Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lomba Tumpeng dan Peragaan Busana Daur Ulang Meriahkan Hari Santri di Sekolah

Lomba Tumpeng dan Peragaan Busana Daur Ulang Meriahkan Hari Santri di Sekolah
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Perayaan yang Mengajak Siswa Terlibat

Lomba Hari Santri di sekolah adalah kegiatan perayaan yang mengajak siswa belajar melalui pengalaman bersama, bukan hanya mengikuti upacara. Bentuknya dapat berbeda-beda, tetapi keduanya memberi ruang bagi anak untuk berkreasi, bekerja sama, dan memahami nilai di balik peringatan tersebut. Di SDN 3 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, siswa mengikuti lomba tumpeng antarkelas pada Kamis (22/10/2026) sebagai bagian dari Hari Santri Nasional. Sementara itu, MTsN 1 Pemalang mengadakan peragaan busana dengan kostum dari bahan daur ulang pada Rabu (22/10/2025). Kedua acara menunjukkan bahwa Hari Santri sekolah tak harus memiliki satu format seragam. Kegiatan yang dekat dengan keseharian siswa dapat membuat peringatan lebih hidup, sekaligus menghubungkan nilai kebersamaan dan kreativitas dengan tindakan yang mereka lakukan sendiri.

Tumpeng Mengikat Kebersamaan di Cisayong

Lomba tumpeng siswa di SDN 3 Cisayong memadukan kompetisi antarkelas dengan syukuran bersama. Para siswa dan guru mengikuti upacara, lalu tumpeng yang disiapkan tiap kelas disantap bersama. Perayaan seperti ini terasa tepat untuk anak usia sekolah dasar: hasil karya tidak berhenti sebagai pajangan atau penentu pemenang, melainkan menjadi alasan untuk berkumpul dan berbagi. Kepala sekolah Eva Setiawati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memeriahkan Hari Santri sekaligus menghormati jasa santri dan ulama. Ia juga menekankan bahwa belajar meneladani nilai-nilai santri merupakan pelajaran penting bagi siswa. Antusiasme itu tampak dalam tanggapan siswi Serena Nurcinta, yang senang karena rangkaian acara mencakup upacara dan lomba tumpeng. Dengan begitu, lomba ini memberi makna pada peringatan melalui pengalaman yang bisa diikuti seluruh kelas.

Kostum Daur Ulang Membawa Pesan Lingkungan

Di MTsN 1 Pemalang, fashion show daur ulang menjadi cara berbeda untuk mengajak siswa merayakan Hari Santri. Peserta tampil di halaman sekolah dengan kostum dari bahan bekas, antara lain koran, plastik kresek, karung goni, botol plastik, kardus, dan daun kering. Ada peserta kelas 8 yang mengolah plastik hitam bekas menjadi rok megah, sementara peserta lain membuat kostum bergaya pahlawan nasional dari koran. Kepala madrasah Wasimin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan: siswa diajak mengembangkan kreativitas, berinovasi, dan peduli lingkungan. Penilaian mencakup kreativitas bahan, keunikan desain, serta kepercayaan diri saat berjalan di panggung. Unsur edukatifnya membuat acara ini lebih kuat daripada lomba penampilan biasa. Siswa belajar bahwa bahan yang dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi karya, sambil mengaitkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam dengan semangat santri.

Lomba Tumpeng dan Peragaan Busana Daur Ulang Meriahkan Hari Santri di Sekolah

Dua Cara, Satu Perayaan yang Bermakna

Lomba tumpeng dan fashion show daur ulang memperlihatkan dua pendekatan yang sama-sama melibatkan siswa, tetapi menumbuhkan pengalaman berbeda. Di Cisayong, kebersamaan menjadi pusat acara: kelas menyiapkan tumpeng, lalu warga sekolah menikmatinya bersama. Di Pemalang, siswa mengekspresikan gagasan lewat rancangan kostum dan keberanian tampil. Yang satu menonjolkan kerja kolektif dan berbagi, yang lain mengasah kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan. Perbedaan itu justru menjadi kekuatan dalam perayaan Hari Santri sekolah. Sekolah dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan usia, minat, dan tujuan pembelajaran tanpa kehilangan makna penghormatan kepada santri. Ketika siswa menjadi pelaku utama, nilai peringatan lebih mudah hadir dalam pengalaman nyata. Kesimpulannya, lomba Hari Santri paling berkesan bukan semata-mata soal siapa yang menang, melainkan tentang ruang belajar dan kebersamaan yang tercipta di sepanjang kegiatan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!