagi anak yatim serta warga yang membutuhkan. Peringatan keagamaan terasa lebih bermakna ketika nilai kepedulian diwujudkan dalam tindakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Yayasan Rumah Berkah Nusantara menggelar kegiatan tersebut di Aula Masjid Nururrahman, Kota Depok, sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional. Acara ini menjadi pengingat bahwa semangat santri tidak berhenti pada seremoni, melainkan dapat hadir melalui pelayanan dan gotong royong. Bagi keluarga peserta dan penerima bantuan, makna peringatan itu hadir dalam bentuk dukungan yang nyata.

Kegiatan tersebut diikuti 11 anak dalam khitanan massal Depok. Yayasan juga menyalurkan bingkisan sembako dan uang tunai kepada 20 anak yatim, 40 kaum dhuafa, serta 12 petugas keamanan. Sejumlah panti asuhan dan yayasan di sekitar lokasi turut menerima bantuan. Cakupan ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat melampaui kelompok penerima utama dan merangkul lingkungan yang ikut menopang kehidupan masyarakat.

Bantuan yang berangkat dari program berkelanjutan

Kegiatan Hari Santri tersebut bukan agenda tunggal. Ketua Umum Rumah Berkah Nusantara, H. Syahruddin El Fikri, menyebut khitanan massal dan santunan sebagai bagian dari program rutin yayasan yang berjalan sejak berdiri pada 2021. Ia mengatakan programnya juga mencakup donor darah, perhatian pada kesehatan dan pendidikan, serta kegiatan keagamaan. Kesinambungan ini penting: bantuan sosial lebih berpeluang memberi manfaat luas ketika menjadi kebiasaan lembaga, bukan hanya respons sesaat pada hari peringatan.

Syahruddin juga berterima kasih kepada perusahaan, individu, dan jamaah yang mendukung kegiatan yayasan. Dukungan semacam itu menunjukkan bahwa kerja sosial bergantung pada partisipasi bersama, sementara lembaga pelaksana menjaga agar bantuan sampai kepada warga. Dalam konteks ini, santunan anak yatim dan bantuan bagi dhuafa menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian yang melibatkan banyak pihak, bukan hanya penyelenggara.

Masjid dan pemerintah sebagai mitra kepedulian

Kolaborasi dengan pengurus Masjid Nururrahman memberi contoh bahwa masjid dapat menjalankan peran sosial di samping fungsi ibadah. Ketua Badan Kemakmuran Masjid, Ustaz H. Aldani Malau, mengapresiasi kerja sama tersebut dan menilai kegiatan seperti ini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat. Pandangan itu patut diperhatikan: ruang ibadah dapat menjadi titik temu untuk mengorganisasi bantuan dan memperkuat ikatan antarwarga.

Pemerintah Kota Depok juga menyampaikan apresiasi melalui Camat Pancoran Mas, Mustakim, yang hadir mewakili Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah. Dukungan pemerintah, pengurus masjid, yayasan, dan warga dapat memperluas daya jangkau program sosial. Sekretaris Lazisnu Depok, Sodiqul Anwar, menilai kegiatan Rumah Berkah Nusantara bisa menjadi bahan pembelajaran bagi lembaga lain, sementara warga Sawangan Abdurrojak berharap kolaborasi serupa menginspirasi masjid-masjid lain.

Makna Hari Santri diukur dari manfaatnya

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan Rumah Berkah Nusantara memberi tafsir yang konkret atas semangat tersebut: mempertemukan nilai keagamaan dengan bantuan yang dirasakan warga. Khitanan untuk 11 anak, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, serta dukungan untuk petugas keamanan membuat peringatan ini berakar pada kebutuhan masyarakat.

Kesimpulannya, kegiatan ini layak dilihat bukan sekadar sebagai acara tahunan, melainkan sebagai contoh bagaimana peringatan keagamaan dapat mendorong aksi sosial yang nyata. Tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan kerja sama antara yayasan, masjid, pemerintah, dan masyarakat. Jika kepedulian terus diterjemahkan menjadi program yang menjangkau warga, semangat Hari Santri akan memiliki arti yang terasa jauh setelah acara selesai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!